Perguruan tinggi harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah. Hasil riset tidak boleh berhenti sebagai prototipe...
Singaraja, Bali (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan menegaskan perguruan tinggi harus mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
"Kampus tidak cukup hanya menghasilkan lulusan dan penelitian, tetapi juga harus menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat," kata Wamendiktisaintek Fauzan di Buleleng, Bali, Senin.
Penegasan tersebut disampaikan Wamendiktisaintek saat menghadiri penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pembentukan Konsorsium Perguruan Tinggi Pendidikan Bali di Auditorium Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha).
Adapun konsorsium melibatkan 14 perguruan tinggi negeri dan swasta di Bali yang memiliki program studi kependidikan.
“Perguruan tinggi harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah. Hasil riset tidak boleh berhenti sebagai prototipe, tetapi harus bisa diimplementasikan dan memberikan manfaat langsung,” ucap Wamendiktisaintek Fauzan.
Pihaknya juga mengharapkan konsorsium ini menjadi wadah kolaborasi untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjawab berbagai tantangan pendidikan di Pulau Dewata.
Menurut Fauzan, kemajuan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh keseriusannya dalam membangun pendidikan dan mengembangkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Karena itu, kata dia, perguruan tinggi perlu memperkuat sinergi agar sumber daya, keahlian, dan hasil riset yang dimiliki dapat dioptimalkan untuk kepentingan masyarakat.
“Perguruan tinggi memiliki banyak ahli dan potensi besar. Melalui kolaborasi, seluruh potensi tersebut dapat diterjemahkan menjadi solusi nyata bagi masyarakat. Inilah esensi Kampus Berdampak,” ujar Wamendiktisaintek Fauzan.
Sementara itu Rektor Undiksha, Prof. I Wayan Lasmawan menyambut baik terbentuknya konsorsium keilmuan pada program pendidikan perguruan tinggi di Bali.
Lasmawan menilai kolaborasi antarkampus menjadi langkah strategis untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan di Bali.





