Protes Nakes Waibu: Sempat Segel Puskesmas, Luluh di Tangan Wabup
Marius Frisson Yewun June 15, 2026 07:12 PM

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Aktivitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Waibu, Doyo Lama, Kabupaten Jayapura, Papua sempat lumpuh total akibat ditutup oleh para Tenaga Kesehatan (Nakes) sejak Senin (15/6/2026) pagi.

​Di depan pagar puskesmas, terpasang spanduk merah yang memuat tiga tuntutan utama kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura, yaitu, Nakes meminta pergantian kepala puskesmas karena belum bisa menandatangani kenaikan pangkat pegawai, dana BPJS dan Bantuan Operasional Kesehatan BOK retribusi tidak transparan, serta pegawai kerja dalam tekanan dan tidak ada damai sejahtera.

Baca juga: Terinspirasi CR7, Komunitas di Jayapura Ini Rayakan Piala Dunia Tanpa Nobar

​Merespons aksi pemalangan, perwakilan nakes langsung difasilitasi melakukan audiensi dengan Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard S. Yocku, di ruang rapat Wakil Bupati, Kompleks Perkantoran Gunung Merah, Sentani, pada hari yang sama.

​Dalam pertemuan, Wakil Bupati Haris Yocku menegaskan bahwa pemerintah daerah menerima seluruh aspirasi yang disampaikan dan berkomitmen untuk menindaklanjutinya melalui mekanisme yang berlaku.

​“Tidak mungkin mereka melakukan hal tersebut kalau tidak ada persoalan. Karena itu, kami mendengarkan langsung apa yang menjadi aspirasi mereka untuk kemudian ditindaklanjuti,” ujar Wabup Haris Yocku.

Baca juga: Cegah Kecurangan, Penerimaan Siswa Secara Online di Biak Numfor Dipantau KPK

​Meski demikian, Haris menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat serta-merta mengambil keputusan sepihak, terutama terkait tuntutan pencopotan Kepala Puskesmas Waibu. 

Menurutnya, seluruh persoalan harus dikaji secara menyeluruh agar keputusan yang diambil tetap sesuai aturan baku dan berdasarkan fakta objektif di lapangan.

​Sebagai langkah konkret, dalam waktu dekat Pemkab Jayapura akan kembali mempertemukan perwakilan nakes dengan dinas kesehatan untuk membahas detail persoalan tersebut. Surat tuntutan resmi dari para nakes juga akan diteruskan kepada bupati Jayapura sebagai bahan pertimbangan lebih lanjut.

​Dinas Kesehatan Siap Evaluasi Dana JKN dan BOK

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Adi Kurniawan, S.KM., M.Kes., menyatakan bahwa pihaknya segera melakukan evaluasi internal terhadap poin-poin yang digugat oleh nakes.

Baca juga: Bupati Jayawijaya Larang Warga Bawa Alat Perang ke Kota Wamena

​Terkait pengelolaan dana JKN dan BOK, dinas kesehatan akan melakukan pencocokan data (cross-check) serta evaluasi teknis guna memastikan penggunaan anggaran berjalan sesuai ketentuan.

​Sedangkan untuk persoalan administrasi kenaikan pangkat, Dinkes akan berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) serta instansi terkait agar hak-hak kepegawaian nakes dapat segera diproses.

​Dalam pertemuan tersebut, wakil bupati maupun dinas kesehatan memberikan catatan keras bahwa pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak boleh dikorbankan akibat adanya persoalan internal.

Baca juga: Sidak SPBU di Manokwari, Pertamina Temukan Modus Tangki Modifikasi hingga Blokir 10 Barcode Nakal

Seluruh pihak diminta untuk tetap mengedepankan dialog dan penyelesaian masalah secara profesional. Adapun, hasil dari pertemuan tersebut pemalangan akhirnya dibuka, pelayanan kesehatan di Puskesmas Waibu pun kembali beroperasi normal untuk melayani masyarakat. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.