SPMB Jatim 2026 Tahap 1 Ditutup, 54.056 Calon Murid Lolos, Jalur Afirmasi Dibuka 17 Juni
Samsul Arifin June 15, 2026 07:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sulvi Sofiana

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Peluang masuk SMA dan SMK Negeri di Jawa Timur masih terbuka lebar bagi calon murid yang belum berhasil lolos pada tahap pertama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur memastikan proses seleksi masih berlanjut melalui sejumlah jalur pendaftaran yang akan dibuka dalam beberapa hari ke depan.

Tahap pertama SPMB 2026 melalui jalur domisili resmi ditutup pada 12 Juni 2026 pukul 21.00 WIB. Dari hasil seleksi tersebut, puluhan ribu calon murid telah dinyatakan diterima di sekolah negeri yang mereka pilih.

Berdasarkan data Dindik Jawa Timur, sebanyak 54.056 calon murid baru berhasil lolos pada tahap pertama. Rinciannya, 40.786 calon murid diterima di SMA Negeri dan 13.270 calon murid diterima di SMK Negeri.

Meski demikian, ribuan calon murid lainnya yang belum berhasil lolos masih memiliki kesempatan melalui tahapan seleksi berikutnya yang akan segera dibuka.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengimbau para calon murid dan orang tua agar tidak berkecil hati jika belum diterima pada tahap pertama.

“Masih ada tahap 2 melalui jalur afirmasi, prestasi hasil lomba, dan mutasi. Selain itu juga terdapat tahap 3 dan tahap 4 melalui jalur prestasi nilai akademik untuk SMA maupun SMK,” ujar Aries, Senin (15/6/2026).

Jalur afirmasi adalah mekanisme PPDB untuk siswa penerima program bantuan pemerintah (misalnya KIP, PKH, DTKS) atau penyandang disabilitas.

Menjamin pemerataan akses pendidikan berkualitas bagi kelompok rentan. Adapun dasar hukumnya tertuang dalam Permendikbud No. 44 Tahun 2019 tentang PPDB.

Baca juga: SPMB Wajibkan KK Berbarcode, Pengajuan Perubahan KK di Trenggalek Tembus Hampir 5 Ribu Sebulan

Pendaftaran Tahap Kedua Dibuka 17–18 Juni

Dindik Jawa Timur akan membuka pendaftaran SPMB tahap kedua pada 17 hingga 18 Juni 2026.

Tahapan ini mencakup jalur afirmasi, prestasi hasil lomba, dan mutasi yang diperuntukkan bagi kelompok peserta didik dengan kriteria tertentu.

Menurut Aries, jalur afirmasi menjadi salah satu jalur yang memberikan kesempatan lebih luas bagi calon murid dari keluarga dengan kondisi tertentu untuk memperoleh akses pendidikan di sekolah negeri.

“Untuk SMA, kami menyediakan kuota afirmasi keluarga tidak mampu sebesar 13 persen, afirmasi anak buruh dari keluarga tidak mampu 5 persen, afirmasi penyandang disabilitas 5 persen, serta afirmasi nilai akademik keluarga tidak mampu sebesar 7 persen,” katanya.

Sementara untuk jenjang SMK, kuota afirmasi terdiri atas keluarga tidak mampu sebesar 7 persen, anak buruh dari keluarga tidak mampu sebesar 5 persen, dan penyandang disabilitas sebesar 3 persen.

Tersedia Jalur Mutasi dan Prestasi

Selain afirmasi, tahap kedua juga membuka jalur mutasi bagi calon murid yang memenuhi persyaratan tertentu.

Kuota jalur mutasi terdiri atas mutasi anak guru dan tenaga kependidikan sebesar 2 persen serta mutasi karena perpindahan tugas orang tua atau wali sebesar 3 persen.

“Adapun untuk jalur prestasi hasil lomba, kuotanya terdiri atas prestasi nonakademik sebesar 3 persen dan prestasi akademik sebesar 2 persen,” ujarnya.

Aries menegaskan bahwa jalur-jalur tersebut menjadi kesempatan penting bagi calon murid yang memiliki prestasi maupun kondisi khusus sesuai ketentuan yang berlaku.

Ratusan Sekolah Masih Memiliki Kuota Tersisa

Di sisi lain, Dindik Jawa Timur mencatat masih terdapat sejumlah sekolah yang belum memenuhi pagu penerimaan siswa baru.

Tercatat sebanyak 284 SMA Negeri dan 47 SMK Negeri masih memiliki kuota yang belum terisi.

Kuota tersebut nantinya akan dipenuhi melalui mekanisme pemenuhan kuota setelah tahap ketiga untuk SMA dan setelah tahap keempat untuk SMK.

“Pemenuhan kuota akan mengikuti ketentuan jalur prestasi nilai akademik. Calon murid bisa memilih tiga sekolah untuk SMA atau tiga konsentrasi keahlian untuk SMK, kemudian diperingkat berdasarkan nilai kemampuan akademik, jarak domisili, rata-rata nilai TKA, rata-rata nilai rapor, serta waktu pendaftaran,” jelasnya.

Orang Tua Diminta Cermati Jadwal dan Persyaratan
Aries mengingatkan seluruh calon murid dan orang tua agar memperhatikan jadwal pendaftaran serta syarat yang berlaku pada setiap jalur seleksi.

Menurutnya, banyak peserta yang masih memiliki peluang diterima apabila memanfaatkan tahapan berikutnya secara maksimal sesuai dengan kriteria yang dimiliki.

“Jangan sampai melewatkan tahapan berikutnya. Masih banyak kesempatan yang bisa dimanfaatkan sesuai jalur dan kriteria yang dimiliki masing-masing calon murid,” pungkas Aries.

Dengan masih dibukanya beberapa jalur seleksi dan tersedianya kuota di ratusan sekolah negeri, peluang calon murid untuk melanjutkan pendidikan di SMA maupun SMK Negeri di Jawa Timur masih terbuka hingga seluruh tahapan SPMB 2026 selesai dilaksanakan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.