TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Sebanyak 80 peserta Kontingen Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII Kabupaten Nunukan resmi diberangkatkan ke Gorontalo untuk mengikuti ajang nasional yang mempertemukan petani, nelayan, peternak, pekebun dan pelaku kehutanan dari seluruh Indonesia.
Pelepasan kontingen dilakukan langsung oleh Bupati Nunukan H Irwan Sabri di Ruang VIP Lantai IV Kantor Bupati Nunukan, Senin (15/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Irwan Sabri memberikan pesan khusus kepada seluruh peserta yang akan membawa nama Kabupaten Nunukan di tingkat nasional.
Ia menegaskan keikutsertaan dalam PENAS KTNA bukan sekadar menghadiri kegiatan seremonial, melainkan kesempatan berharga untuk menimba ilmu dan membawa perubahan bagi daerah.
Baca juga: Tiket Pesawat Naik, DKPP Tarakan Berangkatkan Petani dan Nelayan Pakai Kapal ke Penas di Gorontalo
“Jaga nama baik Kabupaten Nunukan. Serap ilmu sebanyak-banyaknya, promosikan potensi Nunukan, jaga kekompakan dan kesehatan dan yang terakhir jadilah agen perubahan,” tegas Irwan Sabri.
Menurutnya, PENAS KTNA merupakan wadah penting untuk belajar, bertukar pengalaman, serta memperkenalkan potensi daerah kepada peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.
“PENAS adalah ruang belajar, ruang bertukar inovasi, dan etalase untuk menunjukkan bahwa Nunukan punya petani dan nelayan yang tangguh, kreatif, dan berdaya guna,” ujarnya.
Irwan berharap seluruh peserta mampu memanfaatkan momentum tersebut untuk memperluas wawasan dan membawa pulang berbagai inovasi yang nantinya dapat diterapkan dalam pembangunan sektor pertanian dan perikanan di wilayah perbatasan.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Nunukan, Masniadi, mengungkapkan bahwa kontingen Nunukan akan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan selama PENAS KTNA XVII berlangsung di Gorontalo.
Beberapa agenda yang akan diikuti antara lain temu wicara, temu profesi, temu suksesi, temu usaha, karya wira usaha, peragaan teknologi, unjuk tangkas, asah terampil, studi banding, widya wisata hingga pagelaran seni budaya.
Tak hanya mengikuti kegiatan pembelajaran dan pertukaran pengalaman, kontingen Nunukan juga akan bersaing dalam sejumlah perlombaan bergengsi.
Di antaranya lomba karya wira usaha, peragaan teknologi biochar, lomba unjuk tangkas, lomba asah terampil, serta pagelaran seni budaya.
Di akhir acara pelepasan, Bupati Nunukan bersama Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Nunukan menyerahkan kartu BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada peserta.
Selain itu, turut diserahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp42 juta kepada ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Keberangkatan 80 peserta ini diharapkan mampu membawa nama baik Nunukan sekaligus menjadi momentum lahirnya inovasi baru yang dapat memperkuat sektor pertanian dan perikanan di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia tersebut.
(*)
Penulis: Fatimah Majid