Antrean Solar Mengular hingga 1 Km, Truk Logistik Terjebak Berjam-jam di Metro
taryono June 15, 2026 07:19 PM

Tribunlampung.co.id, Metro - Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi kembali terjadi di sejumlah wilayah Lampung, termasuk di Kota Metro dan Kabupaten Lampung Tengah.

Baca juga: Aliansi Lampung Tarik Mandat Suarakan Enam Tuntutan di Depan DPRD

Di Kota Metro, antrean kendaraan terlihat mengular di sejumlah SPBU dan didominasi truk bermuatan besar. Kondisi serupa juga terjadi di jalur menuju SPBU CoDo Pertamina 23.341.02 Punggur, Kampung Tanggul Angin, Kecamatan Punggur, Lampung Tengah.

Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean kendaraan bahkan mencapai sekitar 1 kilometer dari area SPBU dan meluas hingga bahu jalan.

Kondisi ini menyebabkan gangguan arus lalu lintas dari dua arah, baik dari Punggur menuju Metro maupun sebaliknya.

Di salah satu SPBU di Metro, seorang sopir truk asal Sukadana, Lampung Timur, bernama Teguh (Om Teguh), mengatakan antrean panjang solar sudah menjadi pemandangan hampir setiap hari.

“Kalau saya baru mengantre sekitar satu jam, tapi memang hampir setiap hari seperti ini,” ujarnya, Senin (15/6/2026), saat berada di antrean paling belakang.

Ia menuturkan, keterbatasan pasokan solar membuat para sopir harus rela menunggu berjam-jam untuk mengisi bahan bakar. Meski demikian, ia mengaku tidak memiliki pilihan lain karena kendaraan tetap harus beroperasi.

“Enggak apa-apa nunggu lama, karena solar di truk sudah habis. Di Metro masih sering dapat, beda dengan beberapa daerah lain yang kadang tidak kebagian,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi serupa juga kerap terjadi di wilayah lain seperti Lampung Timur, di mana sopir angkutan barang sering kesulitan bersaing dengan kendaraan pelansir.

Para sopir truk logistik berharap adanya penertiban serta pengawasan distribusi BBM agar antrean panjang tidak terus berulang dan aktivitas pengiriman barang tetap lancar.

“Harapannya bisa kembali lancar seperti dulu,” kata Teguh.

Sementara itu, berdasarkan data penyesuaian harga BBM per 10 Juni 2026, beberapa jenis BBM non-subsidi mengalami kenaikan. Pertamax (RON 92) naik menjadi Rp16.250 per liter, sementara Pertamax Green (RON 95) menjadi Rp17.000 per liter.

Adapun sejumlah jenis lainnya tidak mengalami perubahan harga, di antaranya Pertalite (RON 90) tetap Rp10.000 per liter, Solar (CN 49) Rp6.800, Pertamax Turbo (RON 98) Rp20.750, Dexlite (CN 51) Rp23.000, serta Pertamina Dex (CN 53) Rp24.800 per liter.

Di lokasi lain, yakni SPBU CoDo Pertamina 23.341.02 Punggur di Lampung Tengah, antrean truk juga tampak mengular hingga keluar area SPBU. Sebagian kendaraan bahkan harus menunggu di bahu jalan, sehingga kembali mengganggu arus lalu lintas sekitar.

Mayoritas kendaraan yang mengantre merupakan truk logistik, seperti dump truck pengangkut material dan truk boks ekspedisi. 

Pada waktu-waktu tertentu, antrean terlihat semakin padat saat kendaraan saling berebut masuk ke area SPBU setelah proses pengisian selesai.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.