Adakah Demo di Jakarta Selasa 16 Juni 2026 Besok? Jika Pecah di Bundaran HI, Inilah Rute Bebas Macet
Agung Budi Santoso June 15, 2026 07:44 PM

TRIBUNSTYLE.COM, JAKARTA - Adakah Demo di Jakarta Selasa 16 Juni 2026 besok? Jika demonstrasi pecah di kawasan Bundaran HI Jakarta Pusat, inilah rute bebas macet yang direkomendasikan. Semoga pada hari libur nasional 1 Muharram 1448 H pada Selasa 16 2026, lalu lintas Jakarta lancar, bebas hambatan. Jikalau demonstrasi tetap ada, khususnya bila terjadi di kawasan Bundaran HI Jakarta Pusat,  masyarakat yang berkepentingan melewati kawasan di area Bundaran HI disarankan mencari jalur alternatif lain untuk menghindari kemacetan.

Inilah jalur alternatif yang direkomendasikan:

  • Dari arah Selatan menuju Jakarta Pusat/Timur: Hindari Sudirman-Thamrin dan gunakan rute alternatif melalui Jalan HR Rasuna Said (Kuningan), Jalan Prof. Dr. Satrio, Jalan Galunggung, atau melalui Jalan Imam Bonjol, Jalan Diponegoro, dan Jalan Proklamasi.
  • Dari arah Barat menuju Jakarta Pusat/Barat: Arahkan kendaraan Anda dari kawasan Slipi/Tomang melalui Jalan Kebon Sirih, Jalan Fachrudin, hingga tembus ke Jalan KH Mas Mansyur atau melalui Jalan Gatot Subroto lalu belok di Jalan KS Tubun.
  • Menuju kawasan Sudirman: Alternatif utama yang lebih lengang bisa dicoba dengan melintasi Jalan KH Mas Mansyur lalu masuk ke area Karet atau melewati Jalan Blora.

Dikutip dari Instagram @jakarta.terkini, berikut rekomendasi jalur alternatif yang bisa digunakan masyarakat umum untuk menghindari massa:

Bila perjalanan Anda dari daerah Semanggi menuju Bundaran HI, berikut rute alternatif yang bisa dipakai:

1. Semanggi - Jalan Gatot Subroto - Jalan HR Rasuna Said - Jalan Prof. Dr. Satrio - Casablanca - Menteng

2. Semanggi - Jalan Gatot Subroto - Jalan MT Haryono - Cikini - Menteng

3. Semanggi - Jalan KH Mas Mansyur - Tanah Abang - Harmoni

Jika dari Bundaran HI menuju Jakarta Selatan, berikut rekomendasi rutenya:

1. Bundaran HI - Jalan Imam Bonjol - Jalan Diponegoro - Jalan Proklamasi - Jalan Ahmad Yani

2. Bundaran HI - Jalan Kebon Sirih - Jalan Fachrudin - Jalan KH Mas Mansyur

Seperti diketahui, Senin 15 Juni 2026 sejumlah organisasi mahasiswa dan elemen sipil menggelar aksi demo yang direncanakan dilakukan di Kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.

Pantauan wartawan Tribunnews.com, Abdi Ryanda Shakti, Bundaran HI yang akan menjadi titik demo masih normal belum terlihat massa aksi hingga pukul 14.24 WIB.

Meski begitu, polisi sudah berjaga tepatnya di Pospol Bundaran HI dengan menyiagakan sejumlah kendaraan mulai dari sepeda motor trail hingga truk Brimob Polda Metro Jaya.

Selain itu, aparat kepolisian disebar di sejumlah titik salah satunya di depan gedung Thamrin Nine, di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat atau 450 meter dari Bundaran HI.

Terlihat puluhan anggota Brimob Polda Metro Jaya sudah bersiaga di lokasi yang menjadi titik blokade massa saat aksi unjuk rasa dari BEM UI pada Jumat (12/6/2026) sebelumnya.

Tuntutan Peserta

Demo yang digelar hari ini melibatkan berbagai organisasi mahasiswa lintas kampus dan wilayah yang tergabung dalam Aliansi Persatuan Rakyat Indonesia Anti Imperialis (PERISAI). 

Di antaranya FMN, GMNI Jakarta Selatan, KABMU UNAS, KBM UT Jakarta, Sentral Perjuangan Pemuda, serta aliansi Cipayung Plus Jakbar dan GMNI dari sejumlah wilayah lain. 

Massa aksi akan bergerak dari sisi selatan Bundaran HI atau kawasan Dukuh Atas, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat. 

Dalam aksi ini, massa membawa total 20 tuntutan yang terdiri dari 11 tuntutan mendesak dan sembilan tuntutan umum.

Para pendemo yang melakukan aksi penolakan etnis Rohingya memaksa membawa para pengungsi untuk diangkut ke mobil di Balai Meuseraya Aceh (BMA)
Para pendemo yang melakukan aksi penolakan etnis Rohingya memaksa membawa para pengungsi untuk diangkut ke mobil di Balai Meuseraya Aceh (BMA) (via Tribunnews.com)

Beberapa poin utama dalam 11 tuntutan mendesak meliputi: 

  • Penolakan kenaikan harga BBM dan bahan pokok 
  • Perbaikan nilai tukar rupiah 
  • Hentikan program MBG dan koperasi desa/kelurahan merah putih yang sarat KKN. 
  • Penolakan gelombang PHK 
  • Pencabutan UU Polri 
  • Penolakan pembangunan batalion teritorial TNI 
  • Perbaiki defisit APBN dan hentikan pemborosan anggaran pertahanan serta keamanan. 
  • Naikkan upah untuk kesejahteraan guru honorer secara layak. 
  • Tolak sekolah rakyat, alokasikan dana pendidikan sesuai amanat konstitusi 
  • Transparansi BPI dan Antara
  • Evaluasi dan pencopotan sejumlah menteri terkait stabilitas ekonomi 

Sementara sembilan tuntutan umum mencakup:

Baca juga: Tanggapan Pertamina Pasca-Demo Mahasiswa di Kupang Tuntut Harga BBM Turun, Pasokan SPBU Tetap Normal

  • Penolakan penggusuran dan perampasan tanah 
  • Penolakan proyek strategis nasional (PSN) yang dianggap merampas ruang hidup 
  • Mendukung penuh rakyat Papua dalam menentukan hak atas tanah dan nasibnya sendiri. 
  • Hentikan percepatan PTN-BH, kenaikan biaya pendidikan, dan jamin pendidikan yang ilmiah serta demokratis. 
  • Naikkan upah buruh berdasarkan kebutuhan hidup layak (KHL). 
  • Penolakan militerisasi dan kekerasan terhadap aktivis 
  • Penolakan kenaikan biaya pendidikan dan PTN-BH 
  • Desakan reformasi agraria dan penguatan industri nasional 
  • Pengamanan dan rekayasa lalu lintas. 

(Tribun Style/Tribun Bogor)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.