Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) sukses digelar di Bandar Lampung pada 10–11 Juni 2026 dan menjadi sorotan nasional.
Baca juga: Usia 22 Tahun, Vega Lampung Club Tegaskan Konsistensi Lewat Pelantikan Angkatan 19
Bertempat di Hotel Novotel Bandar Lampung, forum akbar pengusaha muda tersebut dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Kegiatan ini juga menetapkan Ade Jona Prasetyo sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Hipmi periode 2026–2029.
Mengusung tema Sinergi Pengusaha Muda Membangun Kekuatan Ekonomi Nasional, Munas XVIII Hipmi menjadi ajang konsolidasi sekaligus regenerasi kepemimpinan organisasi pengusaha muda terbesar di Indonesia.
Selain menghasilkan keputusan strategis organisasi, penyelenggaraan di Lampung dinilai memperkuat citra daerah sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sumatera.
Kaprodi Administrasi Publik Universitas Indonesia Mandiri, Tiyas Apriza menilai keberhasilan Lampung sebagai tuan rumah mencerminkan kesiapan daerah dalam menyelenggarakan agenda berskala nasional sekaligus memberikan kesan positif bagi ribuan peserta dari berbagai daerah.
“Lampung menunjukkan kapasitas penyelenggaraan yang baik serta mampu menghadirkan suasana yang aman, kondusif, dan ramah investasi,” ujar Tiyas Apriza, Senin (15/6/2026).
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut tidak hanya diukur dari aspek teknis acara, tetapi juga dari pengalaman peserta selama berada di daerah.
Dengan estimasi kehadiran sekitar 3.000 peserta, dampak ekonomi langsung turut dirasakan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal yang mengalami peningkatan aktivitas selama kegiatan berlangsung.
Lebih jauh, Tiyas menilai forum tersebut membuka peluang strategis bagi Lampung untuk memperluas promosi potensi daerah, terutama di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, industri pengolahan, dan pariwisata.
“Potensi ini akan semakin bernilai jika didorong melalui investasi dan hilirisasi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa penguatan sektor-sektor tersebut dapat menjadikan Lampung sebagai salah satu daerah penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional di masa mendatang.
Sementara itu, keberhasilan penyelenggaraan Munas juga tidak lepas dari peran Gilang Ramadhan sebagai tuan rumah yang mampu mengorkestrasi kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan.
Menurut Tiyas, sinergi lintas sektor tersebut menjadi kunci utama kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
“Koordinasi yang solid menunjukkan pentingnya kepemimpinan yang mampu menggerakkan kolaborasi secara efektif,” katanya.
Ia menilai, kehadiran para pengusaha muda nasional dan pemangku kebijakan dalam forum ini juga memperluas jejaring bisnis sekaligus membuka ruang investasi baru bagi daerah.
Di sisi lain, Munas Hipmi XVIII dinilai tidak hanya meninggalkan kesan seremoni, tetapi juga potensi dampak jangka panjang terhadap kepercayaan investor dan percepatan pembangunan ekonomi daerah.
“Jika momentum ini dimanfaatkan dengan baik, Lampung berpeluang memperkuat posisinya dalam peta ekonomi nasional,” tutupnya.
(Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus)