UMI Ambil Bagian Rakernas APTISI, Prof Hambali: Kolaborasi Adalah Kunci Kemajuan Pendidikan
Sudirman June 16, 2026 07:20 AM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Brian Yuliarto, menegaskan perguruan tinggi harus menjadi motor penggerak inovasi, pengembangan ilmu pengetahuan, dan pencetak sumber daya manusia unggul.

Hal tersebut disampaikannya saat Rapat Persiapan Penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Tahun 2026 di Auditorium Lantai 17 UNIKOM Smart Building, Bandung, Jawa Barat, 14–15 Juni 2026.

Forum dihadiri pimpinan perguruan tinggi swasta dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Universitas Muslim Indonesia (UMI).

Delegasi UMI dipimpin Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Prof Mansyur Ramly, bersama Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Prof Dr Hj Masrurah Mokhtar, dan Rektor UMI, Prof Dr H Hambali Thalib.

Brian menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat untuk meningkatkan daya saing bangsa di tingkat global.

Baca juga: Preter Antar Alumnus UMI Makassar, UI, Undip, Unmul Juara di Annual Pertamina Quality Awards

"Perguruan tinggi harus menjadi motor penggerak inovasi, pengembangan ilmu pengetahuan, dan pencetak sumber daya manusia unggul," ujarnya, Senin (15/6/2026).

Menurut Brian, sinergi lintas sektor menjadi fondasi penting dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi sekaligus menjawab tantangan pembangunan nasional.

Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Prof Mansyur Ramly, menilai perguruan tinggi swasta saat ini dituntut semakin adaptif terhadap perubahan dan mampu menghadirkan tata kelola yang kuat serta relevan dengan kebutuhan zaman.

Perguruan tinggi swasta memiliki posisi yang sangat strategis dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang berkualitas bagi masyarakat Indonesia.

"Peningkatan mutu akademik, tata kelola yang adaptif, penguatan jejaring kerja sama, serta kemampuan membaca perubahan merupakan agenda bersama yang harus terus diperkuat oleh seluruh perguruan tinggi swasta di Indonesia," ujarnya.

Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Prof Masrurah Mokhtar, menegaskan pentingnya kolaborasi internasional untuk meningkatkan daya saing perguruan tinggi Indonesia.

"Transformasi pendidikan tinggi membutuhkan kolaborasi lintas negara, lintas disiplin ilmu, dan lintas sektor," ucap Prof Masrurah.

Menurutnya, kemitraan lintas sektor dapat mendorong lahirnya inovasi, penelitian yang bermanfaat, serta lulusan yang mampu bersaing di tingkat global.

Dalam forum tersebut, peserta membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari persiapan Rakernas APTISI 2026, penguatan organisasi, hingga berbagai tantangan yang dihadapi perguruan tinggi swasta di Indonesia.

Rektor UMI, Prof Hambali Thalib, mengatakan keikutsertaan UMI dalam forum nasional itu merupakan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi nasional.

"Melalui forum APTISI ini, kami memperkuat sinergi dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia guna menghadirkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang semakin berdampak," ujarnya.

Ia menambahkan, transformasi yang tengah dijalankan UMI, termasuk penguatan tata kelola, digitalisasi layanan kampus, pengembangan budaya riset, dan internasionalisasi, sejalan dengan arah pengembangan pendidikan tinggi yang didorong pemerintah dan APTISI.

 

 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.