Pertandingan Piala Dunia antara Spanyol dan Tanjung Verde menghasilkan salah satu statistik paling aneh dalam sejarah turnamen. Penyerang Spanyol, Mikel Oyarzabal, tidak menyentuh bola sama sekali selama 30 menit pertama, meskipun timnya menguasai permainan dan menciptakan banyak peluang. Penyerang Real Sociedad itu akhirnya mencatat sentuhan pertamanya pada menit ke-31, menjadikannya pemain pertama dalam catatan sejarah yang melewati setengah jam pertama laga Piala Dunia tanpa sekali pun menyentuh bola.
Rekor unik Mikel Oyarzabal dalam laga Spanyol vs Tanjung Verde
Spanyol menghabiskan sebagian besar pertandingan dengan menyerang dan menekan Tanjung Verde di area pertahanan mereka untuk waktu yang lama. Namun Mikel Oyarzabal, yang dimainkan sebagai penyerang tunggal, tetap terisolasi meskipun timnya sangat dominan dalam penguasaan bola.
Statistik tersebut dengan cepat menarik perhatian di dunia maya. Seorang penggemar menulis: “Prediksi sepatu emas saya tidak berjalan dengan baik.”
Penggemar lain menambahkan: “Saya tidak percaya ini mungkin terjadi, bayangkan bermain sepak bola selama 30 menit tanpa menyentuh bola sekali pun, pasti terasa tidak nyata.”
Seorang penggemar ketiga berkomentar: “Ini mungkin statistik paling gila yang pernah saya dengar.”
Yang membuat catatan tersebut semakin mengejutkan adalah dominasi Spanyol atas jalannya pertandingan. La Roja menutup laga dengan 74 persen penguasaan bola dan terus menekan ke depan, namun Oyarzabal tetap kesulitan terlibat dalam permainan di awal pertandingan.
Spanyol ditahan Tanjung Verde berkat penampilan heroik kiper Vozinha
Meski Spanyol menguasai permainan, mereka tidak mampu menembus pertahanan Tanjung Verde yang dikawal oleh kiper Vozinha. Pertandingan berakhir imbang 0-0, memberikan Tanjung Verde satu poin bersejarah dalam debut mereka di Piala Dunia.
Spanyol menciptakan banyak peluang sepanjang laga dan menutup pertandingan dengan 27 tembakan, namun setiap kali mereka nyaris mencetak gol, Vozinha selalu berhasil menggagalkan upaya tersebut. Kiper veteran itu melakukan tujuh penyelamatan penting dan membuat frustrasi para juara Eropa dari awal hingga akhir pertandingan.
Setelah peluit akhir dibunyikan, emosi Vozinha terlihat meluap saat ia menangis karena penampilan gemilangnya. Hasil ini menjadi pencapaian besar bagi Tanjung Verde, yang bertahan dengan disiplin sepanjang pertandingan. Mereka juga hanya melakukan satu pelanggaran selama 90 menit, menunjukkan kontrol luar biasa di bawah tekanan.
Spanyol tentu merasa kehilangan dua poin setelah begitu mendominasi permainan. Namun malam itu juga akan dikenang karena posisi tidak diinginkan Mikel Oyarzabal dalam sejarah Piala Dunia — sebuah rekor yang tak disangka-sangka muncul di laga di mana Spanyol begitu agresif menyerang.