POS-KUPANG.COM, KUPANG- Kegagalan Timnas Spanyol bermain imbang melawan Tanjung Verde pada laga perdana Grup H Piala Dunia 2026 memunculkan kekecewaan pada fans La Roja di Kota Kupang, Provinsi NTT.
Ferdi Seran yang sangat fans berat dengan Spanyol menilai bahwa kesalahan terletak pada pelatih Luis de la Fuente yang terlalu meremehkan lawan.
Pemain pilar seperti Lamine Yamal, Dani Olmo, Nico William justru dicadangkan dan tidak dimasukan sebagai starting babak pertama. Laga awal mestinya bisa merebut poin penuh karena lawan berikutnya akan lebih sulit.
"Awal yang buruk. Saya sedikit kecewa dengan pelatih. Kenapa Yamal, Olmo dan Wiliam dicadangkan. Mereka baru dimainkan di menit akhir, seolah pelatih remehkan lawan. Tapi Saya tetap optimis karena di groupnya semua poin sama, alias hasil imbang semua," kata warga Matani, Penfui Timur, Kabupaten Kupang ini.
Ferdi juga menilai kegagalan Spanyol memetik kemenangan saat ditahan imbang 0-0 oleh tim debutan Tanjung Verde di laga perdana Grup H Piala Dunia 2026 disebabkan oleh buruknya penyelesaian akhir (finishing).
Para pemain Spanyol terlihat kurang bugar untuk meladeni permainan Tanjung Verde yang sangat mengandalkan kekuatan fisik.
Skuad Tim Matador dinilai belum mendapatkan ritme permainan terbaik mereka di turnamen ini, sehingga aliran bola sering kali mudah dipatahkan.
Apalagi penampilan kiper Tanjung Verde, Vozinha, sangat luar biasa dengan melakukan 8 penyelamatan penting yang membuat para penyerang Spanyol frustrasi di lapangan.
"Spanyol harus segera berbenah karena lawan berikutnya dalam laga krusial adalah Arab Saudi. Ini laga hidup mati untuk memuluskan langkah berikutnya jika tidak angkat koper lebih awal," jelas Ferdi Seran.
Melansir hasil pertandingan dari FIFA disebutkan bahwa debutan Piala Dunia FIFA, Tanjung Verde, menampilkan performa luar biasa untuk mengamankan hasil imbang 0-0 melawan salah satu raksasa sepak bola dunia, Spanyol.
Pertandingan perdana Grup H antara Spanyol vs Tanjung Verde berlangsung pada Senin, 15 Juni 2026 pukul 23.00 WIB di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Amerika Serikat.
Negara dengan populasi sedikit di atas 500.000 jiwa itu mampu bertahan menghadapi tim bertabur bintang asuhan Luis de la Fuente, mencatatkan hasil yang akan menggema di seluruh dunia sepak bola.
Tanjung Verde tampil sangat terorganisasi dari lini belakang hingga depan. Meskipun Spanyol, seperti yang diperkirakan, mendominasi penguasaan bola, mereka dibuat frustrasi dalam sebagian besar pertandingan oleh lawan yang bermain penuh semangat dan determinasi tinggi.
Peluang terbaik La Roja pada babak pertama hadir ketika Ferran Torres melepaskan tembakan yang membentur mistar gawang setelah menerima umpan dari Marc Cucurella.
Bola pantul mengarah ke Mikel Oyarzabal yang langsung menyundulnya, tetapi mampu digagalkan oleh penyelamatan gemilang Vozinha.
Kiper Tanjung Verde yang telah berusia 40 tahun itu tampil luar biasa dan kembali melakukan penyelamatan spektakuler untuk menepis sundulan Aymeric Laporte tepat menjelang turun minum.
Blue Sharks juga beberapa kali melakukan serangan ke sepertiga akhir lapangan lawan, memberikan kesempatan bagi lini pertahanan mereka untuk sedikit bernapas.
Pada awal babak kedua, Fabian Ruiz melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak penalti yang melambung di atas mistar. Namun, gelombang serangan Spanyol yang masif tak kunjung terwujud karena Tanjung Verde terus bertahan dengan disiplin.
Pada menit ke-71, De la Fuente memasukkan Lamine Yamal dari bangku cadangan. Kehadiran sensasi remaja tersebut langsung mengubah jalannya pertandingan.
Serangan Spanyol menjadi lebih dinamis dan sulit diprediksi, tetapi Tanjung Verde mampu meredam pergerakannya dengan baik sehingga peluang emas tetap sulit tercipta.
Oyarzabal kembali memperoleh kesempatan menjelang akhir laga, namun tembakannya melenceng dari sasaran. Tanjung Verde pun berhasil mempertahankan hasil imbang dan meraih satu poin bersejarah.(yon)