4 ABK Selamat Dua Hilang, Kapal Pencari Ikan Asal Cirebon Tenggelam di Perairan Lampung
Robertus Didik Budiawan Cahyono June 16, 2026 10:43 AM

Tribunlampung.co.id, Lampung Timur - Dua awak kapal pencari ikan hilang di perairan Muara Kuala Penet, Kabupaten Lampung Timur, Lampung.

Baca juga: KM Arof Dihantam Gelombang Tinggi di Lampung Timur, 2 ABK Masih Hilang

Sementara empat orang lainnya selamat setelah dievakuasi oleh nelayan yang telah menemukan mereka.

Keempat awak kapal pencari ikan asal Cirebon, Jawa Barat tersebut ditemukan terombang-ambing di laut wilayah Lampung Timur.

Mereka adalah awak kapal KM Arof yang dilaporkan mengalami kecelakaan laut saat mencari ikan di wilayah perairan Lampung.

Komandan Tim Rescuer Pos SAR Bakauheni, Feriansyah mengatakan, KM Arof tenggelam setelah dihantam gelombang tinggi, Sabtu (13/6/2026).

“Sekitar pukul 13.00 WIB, cuaca di perairan Muara Kuala Penet mendadak memburuk secara ekstrem. Angin kencang dan gelombang tinggi menghantam lambung kapal hingga kehilangan kendali dan akhirnya tenggelam,” cerita Feriansyah, Senin (15/6/2026).

Dia menceritakan kapal tersebut berangkat melaut dari Cirebon, Jawa Barat sebelum insiden terjadi.

Namun cuaca yang semula normal berubah drastis menjadi ekstrem, ditandai angin kencang dan gelombang tinggi yang menghantam badan kapal hingga tidak dapat dikendalikan.

Saat kapal mulai karam, seluruh ABK terpaksa melompat ke laut untuk menyelamatkan diri. 

Dalam kondisi tersebut, sejumlah nelayan yang kebetulan melintas segera melakukan pertolongan dan berhasil mengevakuasi empat korban dalam keadaan lemas.

Sedangkan dua orang lainnya hilang, yaitu nakhoda KM Arof, Tarno (50), bersama satu anak buah kapal (ABK) bernama Suarna (45).

Upaya pencarian terhadap Tarno dan Suarna terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan, namun kondisi cuaca di wilayah perairan Lampung Timur menjadi kendala utama.

Hujan deras disertai gelombang setinggi 1 hingga 1,5 meter membuat operasi beberapa kali harus dihentikan demi keselamatan petugas.

“Hujan deras dan gelombang setinggi 1 hingga 1,5 meter sempat memaksa operasi pencarian dihentikan sementara demi keselamatan personel dan peralatan,” kata Feriansyah. 

Ia menambahkan, pencarian telah diperluas hingga radius 45 nautical mile dengan mengerahkan dua Search and Rescue Unit (SRU), namun hingga Senin sore kedua korban belum ditemukan.

Operasi pencarian kembali dijadwalkan dilanjutkan dengan penyisiran area yang lebih luas mengikuti arah arus laut. 

Basarnas Lampung juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem di laut serta menekankan perlunya kelengkapan alat keselamatan dan kesiapan kapal sebelum berlayar.

(Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.