UMKM Makanan di Banyumas Menjerit, Harga Bahan Baku dari Mentega Hingga Tepung Terigu Naik
rika irawati June 16, 2026 11:07 AM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Dampak kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax mulai dirasakan pelaku UMKM di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. 

Kenaikan hara Pertamax menambah beban produksi setelah sebelumnya sejumlah harga bahan kebutuhan juga naik.

Pedagang kue bolen, Azwar Rubowo (42) mengatakan, sebelum harga Pertamax naik, sejumlah bahan baku untuk membuat kue bolen sudah naik.

Misalnya, mentega dan gula.

Kemudian, harga plastik untuk bungkus produk juga naik.

Baca juga: Klaim Harga BBM Terjangkau UMR Jateng, Pertamina Disoraki Mahasiswa

Kini, bersamaan dengan naiknya harga Pertamax, harga tepung terigu ikut naik. 

"Terigu biasanya Rp128 ribu per karton, sekarang sudah Rp134 ribu per karton," katanya, Senin (15/6/2026).

Azwar mengatakan, di tengah kenaikan harga bahan baku tersebut, dia belum berani menaikkan harga kue bolen yang dijual.

Sebab, efek kenaikan harga tersebut saat ini telah menurunkan daya beli masyarakat. 

"Harapan kami, masyarakat kecil, jika kenaikan BBM memang sulit dibantah oleh pemerintah, setidaknya, pemerintah harus memikirkan cara menaikan daya beli," ungkapnya. 

Kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax juga menjadi kekhawatiran bagi UMKM penjual aneka snack kering, seperti Sri Andayani (41).

Sri mengatakan, saat ini, karena baru beberapa hari, dampak kenaikan Pertamax belum begitu berpengaruh. 

Tetapi, sebenarnya, UMKM sudah terdampak kenaikan harga akibat mahalnya harga plastik dan bahan baku yang belum turun.

Dia mencontohkan, harga opak srundeng super yang sebelumnya Rp80 ribu per bal, kini naik menjadi Rp85 ribu per bal.

Baca juga: Bupati Banyumas Tolak Perintah Pusat Bikin Pembangkit Listrik dari Sampah: Biaya Mahal

Kemudian, jajanan bangket, sebelumnya Rp70 ribu per bal, kini menjadi Rp75 ribu per bal.

"Ini masih baru kemarin jadi belum terdampak. Tapi, biasanya, kenaikan BBM selalu berdampak terhadap kenaikan harga," ungkapnya. 

Sri berharap, tidak ada kenaikan harga Pertamax lagi, bahkan pemerintah harus menurunkan.

Sebab, sangat berpengaruh terhadap minat beli masyarakat. 

"Kasihan yang pedagang kecil. Semoga bisa normal lagi kaya dulu, jadi sama-sama enak buat masyarakat," harapnya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.