SURYA..co.id, SURABAYA – Di tengah tren positif sektor properti pendidikan, PT Multisarana Intan Eduka Tbk (MSIE) menargetkan pertumbuhan kinerja sebesar 8 persen pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya.
Komisaris Utama MSIE, Agustina Felisia Willeam, menyebut penambahan aset produktif dan kontribusi proyek baru menjadi motor utama.
"Perseroan menargetkan pertumbuhan sekitar 8 persen hingga akhir tahun 2026 ini, seiring penambahan aset produktif dan peningkatan kontribusi dari proyek-proyek yang sedang dikembangkan," ujarnya dalam Public Expose usai RUPS Tahunan di Surabaya, Jawa Timur, Senin (15/6/2026).
Salah satu sumber pendapatan berasal dari pemanfaatan lahan di kawasan Canggu, Bali, yang diproyeksikan memberi tambahan Rp 60 juta per bulan.
Agustina menegaskan lima strategi utama, yaitu diversifikasi portofolio ke luar Surabaya, kontrak sewa jangka panjang, kerja sama dengan lembaga pendidikan internasional, peningkatan kualitas fasilitas, serta ekspansi aset di wilayah strategis, terutama Bali.
Baca juga: Dugaan Penipuan Modus Jual Beli Properti Murah Aset Kredit Macet alias Cessie di Surabaya, 20 Korban
"Sementara itu di tengah prospek yang positif, perseroan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dengan memperhatikan berbagai risiko usaha," tambahnya.
Direktur Utama MSIE, Tanu Widjaja, menekankan optimisme perusahaan setelah mencatat kinerja stabil sepanjang 2025.
"Perseroan berhasil menjaga kinerja yang stabil di tengah tantangan sektor properti dan dinamika ekonomi sepanjang 2025," katanya.
MSIE membukukan pendapatan Rp 6,79 miliar pada 2025, naik 5,92 persen dari tahun sebelumnya, dengan laba neto Rp 254 juta.
Liabilitas ditekan 35,75 persen menjadi Rp 11,95 miliar, sementara ekuitas naik ke Rp 112,98 miliar.
Tingkat okupansi properti mencapai 100 persen, mencerminkan kuatnya hubungan dengan penyewa.
Bali menjadi fokus ekspansi karena bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga pusat pendidikan dan bisnis bagi komunitas ekspatriat.
"Bali memiliki karakteristik yang unik. Selain menjadi tujuan wisata, daerah ini juga menjadi pusat aktivitas bisnis dan tempat tinggal banyak ekspatriat yang memiliki kebutuhan pendidikan internasional yang tinggi," beber Tanu.