Trump Bongkar 'Kartu Rahasia' di Balik Perdamaian AS-Iran, Tekanan Militer Disebut Jadi Kunci
Aura Dewi Arafuru June 16, 2026 02:42 PM

- Presiden AS Donald Trump mengeklaim kesepakatan dengan Iran tercapai berkat tekanan militer yang dilakukan Washington.

Dikutip dari The New York Times, Trump menyebut serangan AS memberi dampak besar dan mendorong Teheran kembali ke meja perundingan.

“Intinya adalah serangan yang kami lakukan itu berdampak besar terhadap tercapainya kesepakatan ini, dampak yang sangat besar,” kata Trump kepada The New York Times, Minggu (14/6).

Trump juga menegaskan bahwa pendekatan keras menjadi kunci tercapainya kesepakatan tersebut.

Ia menilai Iran tidak ingin kembali menghadapi eskalasi konflik yang lebih besar di masa mendatang.

“Mereka tidak menginginkan serangan ketiga,” ujar Trump.

“Mereka ingin tetap hidup,” lanjutnya.

Konflik antara AS, Israel, dan Iran sendiri telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir dan memicu ketegangan di berbagai kawasan Timur Tengah.

Meski sempat tercapai gencatan senjata, situasi di lapangan masih diwarnai aksi saling serang antara pihak-pihak yang terlibat.

Dalam periode tersebut, AS beberapa kali melancarkan operasi militer terhadap target yang diklaim berkaitan dengan kemampuan pertahanan Iran.

Washington juga memperketat tekanan di kawasan Teluk Persia, termasuk di sekitar Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan energi dunia.

Di tengah tekanan tersebut, proses negosiasi antara Washington dan Teheran terus berlangsung hingga akhirnya menghasilkan kesepakatan awal.

Meski demikian, Trump menegaskan kesepakatan tersebut belum sepenuhnya selesai.

Menurutnya, Iran belum akan memperoleh pencairan aset maupun pelonggaran sanksi sebelum menjalankan seluruh komitmen yang telah disepakati.

Kesepakatan itu juga disebut akan menjadi dasar bagi perundingan lanjutan terkait program nuklir Iran.

Trump memastikan pemerintahannya tetap menuntut pembatasan ketat terhadap aktivitas nuklir Teheran.

Ia mengatakan Iran hanya akan diizinkan melakukan pengayaan uranium tingkat rendah yang tidak dapat digunakan untuk kepentingan militer.

Trump pun membandingkan kesepakatan tersebut dengan perjanjian nuklir era Presiden Barack Obama yang selama ini kerap ia kritik.

Menurut Trump, kesepakatan baru akan memberikan pengawasan yang lebih ketat terhadap aktivitas nuklir Iran.

Namun di saat yang sama, Trump tetap melontarkan peringatan keras kepada Teheran.

Ia menegaskan AS tidak akan segan mengambil tindakan militer jika negosiasi nuklir gagal mencapai kesepakatan final.

Ancaman tersebut menunjukkan bahwa hubungan kedua negara masih diliputi rasa saling curiga meski proses perdamaian mulai dibangun.

Di sisi lain, Trump juga menyinggung peran Israel dalam proses negosiasi tersebut.

Ia mengkritik Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang dinilai hampir menggagalkan kesepakatan damai.

Trump menyebut Netanyahu sebagai sosok yang sulit dan terlalu agresif dalam merespons situasi di Iran.

“Dia orang yang sangat sulit,” kata Trump.

Menurut Trump, Israel seharusnya mendukung langkah diplomasi yang sedang dilakukan Washington.

Ia bahkan mengingatkan bahwa kesepakatan damai justru dapat mengurangi ancaman keamanan yang selama ini dikhawatirkan Israel.

Karena itu, ia menilai kesepakatan damai menjadi langkah penting untuk mencegah konflik yang lebih luas di Timur Tengah.

Di sisi lain, Trump memastikan perundingan damai AS dan Iran telah mencapai tahap akhir.

Kesepakatan itu dijadwalkan ditandatangani di Swiss pada Jumat (19/6) mendatang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.