TRIBUNFLORES.COM,LABUAN BAJO-Tim mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menjalankan program pengabdian masyarakat bertajuk SAMUDRA (Sustainability Action in Management of Waste, Usage of Human Resources Development, Rights, and Awareness Tourism in Komodo Village) di Desa Komodo, Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur.
Program ini didukung oleh Diktisaintek Berdampak dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), serta merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Unggul Impactful Untuk Indonesia.
Program SAMUDRA berfokus pada empat bidang utama, yaitu lingkungan, pariwisata, pendidikan, dan kolaborasi berkelanjutan, dengan tujuan mendorong masyarakat Desa Komodo menjadi aktor utama dalam menjaga lingkungan, meningkatkan kapasitas lokal, dan mendukung pariwisata berkelanjutan.
Program Door to Door Education berlangsung pada 8-10 Juni 2026 dengan menyasar 100 Kepala Keluarga (KK) di Desa Komodo. Kegiatan edukasi pemilahan sampah rumah tangga ini melibatkan kunjungan langsung ke rumah warga untuk memberikan edukasi mengenai pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu, serta pendataan rumah sasaran. Program ini menggandeng Ikatan Mahasiswa Pulau Komodo (IMPK), BumDes, dan Kelompok Sadar Wisata sebagai mitra utama.
Baca juga: Gunung Lewotobi Meletus Tinggi Kolom 1000 Meter, 6 Jam Terakhir 3 Kali Gempa Erupsi
Kepala Desa Komodo, Hj. Akhsan menambahkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi dan terlihat dari berbagai cerita serta tanggapan positif yang diterima selama kegiatan berlangsung.
“Saya sangat antusias melihat respons yang muncul dari cerita dan pengalaman warga setelah mengikuti berbagai kegiatan SAMUDRA. Program ini menjadi langkah besar dalam membangun kerja sama antara masyarakat, pemerintah desa, lembaga-lembaga lokal, dan dunia akademik. Harapan kami, program seperti ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat terus berlanjut dan dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan oleh masyarakat Desa Komodo,” tambahnya.
Dari kegiatan sosialisasi pintu ke pintu, sebanyak 100 KK menerima edukasi pemilahan sampah rumah tangga dan terdata sebagai sasaran program. Lima flipbook dikembangkan menjadi modul program bagi warga, sementara warga juga menerima kantong dan totebag ramah lingkungan. Selain itu, kebiasaan awal mengumpulkan plastik untuk bahan eco-brick mulai terbentuk di kalangan warga, dengan total lebih dari 1.000 botol plastik berhasil terkumpul.
Pada 9-13 Juni 2026, tim SAMUDRA menggelar Kelas Bahasa Inggris dengan target Kelompok Pemuda Desa Komodo, terdiri atas Komunitas Komodo Youth Guide, Pokdarwis, dan SMKN Restorasi Pulau Komodo Pelatihan bekerja sama dengan Pemerintah Desa Komodo dan tim UI, dengan materi meliputi basic greeting, menjelaskan atraksi Komodo, memberi arah, hingga menawarkan produk dan jasa lokal kepada wisatawan.
Kegiatan ini diikuti oleh 15 anggota Komodo Youth Guide, 7 anggota POKDARWIS, dan 40 Siswa/i. Sebanyak 55 modul pelatihan dan media poster diberikan sebagai penunjang materi. Peningkatan keterampilan komunikasi ini diharapkan membuka peluang ekonomi dan mendukung citra pariwisata Desa Komodo.
Sementara itu, Kelas Eco-Brick yang berlangsung pada 9-14 Juni 2026 menyasar 66 siswa kelas 7-9 SMPN 4 Satap Pulau Komodo. Pelatihan ini mengajak siswa mengenali masalah sampah plastik serta mengumpulkan dan mempraktikkan pembuatan eco-brick.
Sebagai hasilnya, 66 siswa memahami konsep sampah plastik dan eco-brick, serta mampu memilah, membersihkan, dan memadatkan plastik ke dalam botol.
Terkumpul sekitar 50 botol eco-brick sebagai target instalasi, yang kemudian dimanfaatkan sebagai bagian dari instalasi kreatif, termasuk pembuatan tempat sampah dari rangkaian eco-brick. Sebanyak 90 modul, paket alat tulis, dan delapan poster turut diberikan sebagai media pembelajaran.
Tak hanya itu, Tim SAMUDRA juga menyediakan 1 Drop Box bagi warga Desa Komodo sebagai bentuk berkelanjutan
Secara keseluruhan, program SAMUDRA diharapkan menjadi sarana masyarakat agar menghasilkan lingkungan yang lebih tertata dan paham akan pemanfataanya, terjadinya peningkatan soft skill bagi kelompok muda Desa Komodo, dan kolaborasi antara sekolah, desa, komunitas, dan mitra semakin kuat.