TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas B Palu menyatakan telah berkoordinasi dengan BPBD Kota Palu terkait dampak gempa berkekuatan magnitudo 6,7 yang terjadi pada Selasa (16/7/2026) pukul 11.27 WITA.
Berdasarkan hasil koordinasi sementara, tidak terdapat kerusakan material yang signifikan dan kondisi masyarakat dalam keadaan aman.
Tim Basarnas Palu juga telah dikerahkan menuju Auditorium Universitas Tadulako (UNTAD) untuk melaksanakan asesmen terhadap laporan robohnya sebagian plafon bangunan akibat dampak gempa pukul 13.00 WITA.
Basarnas Palu juga mencatat hingga pukul 13.30 WITA tercatat telah terjadi 21 kali gempa susulan berdasarkan data BMKG.
Kepala Basarnas Palu Muh Rizal mengatakan gempa bumi dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah terdampak antara lain Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Poso, dan Kabupaten Tojo Una-Una.
Baca juga: Gempa M 6,7 Guncang Sulteng: Plafon Kantor Bupati Sigi Ambruk, 2 Hotel Alami Kerusakan
Guncangan gempa itu, lanjut dia, menyebabkan kepanikan masyarakat yang berhamburan keluar rumah maupun bangunan untuk menyelamatkan diri.
"Berdasarkan hasil koordinasi sementara dengan instansi terkait, belum terdapat laporan korban jiwa (hingga pukul 13.30 WITA). Pendataan terhadap dampak dan kerusakan akibat gempa masih terus dilakukan," kata dia dalam keterangan resmi Basarnas Palu pada Selasa (16/6/2026).
Dia juga mengatakan Basarnas Palu terus melakukan pemantauan perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya.
Baca juga: BREAKING NEWS: Gempa M 6,7 Guncang Palu, BMKG Minta Warga Waspadai Guncangan Susulan
"Personel dan peralatan SAR dalam kondisi siaga untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kondisi kedaruratan," ujarnya.
Berdasarkan informasi dari lapangan, dilaporkan plafon di area lobi Kantor Bupati Sigi ambruk di lantai akibat guncangan Gempa.
Gedung yang beralamat di Desa Bora, Kecamatan Sigi Kota, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah tersebut mengalami kerusakan pada area dalam dan sudut luar bangunan.
Selain material plafon, guncangan gempa juga memicu kerusakan pada dinding.
Terlihat beberapa retakan baru muncul di sejumlah sudut gedung.
Saat insiden plafon ambruk tersebut terjadi, suasana di dalam kantor dilaporkan cukup tegang.
Terdapat dua personel Satpol PP yang sedang melaksanakan tugas piket di meja depan.
Selain personel Satpol PP, beberapa anggota Pemadam Kebakaran (Damkar) kebetulan juga sedang berada di lokasi.
Beruntung, para petugas berhasil menyelamatkan diri dari reruntuhan material.
Satpol PP Kabupaten Sigi, Asyid, menegaskan bahwa informasi yang menyebut Kantor Bupati Sigi runtuh tidak benar.
“Kami minta informasi itu diralat. Bukan kantor bupatinya yang runtuh, tetapi plafon di bagian lobi kantor bupati yang ambruk,” ujar Asyid saat ditemui di lokasi.
Bukan hanya itu, sejumlah rumah warga di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dilaporkan mengalami kerusakan.
Belum diketahui angkat pasti bangunan rusak akibat gempa tektonik tersebut.
Namun, beberapa warga Kecamatan Nokilalaki memposting kondisi bangunan rumahnya setelah kejadian.