Festival Nelayan Cilacap 2026 Digelar Juli, Ajang Pameran Tradisi Maritim
rival al manaf June 16, 2026 06:10 PM

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Aroma kemeriahan Festival Nelayan 2026 mulai terasa di Kabupaten Cilacap setelah pemerintah daerah menyiapkan berbagai agenda baru yang diproyeksikan mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus mengangkat potensi budaya dan ekonomi masyarakat pesisir.

Pemerintah Kabupaten Cilacap saat ini mematangkan seluruh persiapan penyelenggaraan Festival Nelayan 2026 yang akan berlangsung selama enam hari, mulai 6 hingga 11 Juli 2026, dengan rangkaian kegiatan budaya, pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Cilacap , Budi Narimo, mengatakan Festival Nelayan merupakan salah satu agenda budaya terbesar di Kabupaten Cilacap yang memiliki peran penting dalam menjaga tradisi masyarakat pesisir sekaligus mendukung sektor pariwisata daerah.

“Festival ini bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenalkan kekayaan tradisi maritim Cilacap kepada masyarakat yang lebih luas,” ujarnya.

Tahun ini, penyelenggaraan festival akan menghadirkan agenda baru berupa Kirab Jolen Tunggul yang diharapkan mampu menambah daya tarik bagi wisatawan maupun masyarakat lokal.

“Kami mencoba menghadirkan sesuatu yang berbeda agar festival semakin hidup dan memberikan pengalaman baru bagi para pengunjung,” kata Budi.

Rangkaian kegiatan akan diawali pada 6 Juli 2026 dengan ziarah ke Karangbandung yang kemudian dilanjutkan tasyakuran di Pendopo Wijayakusuma Cakti sebagai bagian dari tradisi yang telah berlangsung turun-temurun.

“Setelah prosesi tasyakuran, masyarakat dapat menyaksikan Kirab Jolen Tunggul yang akan bergerak dari Titik Nol Kilometer Cilacap menuju Pendopo Wijayakusuma Cakti pada sore hari,” jelasnya.

Puncak Festival Nelayan 2026 akan berlangsung pada 7 Juli melalui prosesi Larung Jolen yang menjadi simbol rasa syukur masyarakat nelayan atas hasil laut yang telah menjadi sumber penghidupan mereka.

“Larung Jolen memiliki makna yang sangat mendalam karena mencerminkan hubungan masyarakat nelayan dengan laut sekaligus bentuk penghormatan terhadap warisan budaya leluhur,” ungkap Budi.

Prosesi budaya tersebut akan dimulai dari Pendopo Wijayakusuma Cakti dan dilanjutkan dengan arak-arakan menuju Pantai Teluk Penyu yang selama ini menjadi lokasi utama pelaksanaan tradisi larung.

Selain menampilkan kekayaan budaya maritim, Festival Nelayan 2026 juga akan diramaikan Expo dan Bazar UMKM di Alun-alun Cilacap yang berlangsung sepanjang 6 hingga 11 Juli 2026.

“Kami ingin festival ini memberi dampak ekonomi yang lebih luas sehingga pelaku UMKM lokal juga dapat merasakan manfaat dari meningkatnya kunjungan masyarakat dan wisatawan,” tuturnya.

Agenda lainnya yang turut memeriahkan festival adalah Grand Final Pemilihan Duta Wisata Kabupaten Cilacap pada 8 Juli 2026 yang akan menjadi wadah promosi pariwisata melalui peran generasi muda.

“Generasi muda memiliki kontribusi besar dalam memperkenalkan potensi wisata daerah melalui kreativitas dan inovasi yang mereka miliki,” katanya.

Budi berharap seluruh rangkaian Festival Nelayan 2026 dapat berjalan aman, lancar, dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta dunia pariwisata Kabupaten Cilacap.

“Harapan kami festival tahun ini mampu menarik lebih banyak wisatawan, memperkuat identitas budaya maritim Cilacap, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” pungkasnya. (ray)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.