Pertalite Langka di SPBU Sekayu, Warga Terpaksa Beli Eceran Rp13 Ribu per Liter Demi Hindari Antrean
tarso romli June 16, 2026 08:27 PM

Baca juga: Dampak Pertamax Naik, Warga Palembang Rela Antre Pertalite Sejak Pagi Buta


SRIPOKU.COM, SEKAYU – Sejumlah lapisan masyarakat di Kota Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Provinsi Sumatera Selatan, mengeluhkan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini memicu lonjakan harga jual Pertalite di tingkat pedagang eceran (Pertamini) akibat sulitnya warga mendapatkan pasokan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga BBM Pertalite di tingkat pengecer yang sebelumnya berkisar Rp12.000 per liter, kini merangkak naik menjadi Rp13.000 per liter.

Kendati mengalami kenaikan harga yang cukup membebani pengeluaran rumah tangga, banyak pengendara yang mengaku tidak memiliki pilihan lain demi menjaga mobilitas harian mereka.

Yuliani, seorang ibu rumah tangga di Sekayu, mengaku lebih memilih membelanjakan uangnya di tingkat pengecer dari pada harus menghabiskan waktu mengantre di SPBU hingga puluhan menit, terlebih saat dirinya sedang berkendara membawa anak-anak.

"Kalau nekat mengantre di SPBU demi mengejar harga resmi, antreannya bisa memakan waktu sampai 30 menit lebih. Kasihan kalau membawa anak kecil kepanasan. Jadi terpaksa membeli Pertalite eceran meskipun harganya jauh lebih mahal. Biasanya beli 3 liter cukup Rp36.000, sekarang harus keluar uang sampai Rp39.000," ungkap Yuliani kepada Sripoku.com, Selasa (16/6/2026).

Pengendara Mobil Buang Waktu 1 Jam 

Keluhan senada juga diutarakan oleh Ruzi Iskandar, seorang pengemudi mobil dinamis warga Sekayu.

Untuk memastikan kelancaran operasional kerja sehari-hari, ia terpaksa berburu Pertalite eceran dari sejumlah kios eceran yang sudah menjadi langganan kepercayaannya.

Menurut Ruzi, jika dirinya memaksakan diri masuk ke jalur antrean SPBU, waktu produktifnya untuk bekerja akan habis di jalan karena antrean kendaraan roda empat yang mengular panjang.

"Karena stok Pertalite di SPBU sering kosong dan susah didapatkan, saya terpaksa beli eceran di tempat yang sudah terpercaya agar kendaraan tetap bisa jalan untuk bekerja. Bayangkan, kalau mau mengisi Pertalite 20 liter saja di SPBU, antreannya bisa 1 jam lebih. Waktu yang terbuang cukup banyak, sehingga kalkulasi ekonominya mending beli eceran saja," cetus Ruzi kecewa.

Warga Berharap Kembali Normal

Melalui momentum ini, para pengguna kendaraan di Bumi Serasan Sekate menaruh harapan besar kepada pihak PT Pertamina (Persero) maupun Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk segera mengevaluasi rantai pasok dan menambah kuota distribusi ke daerah.

"Kami sangat berharap ketersediaan Pertalite di SPBU bisa kembali normal secepatnya, sehingga kami tidak lagi bergantung pada BBM eceran yang harganya mencekik pengeluaran sehari-hari. Pemerintah juga diharapkan bisa menstabilkan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax agar selisih harganya tidak terlalu jauh, jadi antrean di jalur subsidi tidak sampai mengular sepanjang ini," harap Ruzi.

Baca juga: Harga Pertalite Eceran di Musi Rawas Naik Jadi Rp 13.000 Per Liter, Pilih Antre Berjam-jam di SPBU

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.