TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Camat Tamalate Muhammad Aril Syahbani mengimbau seluruh ketua RT dan RW untuk meningkatkan pengawasan lingkungan selama pelaksanaan Piala Dunia 2026.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi meningkatnya aktivitas masyarakat, khususnya kegiatan nonton bareng (nobar) yang diperkirakan berlangsung hingga malam dan dini hari.
Aril mengatakan, euforia Piala Dunia tetap harus diimbangi dengan upaya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
“Piala Dunia ini momentum kebersamaan masyarakat, tetapi jangan sampai menimbulkan gangguan di lingkungan. Karena itu kami minta RT dan RW aktif melakukan pengawasan dan pengaturan di wilayah masing-masing,” ujarnya saat dihubungi Tribun Timur, Selasa (16/6/2026).
Salah satu langkah yang ditekankan yakni melakukan pendataan titik-titik lokasi nobar di setiap wilayah.
Warga, komunitas, maupun pelaku usaha yang akan menggelar nobar di fasilitas umum diminta berkoordinasi dan melapor kepada ketua RT dan RW setempat.
Menurutnya, pendataan dilakukan agar pemerintah wilayah mengetahui lokasi berkumpulnya masyarakat sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan lebih awal.
“Kalau titik nobarnya terdata, kita bisa mengantisipasi sejak awal. Mulai dari pengaturan keamanan, parkir, sampai koordinasi dengan aparat jika diperlukan,” katanya.
Selain pendataan, RT dan RW juga diminta memperhatikan kapasitas lokasi nobar agar tidak terjadi penumpukan massa.
Penggunaan pengeras suara menjadi perhatian lain yang ditekankan selama pertandingan berlangsung.
RT dan RW diimbau mengingatkan penyelenggara agar menjaga volume audio, terutama saat pertandingan digelar hingga larut malam dan dini hari agar tidak mengganggu kenyamanan warga.
Aril juga meminta masyarakat segera membubarkan diri setelah pertandingan selesai dan tidak melakukan konvoi yang berpotensi mengganggu ketenteraman lingkungan.
“Setelah pertandingan selesai, kami harap warga langsung kembali ke rumah masing-masing. Tidak perlu konvoi atau berkumpul terlalu lama yang bisa menimbulkan kebisingan,” jelasnya.
Penataan parkir kendaraan pengunjung nobar turut diminta menjadi perhatian agar tidak menghambat akses jalan warga.
“Jangan sampai parkiran ini mengganggu aksesibilitas warga atau menjadi sumber keributan. Ini juga penting untuk diperhatikan,” ucapnya.(*)