Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Bagi Komang Arya Ganesh dan Dimas Syafiq Sumantri, dua bocah berusia 13 tahun asal Lampung, jalinan tali sepatu dan sepakan bola di atas rumput hijau adalah jembatan yang mengantarkan mereka pada mimpi terbesar seluruh anak bangsa, mengenakan lambang Garuda di dada.
Baca juga: Berpengalaman ke Malaysia, Dua Pelajar Lampung Lolos Masuk Timnas Sepak Bola Indonesia
Langkah kaki kedua pelajar ini dipastikan mencetak sejarah baru dalam hidup mereka. Komang dan Dimas resmi mengamankan tempat di skuad Garuda Muda Indonesia untuk bertarung di ajang bergengsi AFC Football Tournament 2026 di Hanoi, Vietnam.
Didampingi doa restu orang tua yang membuncah, keduanya menjalani prosesi pelepasan resmi di Kemenpora RI, Jakarta, sebelum resmi terbang ke Vietnam pada Selasa (16/6/2026).
Perjalanan menuju jersey merah-putih tidaklah didapat secara instan. Manajer Garuda Muda, Wiwik Juwita Sari, menceritakan bagaimana kedua putra daerah Lampung ini harus menyisihkan ratusan talenta muda lainnya dari berbagai penjuru Nusantara dalam proses penyaringan yang menguras fisik dan mental.
"Kalau untuk seleksi, banyak sekali yang ikut, mungkin ada ratusan peserta dari seluruh Indonesia," ujar Wiwik, Selasa (16/6/2026).
Namun, radar tim pemandu bakat (talent scouting) tidak bisa bohong. Performa apik, kedisiplinan, dan ketajaman visi bermain yang ditunjukkan Komang dan Dimas saat membela tim di kejuaraan sebelumnya di Malaysia, membuat tim pelatih tanpa ragu memanggil mereka kembali untuk mengisi dua slot utama di kategori U-14.
"Karena mereka sudah punya pengalaman ke Malaysia sebelumnya, jadi ya kami panggil kembali," tambah Wiwik.
Di balik ketangguhan mereka mengolah si kulit bundar, ada tangan-tangan hangat orang tua yang tak pernah lelah memberi dukungan.
Komang Arya Ganesh Nararya Nayottama, remaja kelahiran Bandar Lampung, 2 September 2012 yang kini mengecap pendidikan di SMP Xaverius Terbanggi Besar, tumbuh besar dari didikan kasih sayang pasangan I Nengah Aryata dan Made Sri Widyawati.
Lewat pembinaan di SSB BE ONE UNITED, komitmen keluargalah yang menjadi jangkar bagi Komang untuk terus berlatih di tengah padatnya jadwal sekolah.
Begitu pula dengan Dimas Syafiq Sumantri. Bocah kelahiran Kotabumi, 5 Oktober 2012, yang kini menempuh studi di Jannatunaim International College Bandar Lampung ini, merupakan buah hati dari pasangan Bambang Sumantri dan Putri Wulan Kartika Sari.
Bagi kedua orang tua Dimas, melihat putranya berbaris mengenakan seragam tim nasional adalah bayaran tunai atas setiap tetes keringat dan waktu yang mereka korbankan selama mengantar Dimas latihan.
Kini, Vietnam sudah di depan mata. Turnamen ini bukan sekadar urusan menang atau kalah di atas lapangan hijau, melainkan ruang pendewasaan karakter, mental, dan pembuktian bagi dua bocah Lampung bahwa keterbatasan fasilitas di daerah bukan penghalang untuk mengguncang panggung internasional.
Melalui doa yang dipanjatkan dari rumah-rumah sederhana di Lampung, masyarakat Bumi Ruwa Jurai kini melepaskan Komang dan Dimas.
Berlari dan berjuanglah, Garuda Muda! Kubur rasa minder, karena di kaki kalian, sejuta harapan bangsa ini sedang dipertaruhkan.
( Tribunlampung.co.id / Hurri Agusto )