TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Hari kedua pencarian tim SAR gabungan masih belum berhasil menemukan jasad Muhamad Rido Hafis (12), seorang remaja yang dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Pemali, Desa Prupuk, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, pada Senin (15/6/2026) lalu.
Operasi pencarian orang hilang ini terus dilakukan dengan memperluas metode penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Namun, kondisi sungai yang terlampau dalam, arus bawah yang sangat kuat, serta minimnya jarak pandang di bawah air menjadi tantangan besar bagi para personel tim di lapangan.
“Pencarian pada hari kedua berfokus pada titik terakhir korban terlihat menggunakan metode selam, body rafting, dan menggunakan LCR. Menimbang informasi dari keluarga dan masyarakat bahwa kedalaman air berkisar 6–7 meter dengan kemungkinan korban masih berada di dasar air atau tersangkut di bawah,” ujarnya memberikan keterangan pada Selasa (16/6/2026).
Baca juga: Santriwati Tenggelam di Curug Kanesia Baturraden saat Kegiatan Outing Class
Hingga Selasa sore, tim SAR gabungan juga mengakui belum melihat tanda-tanda keberadaan survivor di sekitar area pencarian.
Sebelum tim SAR resmi diterjunkan ke lokasi, pihak keluarga dan warga sekitar sempat melakukan upaya pencarian secara mandiri. Namun, upaya tradisional tersebut belum membuahkan hasil, sehingga perangkat desa setempat kemudian meminta bantuan Unit Siaga SAR Brebes untuk turun tangan.
Sementara itu, SRU 2 difokuskan menyisir aliran sungai menggunakan metode body rafting dari titik awal kejadian hingga mencapai radius sekitar 6 kilometer ke arah hilir sungai.
Adapun SRU 3 menggunakan armada perahu LCR dengan teknik penyisiran dan pembuatan pusaran air buatan di sekitar lokasi terakhir korban terlihat, dengan harapan tubuh korban bisa terangkat. Meski berbagai metode telah dilakukan secara maksimal, hingga operasi hari kedua berakhir, korban tetap belum berhasil ditemukan.
“Kendala dan tantangan tim di lapangan adalah kedalaman yang cukup dalam berkisar 6–7 meter, jarak pandang bawah air yang terbatas, serta arus bawah air yang deras. Besar harapan semoga survivor yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan,” pungkasnya menutup laporan. (Pet)