Pipa Minyak Pertamina di Gunung Megang Bocor Lagi, Warga Cemas Kebakaran dan Air Sumur Tercemar
tarso romli June 16, 2026 11:27 PM

Baca juga: Sebut Lalai Menjaga Aset, Ketua DPRD PALI Minta PT Medco Tanggung Jawab Dampak Kebocoran Pipa Minyak


SRIPOKU.COM, MUARA ENIM – Warga Dusun 3, Desa Tanjung Terang, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, dilingkupi rasa cemas yang mendalam. Hal ini menyusul kembali bocornya pipa jalur distribusi minyak mentah milik PT Pertamina (Persero) UP Limau yang melintasi kawasan pemukiman padat penduduk di wilayah tersebut.

Warga mengeluhkan pola penanganan dari pihak perusahaan yang dinilai hanya melakukan perbaikan darurat dan bersifat sementara, bukan peremajaan secara permanen.

Akibatnya, kebocoran kerap berulang dan kini memicu kekhawatiran massal terkait risiko kebakaran besar serta pencemaran lingkungan terhadap sumur-sumur warga yang menjadi sumber utama air bersih.

Berdasarkan data di lapangan, sedikitnya ada 7 kepala keluarga (KK) yang rumah dan lahannya terdampak langsung oleh pencemaran minyak mentah tersebut.

Ketujuh warga tersebut yakni Mustakim (58), Malauwani (50), Heri Adlani (35), Peson (43), Suparman (45), Rahmat (49), dan Pahrul (51).

"Kejadian kebocoran di titik ini sudah beberapa kali terjadi. Namun, penanganannya selama ini hanya sementara tidak permanen, sehingga wajar kalau kembali jebol dan bocor lagi. Pipa bawah tanah ini diduga sudah korosi berat, harusnya dilakukan peremajaan total dengan diganti pipa baru," tegas Mustakim, salah satu warga yang terdampak, Selasa (16/6/2026).

Empat Titik Kebocoran

Menurut Mustakim, indikasi kebocoran pipa minyak milik Pertamina UP Limau tersebut awalnya mulai diketahui warga pada Minggu (14/6/2026) siang sekitar pukul 11.00 WIB.

Setelah ditelusuri, setidaknya ditemukan ada empat titik rembesan krusial yang posisinya sangat dekat dengan pekarangan rumah warga.

Mustakim menyayangkan sikap korporasi yang terkesan lambat melakukan standardisasi infrastruktur vital tersebut.

Metode perbaikan klem (penjepit pipa) yang selama ini diandalkan terbukti tidak efektif membendung tekanan minyak pada badan pipa yang sudah rapuh.

"Saat ini genangan minyak sudah masuk ke pekarangan. Kami sangat membutuhkan pasokan air bersih yang aman. Kami mendesak Pertamina segera membersihkan lingkungan kami, mengecek kondisi sumur, serta memberikan ganti rugi materiil yang konkret atas kerugian ini. Masih beruntung kebocoran ini cepat ketahuan sebelum ada percikan api," harapnya cemas.

Desak Pertamina Lakukan Perbaikan Permanen

Kapolres Muara Enim, AKBP Hendri Syaputra, melalui Kapolsek Gunung Megang, AKP KMS Erwin, membenarkan adanya insiden kebocoran pipa minyak Pertamina yang mencemari pemukiman warga di Dusun 3 Desa Tanjung Terang tersebut.

"Saat ini tim teknis Pertamina memang sudah berada di lapangan untuk melakukan penutupan pipa yang bocor. Mereka juga sedang melakukan pembersihan cairan minyak di halaman rumah warga serta mengambil sampel air dari sumur-sumur yang terdampak untuk diuji laboratorium," ujar AKP KMS Erwin saat dikonfirmasi.

Berdasarkan analisa dan pemetaan di TKP, Kapolsek menegaskan bahwa penyebab utama kebocoran diduga kuat akibat kondisi infrastruktur pipa besi yang sudah termakan usia (korosi) serta kurangnya pemeliharaan secara berkala dan menyeluruh (preventive maintenance).

"Ini kejadian berulang. Kami meminta pihak Pertamina UP Limau segera melakukan langkah taktis berupa perbaikan permanen, jangan hanya diklem jangka pendek karena badan pipa sudah rapuh. Jika dibiarkan, taruhannya adalah keselamatan warga dari risiko kebakaran hebat serta ancaman kerusakan lingkungan (air dan tanah)," tegas Kapolsek.

Guna mengantisipasi situasi, jajaran personel Polsek Gunung Megang terus disiagakan di sekitar lokasi guna memastikan keamanan area dan mencegah terjadinya aksi massa.

Pihak kepolisian bersama Pemerintah Desa (Pemdes) setempat juga tengah mendata kerugian materiil warga secara rinci sebagai dasar pemenuhan hak-hak ganti rugi oleh pihak perusahaan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.