Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) mencatat sebanyak 787 rumah rusak di lima kecamatan akibat gempa bumi yang terjadi di daerah tersebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sigi Henri Kusuma mengatakan untuk rincian bangunan rusak di wilayah itu yakni 707 rumah rusak ringan, 68 rusak sedang dan 12 rusak berat.
"Data sementara hingga malam ini terdapat 17 desa yang tersebar di lima Kecamatan yakni Sigi Kota, Palolo, Nokilalaki, Tanambulava dan Lindu yang terdampak parah akibat gempa bumi," kata Henri di Sigi, Selasa.
Dia mengemukakan total warga terdampak gempa bumi di kabupaten Sigi mencapai 912 Kepala keluarga dengan 1.412 jiwa.
"Jadi ada satu warga meninggal dunia, 42 orang luka ringan dan 13 warga luka berat. Semua korban sudah ditangani tim kesehatan dari puskesmas serta RSUD Torabelo," sebutnya.
Sementara itu, Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae memastikan seluruh penanganan bagi masyarakat terdampak di Desa Kamarora A dan Kamarora B Kecamatan Nokilalaki tepat sasaran dan optimal.
"Saya sudah kumpulkan kepala OPD teknis terkait guna mempercepat langkah-langkah pemulihan di wilayah terdampak bencana gempa bumi," ucap Rizal.
Dia memerintahkan BPBD, kades dan camat untuk bersinergi dalam menyelesaikan data kerusakan rumah dalam waktu 1x24 jam.
"Kami juga sudah mulai mendistribusikan makanan, air bersih, dan pendirian tenda darurat di Kecamatan Nokilalaki dan Palolo," ujarnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan peristiwa gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu, Sulteng, pada Selasa pukul 10.27 WIB.
BMKG mengonfirmasi bahwa episentrum atau pusat gempa bumi tersebut terletak di darat pada koordinat 1,13 derajat Lintang Selatan (LAS) dan 120,23 derajat Bujur Timur (BT) atau tepatnya berlokasi di 42 kilometer arah tenggara Kota Palu.





