TRIBUNSHOPPING.COM - Lantai yang sudah dipel seharusnya terasa bersih, segar, dan nyaman dipijak.
Tetapi, tidak sedikit orang yang justru mendapati lantainya mengeluarkan bau amis atau tidak sedap setelah proses mengepel selesai.
Kondisi ini tentu mengganggu kenyamanan dan membuat rumah terasa kurang higienis.
Bau amis pada lantai sebenarnya tidak selalu berasal dari lantai itu sendiri.
Dalam banyak kasus, penyebabnya justru berasal dari kebiasaan membersihkan yang kurang tepat, penggunaan alat pel yang kotor, hingga pemilihan cairan pembersih yang tidak sesuai.
Baca juga: 7 Bahan Alami yang Bisa Hilangkan Bau Tidak Sedap di Kulkas
Agar lantai tetap bersih dan harum setelah dipel, penting untuk mengetahui berbagai kesalahan yang sering dilakukan saat membersihkan lantai.
Berikut beberapa penyebab lantai menjadi bau amis setelah dipel yang perlu dihindari.
1. Menggunakan Kain Pel yang Kotor
Salah satu penyebab paling umum adalah kain pel yang jarang dicuci atau tidak dikeringkan dengan benar setelah digunakan.
Kain pel yang lembap dalam waktu lama menjadi tempat berkembang biaknya bakteri, jamur, dan mikroorganisme penyebab bau.
Ketika kain pel tersebut digunakan kembali, kotoran dan bakteri justru menyebar ke seluruh permukaan lantai.
Akibatnya, lantai terlihat bersih tetapi mengeluarkan aroma amis yang tidak sedap.
Baca juga: 6 Cara Mudah Hilangkan Noda Darah Nyamuk di Dinding Pakai Bahan Seadanya
2. Air Pel Jarang Diganti
Banyak orang mengepel seluruh rumah hanya dengan satu ember air.
Padahal, air yang sudah bercampur debu, minyak, dan kotoran akan menjadi semakin keruh seiring proses pembersihan berlangsung.
Jika air pel tidak diganti secara berkala, kotoran yang sudah terangkat dari satu ruangan justru berpindah ke area lain.
Selain membuat lantai kurang bersih, kondisi ini juga dapat memicu munculnya bau amis setelah lantai mengering.
3. Tidak Menyapu sebelum Mengepel
Mengepel tanpa menyapu atau menggunakan vacuum cleaner terlebih dahulu merupakan kesalahan yang cukup sering terjadi.
Campuran tersebut dapat menghasilkan aroma tidak sedap, terutama jika terdapat sisa bahan organik yang mulai membusuk.
Oleh karena itu, selalu bersihkan debu dan kotoran kering sebelum mulai mengepel.
Baca juga: 7 Hal yang Bikin Tikus Tidak Betah Bersarang di Rumah dan Langsung Kabur
4. Pakai Terlalu Banyak Cairan Pembersih
Banyak orang menganggap semakin banyak cairan pembersih yang digunakan, semakin bersih pula lantainya.
Faktanya, penggunaan cairan pel secara berlebihan justru dapat meninggalkan residu pada permukaan lantai.
Residu ini dapat menangkap debu dan kotoran dengan lebih mudah.
Lama-kelamaan, lapisan tersebut menjadi tempat berkembangnya bakteri yang menimbulkan bau amis atau apek.
5. Lantai Tidak Segera Dikeringkan
Lantai yang terlalu lama dalam kondisi basah berpotensi menimbulkan bau tidak sedap.
Kelembapan berlebih dapat memicu pertumbuhan jamur dan bakteri, terutama pada area yang minim sirkulasi udara.
Jika memungkinkan, buka jendela atau nyalakan kipas angin setelah mengepel agar proses pengeringan berlangsung lebih cepat dan merata.
Baca juga: 10 Tips Rahasia agar Lantai Tidak Bau Amis setelah Dipel, Wajib Dicoba
6. Saluran Pembuangan di Sekitar Lantai Kotor
Terkadang sumber bau amis bukan berasal dari lantai, melainkan dari saluran pembuangan yang berada di kamar mandi, dapur, atau area cuci.
Saat lantai dipel, kelembapan dapat membuat aroma dari saluran tersebut menjadi lebih terasa.
Jangan hanya fokus membersihkan lantai. Pastikan saluran air juga dibersihkan secara rutin agar tidak menjadi sumber bau yang menyebar ke seluruh ruangan.
7. Menggunakan Air yang Sudah Tercemar
Air yang digunakan untuk mengepel juga berpengaruh terhadap hasil akhir kebersihan lantai.
Air yang berbau, mengandung endapan, atau berasal dari penampungan yang kurang bersih dapat meninggalkan aroma amis setelah lantai mengering.
Pastikan selalu menggunakan air bersih dan segar saat mengepel agar lantai benar-benar higienis dan bebas bau.
Baca juga: 9 Cara Efektif Hilangkan Bau Prengus di Rumah setelah Olah Daging Kambing
8. Ada Sisa Makanan atau Cairan yang Tidak Dibersihkan Tuntas
Tumpahan susu, kuah makanan, ikan, atau bahan mentah lainnya sering kali meninggalkan residu yang tidak terlihat.
Jika area tersebut hanya dipel tanpa dibersihkan secara menyeluruh, sisa bahan organik dapat menimbulkan bau amis saat bereaksi dengan kelembapan.
Sebelum mengepel, pastikan noda dan sisa makanan dibersihkan terlebih dahulu menggunakan lap atau cairan pembersih yang sesuai.
9. Jarang Membersihkan Ember dan Peralatan Pel
Selain kain pel, ember dan gagang pel juga perlu dibersihkan secara rutin.
Peralatan yang terus-menerus terkena air kotor bisa menjadi sarang bakteri dan menimbulkan bau tidak sedap.
Setelah digunakan, cuci seluruh peralatan pel hingga bersih lalu keringkan sebelum disimpan.
Kebiasaan sederhana ini bisa membantu menjaga lantai tetap harum dan higienis.
Dengan menghindari berbagai kesalahan di atas, lantai tidak hanya tampak bersih tetapi juga bebas bau amis setelah dipel.
Perawatan yang tepat pada alat kebersihan, penggunaan air bersih, serta teknik mengepel yang benar akan membantu menciptakan lingkungan rumah yang lebih sehat, nyaman, dan segar setiap hari.
Baca ulasan produk selengkapnya di aplikasi TribunX. Unduh melalui Play Store dan App Store.
(TribunShopping.com/Nina Yuniar)