Diawali dengan terjawabnya teka-teki penyebab kematian satu keluarga saat menginap di kawasan glamping Taman Wisata Alam Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
Selanjutnya Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang menjadi sorotan setelah terekam menghindari pertanyaan wartawan usai rapat tertutup bersama DPR RI.
Terakhir sosok Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon dari Fraksi Gerindra, Nana Kencanawati, menjadi sorotan setelah komentar di media sosialnya menuai kritik publik.
Berikut selengkapnya:
Baca juga: Jatim Terpopuler: Juara Festival Nasional Reog Ponorogo 2026 hingga Bupati Wajibkan ASN Masuk KDMP
Kasus meninggalnya satu keluarga saat menginap di kawasan glamping Taman Wisata Alam Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, akhirnya menemukan titik terang.
Hasil penyelidikan kepolisian memastikan keempat korban meninggal akibat keracunan karbon monoksida.
Karbon monoksida (CO) adalah gas beracun yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa, sehingga sulit dideteksi tanpa alat khusus.
Karbon monoksida sangat berbahaya karena bisa menggantikan oksigen dalam darah.
Otak dan jantung sangat sensitif terhadap kekurangan oksigen, sehingga bisa berhenti bekerja jika paparan terlalu lama atau terlalu tinggi.
Korban dalam kejadian ini terdiri atas pasangan suami istri, Muhammad Ali Munawar dan Maghfirah, serta dua anak mereka, Bagas Amar Hakiki dan Alvino Evan Hakim.
Mereka ditemukan tidak bernyawa di dalam tenda glamping yang ditempati pada 27 Mei 2026.
BACA SELENGKAPNYA >>>
Sosok Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang menjadi sorotan setelah terekam menghindari pertanyaan wartawan usai rapat tertutup bersama DPR RI.
Dalam momen tersebut, Nanik terlihat berjalan cepat menuju mobilnya dengan pengawalan ketat tanpa memberikan penjelasan terkait pertanyaan media.
Pertanyaan yang dilontarkan wartawan berkaitan dengan pembahasan anggaran BGN dan implementasi program motor listrik.
Sikap tersebut menarik perhatian publik karena Nanik diketahui pernah memiliki latar belakang sebagai wartawan sebelum menjabat di pemerintahan.
Sikap Nanik yang kabur sambil membentak wartawan itu terekam video Kompas.com saat meliput rapat BGN dengan DPR RI pada Senin (15/6/2026).
Rapat yang digelar tertutup itu salah satunya membahas soal anggaran BGN untuk program makan bergizi gratis (MBG).
Usai keluar dari rapat tertutup, Nanik yang merupakan mantan wartawan Tabloid Bangkit itu kabur saat ditanya wartawan seperti dimuat YouTube Kompas.com.
Nanik mengelak saat dicecar pertanyaan oleh awak media mengenai realisasi anggaran motor listrik.
BACA SELENGKAPNYA >>>
Sosok Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon dari Fraksi Gerindra, Nana Kencanawati, menjadi sorotan setelah komentar di media sosialnya menuai kritik publik.
Komentar tersebut dinilai menghina fisik seorang pendemo yang menyuarakan penolakan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Polemik bermula dari aksi demonstrasi Aliansi Mahasiswa Cirebon di depan Gedung DPRD Kota Cirebon.
Setelah mendapat kecaman dari masyarakat, Nana akhirnya menyampaikan permohonan maaf dan mengakui komentarnya tidak mencerminkan sikap seorang pejabat publik.
Tak hanya dinilai merendahkan, ucapan yang ditulis Nana juga dianggap mengandung unsur body shaming terhadap seorang ibu yang ikut berorasi dalam aksi demonstrasi mahasiswa di Kota Cirebon.
Polemik bermula ketika beredar video aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Cirebon di depan Gedung DPRD Kota Cirebon pada Senin (15/6/2026).
Dalam video yang viral di media sosial itu, tampak seorang ibu bernama Mak Denok menyampaikan kritik keras terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Orasi tersebut kemudian memancing beragam tanggapan dari warganet, termasuk dari Nana Kencanawati.
BACA SELENGKAPNYA >>>