TRIBUNNEWS.COM - Timnas Prancis memulai kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-1 atas Senegal pada laga Grup I di New York New Jersey Stadium, Rabu (17/6/2026) dinihari WIB.
Namun kemenangan Les Bleus bukan hanya soal tiga poin. Sorotan utama tertuju kepada sang kapten, Kylian Mbappe, yang mencatatkan dua rekor bersejarah sekaligus dalam satu pertandingan.
Sebelumnya, Football Enthusiast Gigih dalam Podcast Super Taktik menilai peran Mbappe akan semakin sentral bagi Prancis di Piala Dunia 2026.
Menurutnya, Didier Deschamps membangun tim di sekitar sang bintang, yang kini bertransformasi dari winger menjadi ujung tombak utama.
"Mbappe jelas akan menjadi tumpuan dari Deschamps. Dia memiliki pemain kunci dan membangun tim di sekeliling pemain kunci itu," ujar Gigih saat berbincang di Podcast Super Taktik di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Prediksi tersebut terbukti sejak laga pertama. Saat Prancis sempat kesulitan membongkar pertahanan Senegal, Mbappe kembali tampil sebagai pembeda.
Meski berstatus unggulan, Prancis tidak langsung mendominasi pertandingan. Senegal justru beberapa kali mengancam lebih dulu melalui Nicolas Jackson dan Ismaila Sarr.
Baca juga: Hasil Klasemen Piala Dunia 2026 - Prancis Puncaki Grup I, Mbappe Elegan Jawab Tudingan Miring
Jackson bahkan sempat menjebol gawang Mike Maignan, tetapi gol tersebut dianulir karena offside.
Prancis baru menemukan ritme permainan setelah jeda. Desire Doue memberi sinyal kebangkitan sebelum Michael Olise dan Mbappe memaksa Edouard Mendy melakukan sejumlah penyelamatan penting.
Kebuntuan akhirnya pecah ketika umpan cerdik Olise diselesaikan Mbappe menjadi gol.
Gol tersebut membuat pemain Real Madrid itu menyamai rekor Olivier Giroud sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Timnas Prancis dengan 57 gol.
Tak berhenti sampai di situ, Mbappe kembali mencatatkan namanya dalam buku sejarah. Setelah Bradley Barcola dan Ibrahim Mbaye saling bertukar gol pada fase akhir pertandingan, Mbappe melepaskan tembakan spektakuler dari luar kotak penalti untuk memastikan kemenangan Prancis 3-1.
Gol kedua itu sekaligus menjadi gol ke-58 Mbappe untuk Timnas Prancis, membuatnya resmi melewati catatan Giroud dan berdiri sendirian sebagai top skor sepanjang masa Les Bleus.
Malam bersejarah Mbappe tidak berhenti pada rekor gol sepanjang masa Timnas Prancis.
Dua gol ke gawang Senegal juga membuat koleksi golnya di putaran final Piala Dunia mencapai 14 gol, menjadi pemain paling banyak untuk Prancis di Piala Dunia.
Jumlah tersebut melewati rekor legenda Prancis, Just Fontaine, yang selama puluhan tahun memegang rekor 13 gol di ajang Piala Dunia.
Yang lebih mengesankan, Mbappe mencatatkan 14 gol tersebut hanya dari 13 kali menjadi starter di Piala Dunia.
Perjalanan gol Mbappe di turnamen terbesar dunia dimulai pada edisi 2018 saat membantu Prancis menjadi juara.
Ia kemudian semakin tajam pada Piala Dunia 2022 dengan torehan delapan gol, termasuk hattrick di final melawan Argentina.
Kini, dua gol tambahan di Piala Dunia 2026 membuatnya semakin dekat dengan rekor dunia.
Baca juga: Senyum Lega Deschamps, Pelatih Timnas Prancis sempat Ketakutan Senegal Memberikan Luka
Setelah memecahkan dua rekor sekaligus, target berikutnya sudah menanti.
Mbappe kini mengoleksi 14 gol di putaran final Piala Dunia dan hanya berjarak dua gol untuk menyamai rekor milik Miroslav Klose yang mencetak 16 gol.
Artinya, tiga gol tambahan akan membuat Mbappe berdiri sendirian sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.
Melihat usianya yang masih 27 tahun, peluang tersebut sangat terbuka. Apalagi Prancis kembali datang sebagai salah satu favorit juara dengan skuad bertabur bintang.
Jika Mbappe membawa Prancis ke final dan mencetak gol di laga puncak, ia akan menjadi pemain yang pernah mencetak lima gol final Piala Dunia.
Mbappe sendiri menegaskan bahwa target utamanya bukanlah rekor individu.
"Saya bermain untuk meninggalkan jejak dalam sejarah negara saya, membawa tim mencapai final, dan memenangkan Piala Dunia. Selebihnya hanya akan menjadi bagian dari perjalanan karier saya," kata Mbappe.
Kemenangan atas Senegal juga memperkuat keyakinan bahwa Prancis masih menjadi kandidat kuat juara. Tantangan berikutnya adalah menghadapi Irak pada laga kedua fase grup, Selasa (23/6), lalu Norwegia pada Sabtu (27/6)
Jika terus menjaga produktivitasnya, bukan tidak mungkin Piala Dunia 2026 akan menjadi panggung bagi Mbappe untuk memecahkan salah satu rekor paling prestisius dalam sejarah sepak bola dunia.
(Tribunnews.com/Tio)