Sajian 1.000 Bacang Akan Jadi Pembeda di Festival Pasir Padi VII 19-21 Juni 2026
suhendri June 17, 2026 09:50 AM

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Pemerintah Kota Pangkalpinang akan menyelenggarakan Festival Pasir Padi VII di kawasan wisata Pantai Pasir Padi, Kelurahan Temberan, Kecamatan Bukit Intan, 19-21 Juni 2026.

Festival tahunan tersebut akan dimeriahkan dengan beragam agenda budaya, hiburan rakyat, bazar UMKM, hingga tradisi telur berdiri dan penyajian 1.000 bacang pada momen Pecun.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, Yan Rizana, mengatakan, Festival Pasir Padi telah menjadi agenda rutin Pemerintah Kota Pangkalpinang sekaligus bagian dari upaya mengangkat potensi wisata dan budaya daerah.

"Festival Pasir Padi ini memang rutin digelar setiap tahun dan tahun ini merupakan pelaksanaan yang ketujuh. Kegiatannya akan berlangsung mulai 19 sampai 21 Juni dan dipusatkan di kawasan wisata Pantai Pasir Padi," kata Yan kepada Bangka Pos, Selasa (16/6/2026).

Ia menambahkan, selama tiga hari pelaksanaan Festival Pasir Padi VII nanti, masyarakat akan disuguhkan berbagai rangkaian kegiatan yang memadukan unsur budaya, olahraga, hiburan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sejumlah agenda yang disiapkan antara lain bazar UMKM, color run, festival budaya bacang, festival layangan, atraksi barongsai, hingga tradisi menegakkan telur atau telur berdiri yang menjadi bagian dari perayaan Pecun.

Menurut Yan, tradisi telur berdiri menjadi salah satu momen yang selalu dinantikan masyarakat dalam Festival Pasir Padi karena dipercaya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu saat perayaan Pecun atau Duanwu Festival.

"Pada hari puncak nanti juga akan ada tradisi mendirikan telur saat momen Peh Cun (Pecun). Ini menjadi salah satu daya tarik budaya yang setiap tahun cukup dinanti masyarakat," ujarnya.

Tidak hanya itu, Festival Pasir Padi VII juga akan menghadirkan sesuatu yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya, yakni penyajian 1.000 bacang sebagai simbol kebersamaan dan pelestarian budaya.

Yan mengatakan, ribuan bacang tersebut akan disajikan untuk menyambut festival sekaligus menjadi representasi nilai gotong royong lintas masyarakat di Kota Pangkalpinang.

"Tahun ini ada pembeda, yakni hadirnya 1.000 bacang. Bacang ini disajikan sebagai simbol kebersamaan, gotong royong, dan pelestarian warisan budaya yang sudah diwariskan secara turun-temurun," tuturnya.

Bacang atau bakcang merupakan kuliner tradisional Tionghoa yang umumnya terbuat dari beras ketan dengan isian lauk, dibentuk menyerupai limas segitiga dan dibungkus menggunakan daun bambu, daun pisang, dan ada pula yang menggunakan daun pandan.

Kehadiran bacang lekat dengan perayaan Pecun yang juga menjadi bagian dari keberagaman budaya masyarakat di Bangka Belitung.

Selain menyajikan 1.000 bacang, Festival Pasir Padi VII juga akan dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya, seperti tari kolosal, tari cimaki, atraksi seni tradisional, batik bacang, hiburan rakyat, hingga pertunjukan budaya pesisir.

Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap festival tersebut tidak hanya menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mampu mendorong sektor pariwisata, menggerakkan UMKM lokal, sekaligus memperkuat pelestarian budaya di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Harapannya festival ini dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya yang dimiliki Pangkalpinang," kata Yan. (t2)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.