Sebuah kisah pilu dialami seorang pria bernama Jayrius Ong. Ia didiagnosis mengalami gagal ginjal stadium akhir dan rutin menjalani dialisis atau cuci darah.
Jayrius merupakan salah satu kapten atau sopir bus SMRT termuda di Singapura yang kerap membagikan konten edukatif dan humoris seputar profesinya. Di usia 23 tahun, ia harus berjuang melawan penyakitnya dan terus mencari donor organ lewat platform TikTok.
Di balik senyum dan konten ramahnya yang menghibur ratusan ribu penonton, Jayrius secara terbuka mengetuk hati netizen, karena sangat membutuhkan donor ginjal sesegera mungkin.
Divonis Gagal Ginjal Stadium Akhir di Usia 21 Tahun
Kisahnya bermula saat di hari ulang tahunnya yang ke-21. Jayrius sangat terobsesi dengan sistem transportasi umum dan langsung mendaftar sebagai sopir bus.
Salah satu syarat mutlak tes kelulusan adalah menjalani pemeriksaan medis rutin. Alih-alih merayakan ulang tahunnya, Jayrius justru mendapatkan telepon mendesak dari pihak klinik.
Mereka memintanya untuk segera datang ke unit gawat darurat (UGD) rumah sakit. Di sana, dokter mendiagnosis kedua ginjalnya telah gagal berfungsi total.
"Saya sebagian besar merasa mati rasa, sebagian besar menyangkal. Saya tidak terlalu percaya pada apa yang saya alami," kenang Jayrius yang sempat mengira dokter telah salah mendiagnosisnya, dikutip dari .
Sejak saat itu, setiap hari Selasa dan Sabtu pukul 7 pagi tubuhnya harus terhubung dengan mesin dialisis selama empat jam. Hal ini berfungsi untuk membuang cairan berlebih dan racun dari darahnya melalui kateter yang ditanam di dada.
Jayrius mengaku prosedur tersebut sangat menguras fisiknya secara ekstrem. Ia kerap merasa lelah dan harus menahan kram kaki yang hebat setelah sesi dialisis. Rasa depresi bahkan sempat membuatnya kehilangan hasrat untuk melanjutkan hidup.
Cari Donor di Media Sosial
Beruntung, perusahaan transportasi SMRT yang ia tuju bersedia menerimanya bekerja paruh waktu selama empat hari seminggu. Jadwal ini disesuaikan agar Jayrius tetap bisa menjalani dua kali sesi dialisis mingguan.
Meski menyandang status sebagai pasien gagal ginjal, Jayrius tidak mau manja. Ia menjalani shift sore hingga pukul 1 pagi, mengemudikan bus selama sembilan setengah jam setiap hari, sama persis dengan durasi kerja rekan-rekannya yang sehat.
Kini, fokus utamanya di luar menyetir bus adalah berjuang menemukan donor ginjal yang cocok melalui bantuan video viralnya di TikTok. Targetnya, ia bisa mendapatkan transplantasi ginjal pada kuartal ketiga tahun 2026 ini.
Alasannya, kateter yang saat ini terpasang di dadanya memiliki risiko infeksi yang sangat tinggi. Jayrius bahkan sempat dilarikan ke ruang operasi akibat infeksi parah yang membuatnya menggigil hebat tanpa henti di tengah sesi cuci darah.
Melalui video-video pendeknya di TikTok, Jayrius tidak hanya ingin mencari donor, tetapi juga ingin mendobrak stigma buruk dunia kerja di Singapura yang kerap menganggap pasien gagal ginjal tidak lagi produktif atau tidak mampu bekerja.
"Transplantasi akan berarti segalanya. Saya bisa merasa seperti mendapatkan kembali seluruh kehidupan normal saya," tutur Jayrius penuh harap.
"Saya ingin orang melihat saya sebagai manusia normal. Saya mungkin memiliki kondisi tertentu, tetapi saya masih dapat melakukan apa pun yang ingin saya lakukan."





