Update Kasus Investasi Bodong di Tarakan, Korban Cerita Awal Mula Tergiur hingga Kerugian
Amiruddin June 17, 2026 11:14 AM

 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Simak update terbaru kasus investasi bodong di Tarakan, korban cerita awal mula tergiur hingga jumlah kerugian yang diderita.

Satu per satu korban RA, terduga kasus investasi bodong di Tarakan, Kalimantan Utara, perlahan mulai angkat bicara. 

Salah satunya pria berinisial R, yang saat ini bekerja di salah satu kafe di Tarakan.

R yang ditemui media mengungkapkan awal mulanya tergiur melakukan investasi.

Bermula scrool medsos, ia temukan akun pribadi RA yang memposting dan menjanjikan paket investasi, dan kembalinya lebih banyak dari yang diinvestasikan. 

Waktu itu bulan April 2026 seingatnya.

Dan ia sebelumnya memang memantau akun tersebut, dan lama-lama tertarik. karena promosi yang dilakukan RA cukup membuatnya tertarik.

"Awal saya kenal di bulan 4.  

Berlanjutlah saya investasikan.

Bulan April tanggal 21 saya investasikan Rp5 juta.

Kemudian pada bulan Mei 2026, kembali Rp 7 juta," ujar R, korban dugaan investasi bodong.

 

Baca juga: 38 Orang Diduga Jadi Korban Investasi Bodong di Tarakan, Kerugian Capai Rp 1 Miliar, Begini Modusnya

Karena mendapat keuntungan Rp 2 juta, ia tertarik lagi investasikan dalam jumlah banyak yakni Rp 20 jutaan.

Saat itu RA janjikan bisa kembali di angka Rp 30 juta.

Tak lama, di akun pribadi RA membuat story di akun medsos Instagram bahwa sedang bermasalah dengan keuangannya.

"Dia bikin story.

Dia juga bermasalah uangnya hilang.

Terus itu di situ saya chat.

 Saya minta uang pokok saya sudah, karena saya takutnya dia tidak bisa kembalikan.

Pas saya chat, dia bilang tidak bisa.

Soalnya tunggu jatuh tempo.

 Terus itu saya tunggu-tunggu.

Pada akhirnya, ternyata dia kena masalah jualan," urainya.

RA saat itu menyuruh R, korbannya bersama tanpa kepastian.

Ketika R minta bertemu, saat itu ada mediasi bersama 5 orang.

"Dia pilih-pilih saja orangnya nih.

Terus itu tempatnya juga ada yang ngatur," ujarnya.

Selanjutnya tak ada kabar lagi setelah pertemuan.

R mengungkapkan nekat berani menginvestasikan uangnya karena berhasil diyakinkan R oleh promosi posting yang membuatnya tertarik dan yakin.

"Terus saya tergiurlah dengan postingannya.

Sebelumnya saya belum pernah investasi ini pengalaman pertama saya.

Akunnya sebelumnya kan saya pantau, saya lihat hasilnya transparan semua," jelasnya.

Nanti saat RA memosting story kehilangan uang, barulah ia khawatir.

Kata R, RA mengaku warga Tarakan.

Dan keluarganya juga banyak di Tarakan salah satunya di Beringin.

"Saya pernah datang ke rumahnya, ketemu bapaknya sama kakaknya.

Respon keluarganya bagus.

Cuma katanya anaknya lagi ngurus yang bawa lari uangnya.

Jadi dia belum bisa ketemu kalian dulu katanya dia, harus sabar," ungkapnya.

 

Baca juga: Sosok ‘Sultan Bontang’, Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Penipuan Investasi Bodong

Akun RA sendiri kata R, saat itu ada 3.000 pengikut atau followers.

Saat ini akunnya juga sudah hilang atau kemungkinan disembunyikan.

Namun ia punya bukti screenshoot transferan dan percakapan by DM ke RA.

Terakhir ia komunikasi dengan RA hanya di-read dan RA tidak membalas by WA.

"Dia  hilang.

Terus kalau di chat tidak balas. 

Sekarang masih aktif chatnya cuma gak pernah dibalas.

WA centang dua tapi gak aktif centang warna birunya," bebernya.

R melanjutkan, uang Rp 20 juta tersebut ia kumpulkan kurang lebih setahun bekerja di salah satu kafe, dan rumah makan di Tarakan sebagai CS.

R juga mengakui tiap bulan gaji ia terima Rp2,4 juta dan ia sisihkan Rp1,5 juta kadang juga Rp1,8 juta ditabung tiap bulannya.  

Sisanya ia pakai jajan dan kadang juga berikan orangtua.

"Sisanya buat makan atau jajan," tukasnya. 

(*)

Penulis: Andi Pausiah

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.