TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Dua peristiwa kebakaran terjadi di Kecamatan Bondowoso, Selasa (16/6/2026) malam. Salah satunya menimpa rumah milik warga yang nyaris hangus karena memperbaiki HP (handphone) sambil dicas (charge).
Rumah tersebut milik Suud (65), warga Desa Kembang, Kecamatan Bondowoso. Api berhasil dikendalikan sebelum melalap seluruh bangunan.
Meski demikian, sejumlah barang elektronik dan perabot rumah tangga mengalami kerusakan akibat terbakar. Di antaranya satu unit speaker, trafo, kipas angin, raket nyamuk, serta telepon seluler.
Baca juga: Melihat Penjamasan Keris 1 Suro di Juara DAcademy asal Bondowoso, Merawat Pusaka dan Tradisi
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika Suud sedang memperbaiki telepon seluler sambil mengisi daya baterai. Tak lama kemudian muncul percikan api yang langsung menyambar barang-barang di sekitarnya.
Selain kebakaran rumah warga, insiden serupa juga terjadi pada malam yang sama di sebuah gedung kosong yang sudah tidak digunakan di Jalan Cokroaminoto, Kecamatan Bondowoso.
Menurut Kabid Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Bondowoso, Vara Tedy, kebakaran gedung tersebut diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah di sekitar lokasi. Percikan api yang terbawa angin kemudian merembet ke bangunan.
"Diduga setelah bakar sampah, kemudian (api) merembet ke gedung," terang Vara Tedy saat dikonfirmasi, Rabu (17/6/2026).
Baca juga: Warga dan Pengusaha Bondowoso Swadaya Hingga Rp 262 Juta. Perbaiki Jalan 7,5 Km dan Drainase 15 Km
Tidak ada korban jiwa dalam dua kejadian kebakaran yang berlangsung dalam rentang waktu berdekatan tersebut. Namun, kebakaran di rumah Suud menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp5 juta.
"Keduanya tidak ada korban jiwa," tegasnya.
Tedy mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama karena wilayah Bondowoso telah memasuki musim kemarau. Kondisi cuaca yang kering dan angin yang cukup kencang dinilai dapat mempercepat penyebaran api.
Ia juga mengimbau warga yang melakukan pembakaran sampah untuk tidak meninggalkan lokasi sebelum api benar-benar padam guna mencegah kebakaran meluas ke area sekitar.
"Karena anginnya juga kencang dan kondisi lingkungan kering. Jadi, khas musim kemarau," tambahnya.