TRIBUNJATENG.COM - Misteri kematian Choiriyah alias Puji (47), seorang perempuan penyandang disabilitas yang ditemukan meninggal dunia di kamar mandi rumah kos di Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, mulai menemukan titik terang.
Polisi kini telah mengamankan seorang pria berinisial S yang tak lain merupakan kakak kandung korban.
Pria tersebut diduga terlibat dalam tindak kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Saat ini, Satreskrim Polres Jombang masih terus mendalami kronologi lengkap dan motif di balik peristiwa yang menggegerkan warga tersebut.
Baca juga: Tulang Belulang Bayi Dibungkus Hijab, Polisi Bongkar Praktik Aborsi Dukung Kampung
Korban ditemukan meninggal dunia di kamar mandi sebuah rumah kos di wilayah Jogoroto pada Jumat (12/6/2026).
Sejak penemuan jasad korban, penyidik melakukan serangkaian penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Hasil penyelidikan mengarah kepada S yang diketahui tinggal bersama korban di rumah kos tersebut.
Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan terduga pelaku.
"Terduga pelaku yang telah kami amankan adalah kakak kandung korban," ucap AKP Dimas kepada Tribunjatim.com, Rabu (17/6/2026).
Korban dan terduga pelaku diketahui berasal dari Dusun Pajaran, Desa Peterongan, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang.
Dalam kesehariannya, keduanya tinggal bersama di sebuah rumah kos yang berada di Desa Jogoroto.
Meski telah mengamankan terduga pelaku, polisi mengaku belum dapat mengungkap motif secara utuh karena kondisi psikologis yang bersangkutan masih belum stabil.
Penyidik hingga kini masih berupaya menggali keterangan lebih lanjut guna menyusun rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum korban ditemukan meninggal dunia.
"Karena kondisi yang bersangkutan belum stabil, keterangan yang diperoleh masih sangat terbatas. Kami belum bisa mendalami motif secara menyeluruh," katanya.
Polres Jombang memastikan proses penyidikan akan terus berjalan dengan melibatkan pemeriksaan saksi serta pendalaman alat bukti yang telah dikumpulkan.
Dalam upaya mengungkap penyebab kematian korban, polisi melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam Choiriyah di Tempat Pemakaman Umum Islam Dusun Pajaran, Desa Peterongan, pada Minggu (14/6/2026).
Proses tersebut melibatkan tim penyidik Satreskrim Polres Jombang, personel Polsek Peterongan, serta dokter forensik dari RS Bhayangkara Kediri.
Hasil pemeriksaan forensik menemukan sejumlah luka pada tubuh korban yang diduga berkaitan dengan tindak kekerasan sebelum kematian terjadi.
Tim forensik menemukan memar pada beberapa bagian tubuh, mulai dari kepala, wajah, leher, dada, lengan, pinggang hingga paha.
Selain itu, ditemukan pula luka lecet dan patah tulang pada dua jari tangan kiri korban.
Temuan tersebut kini menjadi salah satu alat bukti penting yang sedang dianalisis penyidik dalam proses penyidikan.
Kasus ini sebelumnya mengundang perhatian warga setelah korban ditemukan meninggal dunia di kamar mandi kos pada Jumat siang.
Korban dievakuasi sekitar pukul 11.45 WIB. Salah satu penghuni kos yang tinggal berdekatan dengan lokasi kejadian mengaku ikut membantu proses evakuasi bersama warga lainnya.
Menurut keterangan saksi, saat itu kakak korban menyampaikan bahwa korban diduga terjatuh di kamar mandi hingga tidak sadarkan diri.
Namun sejumlah warga menilai terdapat kondisi fisik korban yang memunculkan tanda tanya.
"Saat membantu mengangkat korban, saya melihat ada lebam di sekitar mata dan bagian pergelangan tangan.
Kondisinya sudah meninggal dunia," ucap N kepada Tribunjatim.com, Minggu (14/6/2026).
Hingga kini polisi masih terus mendalami seluruh fakta dan bukti yang ada guna mengungkap secara utuh penyebab kematian Choiriyah serta memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.