– Pernyataan mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, kini tengah ramai disorot publik setelah kendaraannya diduga dipasang alat pelacak oleh Orang Tak Dikenal (OTK). Di saat bersamaan, pernyataan Tiyo mengenai Presiden Prabowo Subianto yang dinilai memuat unsur dugaan penghinaan juga menuai respons dan kecaman luas dari masyarakat, salah satunya dari tokoh agama Tuan Guru Batak Syekh Dr. H. Ahmad Sabban el-Rahmaniy Rajagukguk pada Selasa (16/6/2026).
Tuan Guru Batak menyampaikan keprihatinannya yang mendalam terhadap apa yang diutarakan oleh Tiyo Ardianto. Menurutnya, meskipun hak menyampaikan kritik dan kebebasan berpendapat dijamin bagi setiap warga negara dalam iklim demokrasi, kebebasan tersebut harus tetap berlandaskan pada etika, moralitas, serta adab yang baik sebagai cerminan bangsa Indonesia yang berbudaya, beragama, dan berlandaskan Pancasila.
Ia menegaskan bahwa perbedaan pandangan terhadap jalannya roda pemerintahan merupakan hal yang lumrah, namun tidak boleh diwujudkan dalam bentuk cacian, cercaan, makian, maupun penghinaan kepada pihak lain. Terlepas dari polemik dugaan penghinaan tersebut, Tuan Guru Batak juga menyampaikan harapannya agar pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tetap fokus menghadirkan kebijakan yang berpihak pada masyarakat luas, khususnya bagi kelompok rentan yang sedang menghadapi tekanan situasi ekonomi.