SRIPOKU.COM, BANYUASIN – Buaya muara sepanjang sekitar empat meter yang selama ini meresahkan warga akhirnya berhasil ditangkap warga secara beramai-ramai, Rabu (17/6/2026).
Buaya raksasa itu muncul di wilayah Desa Muara Telang dan Desa Muara Telang Marga, Kecamatan Sumber Marga Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.
Reptil yang kerap muncul di aliran sungai tersebut ditangkap setelah terlihat berada di sebuah parit yang airnya sedang surut.
Mengetahui keberadaan buaya yang selama ini membuat warga waswas, masyarakat langsung berinisiatif melakukan penangkapan menggunakan peralatan sederhana.
Plt Camat Sumber Marga Telang, Putra Samudera, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan warga hanya menggunakan tali dan kayu untuk menjerat serta menahan buaya agar tidak menyerang saat proses penangkapan berlangsung.
"Saya ikut berada di lokasi saat penangkapan. Warga tidak menggunakan senjata apa pun, hanya tali dan kayu untuk menahan buaya agar tidak menyerang," ujar Putra kepada Sripoku.com, Rabu (17/6/2026).
Proses penangkapan berlangsung cukup dramatis dan memakan waktu sekitar dua jam. Dengan mengandalkan keberanian dan kerja sama, warga berusaha menjerat buaya sebelum akhirnya berhasil menariknya ke daratan.
Setelah berhasil diamankan, warga secara hati-hati mengikat bagian mulut, kaki, dan tubuh buaya untuk mencegah hewan tersebut memberontak maupun menyerang.
"Buaya itu panjangnya sekitar empat meter. Setelah berhasil diamankan, langsung dibawa ke rumah kepala desa sebelum diserahkan kepada BPBD Banyuasin," jelas Putra.
Selanjutnya, petugas BPBD Banyuasin yang datang ke lokasi melakukan evakuasi dan membawa buaya tersebut ke penangkaran di Kabupaten Ogan Ilir.
Menurut Putra, sebelumnya tim dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Pekanbaru sempat datang untuk melakukan penangkapan. Namun saat itu buaya tidak muncul sehingga upaya tersebut belum berhasil.
"Setelah tim KKP pulang, beberapa hari kemudian warga melihat buaya berada di parit. Dari situlah warga berinisiatif menangkapnya," katanya.
Ia menambahkan, warga sengaja menangkap buaya tanpa menyakitinya karena mengetahui satwa tersebut merupakan hewan yang dilindungi.
Selain itu, sebagian masyarakat juga masih memiliki kepercayaan tertentu terkait keberadaan buaya di wilayah tersebut.
Dari hasil pemeriksaan petugas dan pakar satwa yang mendampingi BPBD, diketahui kondisi buaya sedang kurang sehat. Pada bagian leher juga ditemukan bekas luka lama yang diduga berasal dari jeratan tali.
"Saat diperiksa, buaya ini ternyata sedang sakit dan ada bekas luka jeratan tali yang sudah lama di bagian leher. Mungkin itu sebabnya saat ditangkap tidak terlalu agresif," ungkap Putra.
Dengan tertangkapnya buaya muara tersebut, warga di dua desa kini merasa lebih tenang.
Sebelumnya, masyarakat mengaku mengurangi aktivitas di sekitar sungai karena khawatir diserang buaya yang kerap muncul di perairan setempat.