Update Kecelakaan Tabrakan Kapal di Perairan Labuan Mas Kotabaru, Pelni Buka Suara
Irfani Rahman June 17, 2026 02:47 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Satu kapal yang terlibat pada Insiden kecelakaan laut di Perairan Labuan Mas, Kabaupaten Kotabaru masih belum teridentifikasi.

Dari sejumlah potongan video yang beredar di saat evakuasi, Kapal Pelni diduga terlibat dalam insiden yang memakan satu korban jiwa dan satu nelayan hilang ini.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, kepala Cabang Pelni Kotabaru -Tanah Bumbu, Anita Lestari, juga belum bisa memastikan apakah penyebab pecahnya kapal nelayan Mega Harapan tertabrak kapal Pelni rute Makassar - Batulicin. 

"Kami masih menunggu hasil identifikasi dari pihak terkait. Karena hasil koordinasi dengan kapal Pelni saat kejadian dalam perjalanan dari Makassar ke Batulicin tidak ada kejadian tersebut," balasnya saat dihubungi.

Baca juga: BREAKING NEWS- Kecelakaan Kapal di Perairan Labuan Mas Kotabaru, Satu ABK Meninggal, Satu Hilang

Baca juga: BREAKING NEWS- Heboh Dugaan Percobaan Rudapaksa di Pelaihari Tanahlaut, Terduga Pelaku Pelajar

Pihaknya juga masih menunggu kejelasan identifikasi dan akan mengabarkan update terbaru.

Diketahui, insiden maut menimpa tujuh nelayan asal desa Hilor Muara saat berlayar dari arah Pulau Sambar Gelap Menuju Desa Tanjung Serudung, Selasa (16/6/2026) pagi.

Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 09.00 wita, saat memasuki Perairan Labuan Mas.

Empat dari lima ABK yang selamat, saat kejadian tengah istirahat tidur. Sedangkan satu orang lainnya memasak di bagian belakang kapal.
Kelima ABK baru sadar saat kapal sudah pecah dua dan berusaha bertahan di atas puing kapal yang mengapung.

Sebab itulah kapal yang terlibat dalam insiden maut ini tidak diketahui korban sekaligus saksi.

Sementara itu, dari laporan yang masuk ke pihak Kepolisian dan tim pencarian, kapal yang diduga terlibat dalam tabrakan itu berwarna biru putih. 

Suasana duka juga mewarnai saat evakuasi kelima korban yang dibawa nelayan lain ke daratan di Desa Labuan Mas.

Masing-masing korban selamat, Bahahrudin, Muhammad Soleh, Amirudin, Alimudin, dan Usman harus membopong jenazah Muhammad Alwi sang juragan kapal yang meninggal. 

Sedangkan ABK lainnya bernama Gilang (23) masih dalam proses pencarian karena hilang saat peristiwa kecelakaan.

 (Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.