Pemkab Kobar Siapkan Gerakan Santuni 1.000 Anak Yatim pada 10 Muharram 1448
Sri Mariati June 17, 2026 03:05 PM

TRIBUNKALTENG.COM, PANGKALAN BUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) menegaskan, komitmennya dalam memperkuat jaring pengaman sosial, khususnya bagi anak-anak yatim, bertepatan dengan momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. 

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan pengajian dan santunan anak yatim, yang digelar di Pondok Pesantren Darussalam, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pangkalan Banteng, Selasa (16/6/2026). 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kobar, Rody Iskandar, yang hadir mewakili Bupati Kobar menyampaikan pesan mendalam mengenai makna bulan Muharram yang dikenal sebagai "bulannya anak yatim". 

Dalam sambutannya, Rody Iskandar menegaskan bahwa kepedulian terhadap anak yatim bukan hanya anjuran agama, tetapi juga merupakan tanggung jawab sosial yang harus dipikul bersama oleh seluruh elemen masyarakat. 

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan lembaga keagamaan, termasuk Pondok Pesantren Darussalam, yang secara konsisten melaksanakan kegiatan santunan anak yatim sejak tahun 2005. 

Sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah daerah, Rody mengungkapkan bahwa Pemkab Kobar berencana menggelar gerakan massal santunan bagi anak yatim pada 10 Muharram mendatang. 

"Insyaallah nanti pada tanggal 10 Muharram akan ada gerakan menyantuni 1.000 Anak Yatim yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat," ungkapnya. 

Menurutnya, kegiatan yang dilaksanakan di Desa Sidomulyo tersebut diharapkan menjadi stimulan bagi masyarakat agar semakin peka terhadap kondisi sosial di lingkungan sekitar, terutama anak-anak yang kehilangan orang tua. 

Rody berharap tidak ada anak yatim di Kabupaten Kotawaringin Barat yang mengalami putus sekolah maupun kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari akibat kurangnya perhatian dari lingkungan sekitar. 

"Mudah-mudahan kegiatan ini terus berkelanjutan dan memberikan dampak positif tidak hanya di Desa Sidomulyo atau Kecamatan Pangkalan Banteng saja, tetapi menyebar ke seluruh pelosok Kabupaten Kotawaringin Barat," tambahnya. 

Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Darussalam, Ustadz Munawir, menyampaikan terima kasih atas kehadiran pemerintah daerah yang memberikan dukungan moral terhadap program santunan rutin yang dilaksanakan pihak pondok setiap tiga bulan sekali. 

Senada dengan itu, Kepala Desa Sidomulyo, Tukadi, menilai kerukunan dan semangat berbagi yang tumbuh di tengah masyarakat menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan desa. 

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semangat kepedulian sosial terhadap anak yatim terus meningkat dan menjadi gerakan bersama yang menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.