Donald Trump Sebut yang Dilakukan Israel Pembantaian Bukan Serang Hizbullah
Desy Selviany June 17, 2026 03:32 PM

WARTAKOTALIVE.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui bahwa apa yang dilakukan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu adalah sebuah pembantaian terhadap bangsa Lebanon. 

Kritik Trump terhadap Netanyahu itu disampaikan di sela-sela pertemuan KTT G7 saat dirinya melakukan pertemuan dengan Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani pada Selasa (16/6/2026).

Di hadapan petinggi Qatar itu, Trump menjelek-jelekkan Israel dalam serangannya ke Lebanon. 

Trump yang dulu bersekutu dengan Israel tidak mengakui bahwa Netanyahu sudah keterlaluan menggempur Lebanon dengan dalih Hizbullah. 

Pasalnya kata Trump, kenyataannya Israel menyerang gedung-gedung sipil hingga menewaskan ribuan warga Lebanon hanya untuk mencari satu anggota Hizbullah. 

Trump pun mengakui ketidaksenangannya atas serangan Israel di Beirut yang menurutnya dapat membahayakan kesepakatan damainya dengan Iran.

“Terlalu banyak orang yang tewas. Anda tidak perlu merobohkan gedung apartemen setiap kali mencari seseorang, karena ada banyak orang di gedung-gedung apartemen itu, dan mereka tidak semuanya anggota Hizbullah," kata Trump di KTT G7 di Prancis seperti dimuat Reuters. 

Hubungan AS dan Israel memanas di tengah kesepakatan damai Iran dan AS yang mulai tercapai. 

Israel mengkritik Trump habis-habisan usai kesepakatan damai dengan Iran diumumkan oleh para mediator. 

Israel pun memastikan menolak berhenti menyerang Lebanon dan ogah terlibat dalam keputusan damai yang bakal diresmikan pada Jumat (19/6/2026) mendatang. 

Namun hal itu membuat hubungan AS dan Israel memanas. Trump mengungkit jasanya yang berhasil melenyapkan proyek nuklir Iran. 

Menurut Trump, Israel bahkan bisa musnah tanpa keterlibatan AS menggempur Iran pada 28 Februari 2026 lalu.  

Diketahui Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif Senin (15/6/2026) di X miliknya mengumumkan kesepakatan damai Iran dan AS. 

Sharif mengatakan AS dan Iran sepakat berdamai setelah pembicaraan intensif berbulan-bulan. 

Baca juga: Panas! Donald Trump dan Israel Saling Ungkit Jasa Masa Lalu

"Dengan senang hati kami mengumumkan bahwa Kesepakatan Perdamaian antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran telah TERCAPAI," tulis Sharif. 

Kata Sharif, kedua belah pihak telah menyatakan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua front, termasuk di Lebanon. 

Upacara penandatanganan resmi perdamaian AS dan Iran akan diadakan pada hari Jumat, 19 Juni di Swiss.

Namun keputusan AS ini membuat banyak pejabat Yahudi dan melakukan serangan narasi kepada Donald Trump. 

AS sendiri memulai perang dengan Iran atas bujukan Israel dengan dalih rencana senjata nuklir Iran.

Padahal Iran berkali-kali memastikan pengembangan nuklir yang mereka lakukan murni untuk energi dan pendidikan bukan senjata. 

Namun hal itu tidak membuat Donald Trump percaya hingga terjadi serangan 28 Februari 2026 ke Teheran dan berbagai kota di Iran.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.