TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - MS (32), pria yang diamankan polisi setelah membawa dua bilah pisau dapur dan memicu kepanikan di Manado Town Square (Mantos), Manado, Sulawesi Utara (Sulut) Senin (15/6/2026), diduga mengalami gangguan kejiwaan.
Dugaan tersebut muncul setelah aparat melakukan pemeriksaan awal terhadap pria yang sempat berlari tanpa mengenakan baju sambil membawa senjata tajam di kawasan pusat perbelanjaan terbesar di Kota Manado itu.
Saat dimintai keterangan oleh petugas, MS disebut memberikan jawaban yang tidak terarah dan sulit dipahami.
Kondisinya juga terlihat tidak stabil dengan tatapan kosong serta perilaku yang berbeda dari umumnya.
Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid mengatakan indikasi gangguan kejiwaan ditemukan berdasarkan hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan penyidik.
Meski demikian, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan kondisi kejiwaan dan latar belakang pria tersebut.
Untuk penanganan lebih lanjut, Polresta Manado telah berkoordinasi dengan Satpol PP Kota Manado dan Dinas Sosial.
MS rencananya akan menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. V.L. Ratumbuysang, Kalasey, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa.
Rumah sakit tersebut berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat Kota Manado dengan waktu tempuh sekitar 25-30 menit melalui jalur darat.
Sebelumnya, MS membuat panik pengunjung Mantos setelah berlari sambil membawa dua pisau dapur di kedua tangannya.
Aksi itu memicu pengejaran aparat hingga masuk ke dalam area pusat perbelanjaan.
Tim URC Resmob Polresta Manado bersama Tim URC Resmob Polda Sulawesi Utara akhirnya berhasil mengamankan MS sekitar pukul 17.45 Wita tanpa menimbulkan korban jiwa.
Dari tangannya, polisi menyita dua bilah pisau dapur yang digunakan saat kejadian.
Peristiwa diduga peks tikang-tikang yang membawa senjata tajam ke kawasan Mantos, Senin (15/6/2026) sore, masih menyisakan kepanikan bagi mereka yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.
Di Sulawesi Utara, khususnya di Manado, "peks tikang-tikang" merupakan istilah slang atau julukan nonformal untuk orang yang sering membawa atau memamerkan senjata tajam (sajam), terutama di tempat umum dan dalam konteks tindakan yang meresahkan masyarakat.
Salah satu saksi mata, Anisa Moha, membagikan pengalamannya ketika situasi mendadak berubah mencekam di Mantos 1.
Dari posisinya di lantai dasar, Anisa mengaku melihat pria yang dikenal dengan sebutan Peks Tikang-tikang itu masuk melalui pintu depan sambil dalam pengejaran aparat kepolisian dan petugas keamanan.
Keterangan tersebut disampaikan Anisa saat diwawancarai wartawan Tribun Manado dalam segmen Saksi Kata di area Mantos 1, Selasa (16/6/2026).
Saat insiden terjadi, Anisa tengah bertugas menjaga bazar Hardware yang berada tidak jauh dari akses utama Mantos 1.
Awalnya, ia ditemani seorang rekan kerja. Namun, beberapa saat sebelum suasana gaduh pecah, rekannya naik ke toko yang berada di lantai dua.
Kondisi itu membuat Anisa seorang diri menjaga area bazar ketika pria tersebut tiba-tiba memasuki pusat perbelanjaan dari pintu depan, memicu kepanikan di antara pengunjung dan pekerja yang berada di sekitar lokasi.
“Awalnya kita berdua jaga di sini, tapi teman saya naik ke toko di lantai dua jadi tinggal saya sendiri,” ujarnya.
Tak lama kemudian, suasana mendadak berubah tegang.
Anisa melihat seorang pria masuk melalui pintu utama Mantos 1 sambil dikejar oleh aparat kepolisian dan petugas keamanan Mantos.
“Saya kaget pas dia masuk. Dia masuk dari pintu depan dan langsung dikejar polisi sama security Mantos,” katanya.
Menurut Anisa, saat pria tersebut masuk, suasana di dalam pusat perbelanjaan langsung berubah heboh.
Banyak pengunjung yang awalnya sedang berjalan maupun berbelanja langsung panik dan berusaha menjauh dari area tersebut.
“Pas dia masuk langsung heboh. Pengunjung langsung banyak yang lari,” ujarnya.
Ia mengatakan saat itu kondisi Mantos memang cukup ramai karena banyak masyarakat datang berbelanja maupun sekadar jalan-jalan.
Karena itu, ketika pria tersebut masuk sambil membawa senjata tajam, suasana langsung berubah mencekam.
“Orang-orang pasti takut karena dia masuk tiba-tiba sambil bawa sajam,” katanya.
Menurut dia, pria tersebut sempat bergerak ke beberapa area di dalam Mantos hingga membuat pengunjung maupun karyawan toko semakin panik.
Ia bahkan mendengar pria itu naik ke area lantai atas sehingga membuat situasi di dalam pusat perbelanjaan semakin mencekam.
“Katanya dia sempat naik juga ke atas, jadi semua orang takut,” ujarnya.
Anisa memperkirakan proses pengamanan berlangsung sekitar 20 menit hingga akhirnya pria tersebut berhasil diamankan.
Menurut dia, proses pengamanan tidak hanya dilakukan aparat kepolisian dan petugas keamanan Mantos, tetapi juga dibantu sejumlah pengunjung yang berada di lokasi.
“Banyak juga pengunjung yang bantu untuk pengamanan,” katanya.
Anisa juga menceritakan pengalaman paling menegangkan yang dialaminya saat kejadian berlangsung.
Menurut dia, pria tersebut sempat bergerak menuju ke arah area bazar tempat dirinya berjaga.
Saat itu ia langsung panik karena posisi pria tersebut semakin dekat dengan lokasi tempatnya berdiri.
“Waktu dia mulai arah ke tempat bazar, saya langsung panik. Ada pakaian kami yang terkena bekas darahnya,” ujar dia.
Karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Anisa kemudian memutuskan berlari menjauh menuju area eskalator.
Namun situasi semakin membuatnya takut karena pria tersebut ternyata bergerak ke arah yang sama.
“Saya langsung lari ke arah eskalator. Ternyata dia juga menuju ke situ,” katanya.
Anisa langsung naik eskalator dengan cepat untuk menjauh dari pria tersebut.
Ia mengaku saat itu dirinya benar-benar ketakutan karena tidak mengetahui apa yang akan terjadi berikutnya.
“Saya langsung naik cepat ke atas karena takut sekali,” ujarnya.
Tak disangka, pria tersebut juga ikut naik ke arah eskalator yang sama sehingga membuat suasana semakin menegangkan.
Meski begitu, Anisa bersyukur tidak terjadi hal-hal yang membahayakan dirinya maupun pengunjung lain di sekitar lokasi tersebut.
“Untung tidak terjadi apa-apa,” katanya.
Ia menilai situasi saat itu memang cukup sulit dikendalikan karena pria tersebut bergerak secara tidak terduga dan membuat semua orang waspada.
Meski demikian, Anisa mengapresiasi langkah cepat pihak keamanan yang langsung berusaha mencegah pria tersebut agar tidak membahayakan pengunjung lain.
“Security dan polisi langsung bergerak cepat waktu kejadian,” ujarnya.
Anisa mengatakan dirinya sudah cukup lama bekerja di kawasan Mantos.
Ia mengaku mulai bekerja di area tersebut sejak tahun 2011 dan baru kali ini melihat kejadian seperti itu terjadi di dalam pusat perbelanjaan.
“Kalau kejadian seperti kemarin memang baru pertama kali saya lihat,” katanya.
Ia berharap ke depan sistem keamanan di pusat perbelanjaan bisa semakin ditingkatkan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Sementara itu, dari hasil pemeriksaan awal, aparat menduga yang bersangkutan mengalami gangguan kejiwaan.
Pantauan Tribunmanado.co.id pada Senin malam menunjukkan pria itu memperlihatkan perilaku yang tidak biasa.
Saat dimintai keterangan oleh petugas, jawabannya kerap tidak nyambung dan sulit dipahami.
Ia terlihat duduk di lantai tanpa mengenakan baju, hanya memakai celana jeans pendek berwarna hitam.
Dengan kulit sawo matang, rambut keriting, serta tatapan mata yang kosong, pria tersebut tampak berada dalam kondisi tidak stabil.
Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid mengatakan, indikasi gangguan kejiwaan muncul dari hasil pemeriksaan sementara terhadap pria tersebut.
"Dari hasil pemeriksaan awal, yang bersangkutan berbicara tidak terarah dan diduga mengalami gangguan kejiwaan," ujar Kapolresta Manado.
Meski demikian, polisi masih terus melakukan pendalaman untuk memastikan kondisi serta latar belakang pria tersebut.
"Masih kami dalami," kata Irham.
Sebelumnya, Tim URC Resmob Polresta Manado bersama Tim URC Resmob Polda Sulawesi Utara (Sulut) berhasil mengamankan seorang pria yang membawa senjata tajam dan membuat resah masyarakat di kawasan Manado Town Square (Mantos), Senin (15/6/2026) sekitar pukul 17.45 Wita.
Pria tersebut diketahui berinisial MS (32).
Berdasarkan informasi yang diperoleh, saat kejadian MS terlihat berlari tanpa mengenakan baju sambil membawa dua bilah senjata tajam jenis pisau dapur di tangan kiri dan kanannya.
Aksinya tersebut diketahui oleh personel Patroli Rayon Polda Sulut yang langsung melakukan pengejaran ke area Mantos.
Tim URC Resmob Polresta Manado yang tiba di lokasi berupaya melakukan negosiasi secara persuasif, namun tidak diindahkan oleh yang bersangkutan.
Pelaku terus mengacungkan senjata tajam sehingga menimbulkan kepanikan di antara para pengunjung pusat perbelanjaan tersebut dan berkat respons cepat kepolisian, pelaku akhirnya berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban jiwa.
Dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang bukti berupa dua bilah pisau dapur yang digunakan saat kejadian.
Usai si pria diamankan, situasi di Mantos, kembali berangsur normal pasca penangkapan seorang pria yang diduga membawa senjata tajam dan sempat memicu kepanikan pengunjung, Senin (15/6/2026).
Pantauan Tribun Manado di lokasi menunjukkan aktivitas pusat perbelanjaan tersebut telah kembali berjalan seperti biasa.
Sejumlah toko pakaian yang sebelumnya sempat menutup operasional kini telah kembali melayani pengunjung.
Begitu pula dengan restoran dan gerai makanan yang berada di kawasan Manado Town Square.
Pengunjung terlihat mulai berdatangan untuk berbelanja maupun menikmati berbagai kuliner.
Di tengah kondisi yang mulai kondusif, Pendeta Ronny yang ditemui di Manado Town Square mengaku bersyukur karena situasi telah terkendali dan aktivitas masyarakat kembali normal.
"Puji Tuhan, kondisi sudah aman dan masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Kita patut mengapresiasi aparat keamanan yang bergerak cepat sehingga situasi dapat segera dikendalikan," ujar Pendeta Ronny saat ditemui di Mantos.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
"Mari kita tetap menjaga suasana yang damai, tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, dan mempercayakan penanganan sepenuhnya kepada pihak berwenang," katanya.
Hingga malam hari, suasana di Manado Town Square terpantau aman dan kondusif.
Aktivitas perdagangan serta layanan restoran berjalan normal dengan pengunjung yang mulai kembali memadati sejumlah area pusat perbelanjaan tersebut. (Pet/Art)