Ini Penjelasan Dokter Soal Makanan Pedas dan Kesehatannya
Nur Nihayati June 18, 2026 08:20 AM

 

SERAMBINEWS.COM – Makanan pedas sering diburu seseorang karena nikmatnya. Akan tetapi dari sisi kesehatan juga harus diperhatikan.

Dokter memberi penjelasan bagaimana dampak bagi tubuh jika sering konsumsi makanan pedas.

Sebab dirasakan bukan saat makan tapi setelah beberapa lama kemudian.

"Jangan kebanyakan makan pedas, nanti usus buntu." Kalimat ini mungkin pernah didengar banyak orang sejak kecil.

Tak sedikit masyarakat yang percaya bahwa makanan pedas merupakan penyebab utama radang usus buntu.

Baca juga: Ketahui Resikonya Sebelum Konsumsi, Alasan Makanan Pedas tidak Baik untuk Buka Puasa

Namun benarkah demikian? Dokter Spesialis Bedah RSUD Bung Karno dr. Agung Widhinugroho, Sp.B mengatakan anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Menurut dr Agung, penyebab radang usus buntu sangat beragam sehingga tidak bisa hanya menyalahkan satu jenis makanan.

"Kadang orang kan bilang, wah ini seneng makan pedas, seneng makan mie, sering makan yang seperti itu. Pasti usus buntu ya belum tentu," katanya pada Healthy Talk di kanal YouTube Tribun Health, Rabu (17/6/2026). 

Radang usus buntu dapat dipicu oleh berbagai faktor.

Salah satu penyebab yang dapat terjadi adalah adanya sisa makanan atau kotoran yang masuk ke dalam usus buntu dan kemudian mengeras. Kondisi ini dapat memicu peradangan. 

Selain itu, kurang minum dan kurang konsumsi serat juga dapat menyebabkan buang air besar tidak lancar sehingga meningkatkan risiko terbentuknya sumbatan.

Menariknya, tidak semua kasus radang usus buntu berkaitan dengan makanan.

Dalam praktiknya, dr Agung mengaku sering menemukan pasien yang memiliki bentuk usus buntu berbeda.

"Ada juga disebabkan karena anatomi usus buntu-nya itu sendiri. Saya sendiri sering mendapatkan itu waktu operasi usus buntu-nya itu posisinya aneh," ujarnya.

Posisi yang melipat atau terjepit dapat mengganggu aliran darah dan memicu peradangan.

Infeksi Juga Bisa Menjadi Penyebab

Selain faktor anatomi dan makanan, infeksi bakteri juga dapat menyebabkan radang usus buntu.

Kuman yang masuk ke saluran pencernaan dapat memicu proses peradangan pada organ tersebut.

Karena itu tidak ada satu penyebab tunggal yang bisa dijadikan kambing hitam.

Meski tidak ada cara yang dapat menjamin seseorang bebas dari usus buntu, dr Agung menyarankan masyarakat tetap menjaga pola hidup sehat.

Mengonsumsi makanan kaya serat, cukup minum air putih, dan menjaga pola makan menjadi langkah yang dapat membantu menjaga kesehatan saluran cerna.

Karena pada akhirnya, usus buntu bukan hanya soal makanan pedas, melainkan kombinasi berbagai faktor yang kadang tidak bisa diprediksi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.