3 BERITA POPULER PADANG: GOR H Agus Salim Ditutup, Pembatasan Beli Minyakita dan Pengembangan RSUP
Rahmadi June 18, 2026 09:02 AM

Pertama, arus lalu lintas di kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Haji Agus Salim, Kota Padang, Sumatera Barat, mulai ditutup pada Rabu (17/6/2026).

Penutupan dilakukan seiring dimulainya proses rekonstruksi kawasan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang mengakibatkan seluruh akses menuju area GOR ditutup sementara.

Kedua, Dinas Perdagangan Kota Padang menggelar Operasi Pasar MinyaKita di sejumlah pasar tradisional sepanjang Juni 2026, dengan menerapkan batasan pembelian maksimal empat liter per orang.

Kebijakan ini diberlakukan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan pemerataan distribusi minyak goreng murah kepada masyarakat.

Ketiga, rencana pengembangan RSUP Dr. M. Djamil Padang memasuki tahap pembahasan melalui Forum Konsultasi Publik dan Penyampaian Informasi Publik terkait Studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan Environmental and Social Impact Assessment (ESIA) yang digelar di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Rabu (17/6/2026).

Forum tersebut membahas berbagai aspek yang berkaitan dengan rencana pengembangan rumah sakit, mulai dari dampak lingkungan dan sosial, kebutuhan peningkatan kapasitas pelayanan kesehatan, hingga dukungan dari pemerintah daerah terhadap proyek tersebut.

1. Arus Lalu Lintas GOR Haji Agus Salim Ditutup, Pedagang Mulai Bongkar Lapak untuk Relokasi

Arus lalu lintas di kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Haji Agus Salim, Kota Padang, Sumatera Barat, mulai ditutup pada Rabu (17/6/2026).

Penutupan dilakukan seiring dimulainya proses rekonstruksi kawasan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang mengakibatkan seluruh akses menuju area GOR ditutup sementara.

Berdasarkan pantauan TribunPadang.com sekitar pukul 10.30 WIB, sejumlah akses masuk kendaraan menuju kawasan GOR sudah mulai diblokade.

Portal-portal penutup jalan tampak diturunkan dan petugas berjaga di sejumlah titik untuk mengarahkan pengguna jalan mencari jalur alternatif.

Dari arah Jalan Rasuna Said menuju kawasan GOR, petugas menutup akses di dekat Kolam Renang Teratai. Kendaraan yang biasanya melintas diarahkan untuk berbelok ke Jalan Batang Antokan dan keluar melalui Jalan Batang Anai.

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Sumbar 17 Juni 2026, BMKG Prediksi Hujan Lebat di 10 Daerah hingga Siang

Selain itu, sejumlah gang yang mengarah ke kawasan stadion juga ditutup, di antaranya akses melalui Jalan Batang Pasaman dan Jalan Batang Gadis.

Penutupan serupa dilakukan bagi kendaraan yang datang dari arah Jalan Jaksa Agung R Soeprapto. Petugas melakukan penyekatan di dekat Jalan Batang Kabung sehingga kendaraan tidak dapat memasuki kawasan GOR.

Di kawasan Jalan Rimbo Kaluang, akses menuju Jalan Asahan yang mengarah ke Kantor Samsat juga diblokade.

Sementara kendaraan yang datang dari arah Jalan Rokan atau kawasan SMA Negeri 2 Padang diminta putar balik karena jalan ditutup di dekat Gedung Rohana Kudus.

Akses masuk melalui Jalan Siak yang berada di sisi Banda Kali samping GOR juga tidak luput dari penutupan.

Petugas Siaga di Sejumlah Titik

Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas dan memastikan proses penutupan berjalan lancar, sejumlah personel dari Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) disiagakan di berbagai titik akses.

Petugas tampak mengarahkan kendaraan yang tidak memiliki kepentingan di kawasan tersebut untuk memutar balik atau menggunakan jalur alternatif.

Penutupan akses ini merupakan bagian dari tahapan awal rekonstruksi kawasan GOR Haji Agus Salim yang akan dilakukan secara menyeluruh oleh Pemerintah Provinsi Sumbar.

Baca juga: Harga Sawit di Dharmasraya Hari Ini Rabu 17 Juni 2026, Tertinggi Tembus Rp 3.684 Per Kg

Pedagang Mulai Pindah dan Bongkar Lapak

Di tengah penutupan akses jalan, para pedagang yang selama ini beraktivitas di kawasan GOR terlihat mulai membongkar lapak mereka.

Sebagian pedagang tampak memindahkan perlengkapan dagang ke lokasi relokasi yang telah disiapkan.

Sejumlah anggota Satpol PP juga terlihat membantu proses pembongkaran dan pemindahan lapak milik pedagang.

Namun tidak sedikit pedagang yang terlihat murung karena harus meninggalkan lokasi usaha yang selama ini menjadi sumber penghasilan mereka.

Andri, seorang pedagang di kawasan GOR Agus Salim, mengatakan bahwa pemerintah sebenarnya telah melakukan sosialisasi terkait rencana pembongkaran dan rekonstruksi kawasan tersebut.

Meski demikian, banyak pedagang menunda pembongkaran lapak karena belum memperoleh kepastian mengenai lokasi relokasi.

Baca juga: Penutupan GOR Haji Agus Salim Padang Picu Keluhan Pedagang, Relokasi Belum Ada Kepastian

"Memang sebelumnya sudah ada sosialisasi, tapi karena belum ada kejelasan akan pindah ke mana, maka banyak pedagang yang menunda membongkar lapaknya. Jadi baru hari ini banyak yang mulai membongkar warungnya," ujar Andri.

Ia menjelaskan, sebagian pedagang telah mendapatkan lokasi relokasi sementara di depan Kolam Renang Teratai. Namun masih ada pedagang lain yang belum mengetahui tempat mereka akan berjualan selama proses pembangunan berlangsung.

"Kalau beberapa pedagang memang sudah ada tempatnya, yaitu di depan kolam renang. Tapi bagi kami yang belum ada kejelasan ini tidak tahu akan ke mana," katanya.

Sebanyak 78 Pedagang Direlokasi

Pedagang lainnya, Marlinda, mengatakan lapaknya akan dipindahkan sementara ke area depan Kolam Renang Teratai.

Menurut dia, bangunan lapak sementara di lokasi relokasi tersebut dibuat secara mandiri oleh para pedagang.

"Ada sekitar 78 pedagang yang dipindahkan ke sana," ujarnya.

Meski demikian, Marlinda menyebut masih banyak pedagang yang biasa berjualan di tepi jalan sekitar kawasan GOR yang belum mendapatkan kepastian terkait lokasi relokasi mereka.

Para pedagang berharap pemerintah segera memberikan kejelasan agar aktivitas usaha mereka dapat kembali berjalan selama proses rekonstruksi GOR Haji Agus Salim berlangsung. 

2. Operasi Pasar MinyaKita di Padang: Satu Orang Maksimal Beli 4 Liter, Pedagang Bisa Urus NIB Gratis

Dinas Perdagangan Kota Padang menggelar Operasi Pasar MinyaKita di sejumlah pasar tradisional sepanjang Juni 2026, dengan menerapkan batasan pembelian maksimal empat liter per orang.

Kebijakan ini diberlakukan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan pemerataan distribusi minyak goreng murah kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, warga dapat membeli Minyakita dengan harga Rp15.000 per liter, atau lebih rendah dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku di pasaran.

Kepala Bidang Pengendalian Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Kota Padang, Edrian Edward, mengatakan operasi pasar tersebut menyasar langsung masyarakat yang berbelanja di pasar rakyat untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga terjangkau.

Ilustrasi Minyakita. Minyakita' hilang atau tidak ditemukan lagi di Pasar Raya Kota Padang, Jumat (17/2/2023).
Ilustrasi Minyakita. Minyakita' hilang atau tidak ditemukan lagi di Pasar Raya Kota Padang, Jumat (17/2/2023). (Tribunnews.com)

Baca juga: Unand Kembangkan Shelter Berbasis Masjid Hadapi Gempa Megathrust Mentawai dan Tsunami di Padang

"Jadi pelaksanaan operasi pasar ini kita laksanakan untuk menjaga stabilitas harga. Sasarannya adalah masyarakat yang belanja datang ke pasar," kata Edrian Edward, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, setiap warga dibatasi maksimal membeli empat liter MinyaKita agar distribusi dapat merata dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

"Setiap masyarakat nantinya dapat empat kilo atau liter per orang dan di bawah Harga Eceran Tertinggi. Kalau di pasaran itu sekitar Rp 15.700 per liter, sedangkan pada operasi pasar ini dijual Rp 15.000 per liter," ujarnya.

Selain menawarkan harga yang terjangkau, Dinas Perdagangan memastikan produk Minyakita yang dijual merupakan produk berkualitas dan sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah.

Baca juga: Rencana Pengembangan RSUP M Djamil, Fokus Dampak Lingkungan hingga Penambahan Kapasitas Layanan

Digelar Hingga Akhir Juni 2026

Operasi Pasar Minyakita dijadwalkan berlangsung di sejumlah pasar yang tersebar di berbagai kecamatan di Kota Padang.

Pada Rabu (17/6/2026), kegiatan dilaksanakan di Pasar Raya Padang dan Pasar Bandar Buat. Selanjutnya, Kamis (18/6/2026), operasi pasar digelar di Pasar Lubuk Buaya dan Pasar Nanggalo.

Kemudian pada Selasa (23/6/2026), masyarakat dapat membeli Minyakita di Pasar Tanah Kongsi dan Pasar Alai. Sementara pada Rabu (24/6/2026), kegiatan berlanjut di Pasar Ulak Karang dan Simpang Haru.

Baca juga: Operasi Pasar MinyaKita Digelar di Sejumlah Pasar Kota Padang, Dijual di Bawah HET

Adapun lokasi terakhir pelaksanaan operasi pasar dijadwalkan berlangsung di Pasar Belimbing pada Selasa (30/6/2026).

Dinas Perdagangan Kota Padang berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperoleh minyak goreng dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar.

Pedagang Bisa Urus NIB Gratis

Menariknya, operasi pasar kali ini tidak hanya menghadirkan penjualan minyak goreng murah. Dinas Perdagangan Kota Padang juga berkolaborasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Padang.

Dalam kegiatan tersebut, DPMPTSP membuka layanan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) secara gratis bagi pelaku usaha yang belum memiliki legalitas usaha.

Edrian mengatakan layanan tersebut bertujuan memudahkan para pedagang maupun pelaku usaha kecil dalam mengurus dokumen perizinan.

"Sementara itu, bagi pengusaha atau pedagang yang ingin mengurus NIB, nanti akan ada petugas dari DPMPTSP yang membantu proses pengurusannya," katanya. Layanan pengurusan NIB tersebut diklaim mudah, cepat, dan tanpa dipungut biaya.

Pemerintah Kota Padang mengajak masyarakat untuk berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan serta mendukung perputaran ekonomi daerah dengan meramaikan pasar-pasar tradisional yang menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat.

3. Rencana Pengembangan RSUP M Djamil, Fokus Dampak Lingkungan hingga Penambahan Kapasitas Layanan

Rencana pengembangan RSUP Dr. M. Djamil Padang memasuki tahap pembahasan melalui Forum Konsultasi Publik dan Penyampaian Informasi Publik terkait Studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan Environmental and Social Impact Assessment (ESIA) yang digelar di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Rabu (17/6/2026).

Forum tersebut membahas berbagai aspek yang berkaitan dengan rencana pengembangan rumah sakit, mulai dari dampak lingkungan dan sosial, kebutuhan peningkatan kapasitas pelayanan kesehatan, hingga dukungan dari pemerintah daerah terhadap proyek tersebut.

Kegiatan dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dovy Djanas, pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Padang, perwakilan PT Kereta Api Indonesia (Persero), masyarakat yang berada di sekitar kawasan rumah sakit, serta sejumlah pihak terkait lainnya.

Baca juga: Unand Kembangkan Shelter Berbasis Masjid Hadapi Gempa Megathrust Mentawai dan Tsunami di Padang

Kapasitas Rumah Sakit Dinilai Perlu Ditambah

Dalam forum tersebut, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang, Dovy Djanas, memaparkan alasan perlunya pengembangan rumah sakit yang selama ini menjadi rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat.

Menurutnya, tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di RSUP Dr. M. Djamil saat ini hampir mencapai 90 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan tingginya pemanfaatan layanan kesehatan sehingga diperlukan penambahan sarana dan prasarana untuk meningkatkan kapasitas pelayanan.

“Tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit saat ini hampir mencapai 90 persen. Tingginya tingkat pemanfaatan layanan menunjukkan perlunya penambahan sarana dan prasarana untuk meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan,” kata Dovy Djanas.

Baca juga: DPRD Sumbar Pastikan Kawal Pembongkaran Stadion Haji Agus Salim dan Perhatikan Nasib Pedagang

Dalam pemaparannya, Dovy juga menjelaskan bahwa RSUP Dr. M. Djamil menjadi salah satu dari delapan rumah sakit yang memperoleh pembiayaan dalam program pengembangan layanan kesehatan nasional.

Melalui program tersebut, rumah sakit mendapatkan pendanaan sekitar Rp1 triliun.

Dana itu akan digunakan untuk pembangunan dua fasilitas utama, yakni gedung Central Medical Unit dan gedung ruang rawat inap.

“Kita mendapatkan pendanaan untuk pengembangan RSUP Dr. M. Djamil sekitar Rp1 triliun. Ada dua gedung yang akan kami bangun, yaitu Central Medical Unit dan gedung ruang rawat inap,” ujarnya.

Menurut Dovy, proyek pengembangan tersebut ditargetkan mulai berjalan pada pertengahan tahun 2027 sesuai dengan timeline yang telah ditetapkan.

Baca juga: Rupiah Menguat Jadi Napas Baru UMKM Sumbar, Ekonom Unand: Belum Sepenuhnya Aman

Pemko Padang Nyatakan Dukungan

Selain membahas aspek teknis dan dampak pengembangan rumah sakit, forum tersebut juga menjadi wadah untuk menyampaikan dukungan dari Pemerintah Kota Padang terhadap proyek yang dinilai strategis bagi sektor kesehatan tersebut.

Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan pengembangan RSUP Dr. M. Djamil merupakan investasi penting yang tidak hanya berdampak pada peningkatan layanan kesehatan, tetapi juga memberikan manfaat bagi pembangunan Kota Padang dan Sumatera Barat.

Ia menilai kebutuhan investasi di berbagai sektor, termasuk kesehatan, masih sangat diperlukan untuk mendorong pertumbuhan daerah.

“Saat ini Kota Padang memang membutuhkan investasi yang terus mengalir seluas-luasnya, tentunya untuk kemaslahatan masyarakat. Salah satu tantangan yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi kita adalah tingkat pengangguran yang masih cukup tinggi,” kata Fadly.

Sejalan dengan Arah Pembangunan Kota Padang

Dalam pembahasan tersebut, Fadly juga menegaskan bahwa rencana pengembangan RSUP Dr. M. Djamil selaras dengan arah pembangunan Kota Padang sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025–2045.

Menurutnya, Kota Padang diarahkan menjadi kota perdagangan dan jasa, termasuk sebagai pusat layanan kesehatan yang modern dan berkualitas.

Baca juga: Operasi Pasar MinyaKita Digelar di Sejumlah Pasar Kota Padang, Dijual di Bawah HET

Karena itu, Pemerintah Kota Padang menyatakan komitmennya untuk mendukung proses pengembangan rumah sakit tersebut.

“Pemerintah Kota Padang berkomitmen penuh untuk mendukung pengembangan RSUP Dr. M. Djamil. Hal ini sejalan dengan visi Kota Padang, mewujudkan kota pintar dan kota sehat. Kedua tujuan tersebut sangat sejalan dengan pengembangan RSUP Dr. M. Djamil sebagai pusat layanan kesehatan yang modern dan berkualitas,” ujarnya.

Melalui forum konsultasi publik tersebut, berbagai masukan dari masyarakat dan pemangku kepentingan diharapkan dapat menjadi bagian dari proses penyusunan dokumen Amdal dan ESIA sebelum proyek pengembangan RSUP Dr. M. Djamil memasuki tahap pelaksanaan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.