Serap Tenaga Kerja, Emak-emak Demo Dukung MBG, Bantah Dibayar, Minta Disempurnakan, Usut Korupsinya
ninda iswara June 18, 2026 09:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Aliansi Masyarakat Jakarta Timur menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Rabu (17/6/2026).

Kehadiran mereka membawa sejumlah tuntutan yang dianggap penting untuk kepentingan masyarakat luas.

Dalam aksi tersebut, massa menyoroti dua isu utama yang menjadi fokus perhatian.

Pertama, mereka meminta agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilanjutkan dan diperkuat pelaksanaannya.

Selain itu, para peserta aksi juga mendesak pemerintah untuk lebih serius mengusut berbagai kasus korupsi yang dinilai merugikan negara dan masyarakat.

Aspirasi tersebut tidak hanya disampaikan melalui orasi di lokasi aksi.

Baca juga: Gibran Janji Perbaiki MBG & Kopdes Merah Putih, Pastikan Bebas Korupsi: Terima Kasih Aspirasinya

Perwakilan massa juga mendapat kesempatan untuk bertemu dan berbicara langsung dengan Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Juri Ardiantoro.

Dalam pertemuan itu, mereka menyampaikan berbagai harapan serta tuntutan yang menjadi suara peserta aksi.

Juri Ardiantoro menyambut baik aspirasi yang disampaikan oleh massa.

Menurutnya, tuntutan yang dibawa dalam aksi tersebut memiliki kesamaan arah dengan tujuan yang sedang dijalankan pemerintah.

Ia menilai dukungan terhadap keberlanjutan program MBG sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Sementara itu, dorongan agar praktik korupsi diusut secara tegas juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat tata kelola yang bersih dan transparan.

Karena itu, Juri menegaskan bahwa aspirasi yang disampaikan massa tidak bertentangan dengan agenda pemerintah.

Pemerintah, kata dia, membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan dan kritik secara konstruktif.

Hasil dialog antara perwakilan massa dan pemerintah tersebut menjadi salah satu poin penting dalam aksi yang berlangsung di kawasan Patung Kuda.

Juri memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan akan menjadi perhatian pemerintah.

Ia juga menegaskan bahwa masukan dari masyarakat akan diteruskan kepada pihak terkait untuk ditindaklanjuti.

Lebih lanjut, aspirasi tersebut akan disampaikan secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan.

Dengan demikian, tuntutan yang disuarakan massa diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung program pemerintah sekaligus memperkuat pemberantasan korupsi.

Dukung MBG, Tolak Korupsi

Dua tuntutan yang disuarakan massa aksi berkaitan dengan tuntutan gerakan mahasiswa di hari sebelumnya.

Di mana, massa mahasiswa meminta agar program MBG dihentikan karena dinilai sebagai pemborosan anggaran negara.

Sementara itu, massa aksi yang terdiri atas karyawan dan orangtua penerima manfaat MBG menilai bahwa program ini sangat dibutuhkan masyarakat.

“Kami dari Aliansi Masyarakat Jakarta Timur berjumlah 10.000 kompak mendukung Presiden Prabowo untuk melanjutkan program MBG yang pro rakyat dan bermanfaat untuk masyarakat karena menyerap tenaga kerja,” teriak orator dari atas mobil komando.

Koordinator Lapangan Aksi, Edi Marzuki menyebutkan bahwa program ini tak hanya berguna bagi penerima manfaat, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang kesulitan mencari nafkah.

Di mana, para pengangguran akhirnya bisa bekerja meski hanya sebagai tukang cuci ompreng sampai sopir mobil distribusi MBG.

“Ada anak-anak yang putus sekolah sudah tiga tahun yang lalu, mau melamar ke PT tidak diterima, tapi dengan datangnya MBG kami bisa bekerja,” jelas Edi.

Dia juga menyoroti langkah MBG yang tak hanya berfokus pada anak-anak, tetapi juga pemenuhan gizi untuk ibu hamil dan lansia.

“Siapa lagi yang memberikan susu untuk lansia? Enggak ada, baru ini,” katanya.

Berkaitan dengan dugaan pemborosan dana, Edi percaya Prabowo sudah mempertimbangkan banyak hal.

“Kalau bahasa menghambur-hamburkan uang, ini bahasa orang yang tidak suka. Bukannya sebelumnya Bapak sudah kalkulasikan hal itu? Apakah Bapak kalau memang tidak ada uang mau bikin program seperti ini? Jawabannya tidak. Ini sudah dihitung sedemikian rupa sehingga timbullah program seperti ini,” tutur dia.

Desak Evaluasi MBG dan Usut Korupsinya

Dia mengakui bahwa program MBG saat ini belum sempurna.

Maka dari itu massa meminta agar program ini dievaluasi dari teknis hingga sistemnya.

Menurut Edi, jika program MBG dihentikan begitu saja, akan ada banyak orang yang kehilangan pekerjaannya.

“Untuk MBG yang masih kurang, karena tidak ada yang sempurna, kita meminta kepada Bapak untuk menyempurnakan,” kata dia.

Salah satunya dengan mengusut korupsi yang terjadi pada program MBG.

“Pertama (korupsi) yang ada di MBG, kedua di mana pun ada korupsi, namun korupsi itu adalah menyengsarakan rakyat Indonesia,” lanjut dia.

Peserta aksi, Grace Srikandi, juga berpendapat sama.

Menurut dia, MBG tak seharusnya dihentikan, tetapi disempurnakan.

Grace sudah terlibat dalam program serupa sebelumnya dalam Revolusi Putih.

Maka dari itu dia percaya bahwa Prabowo memang bertujuan untuk menyiapkan generasi masa depan Indonesia.

Selain bermanfaat bagi anak-anak, program tersebut juga dinilai dapat mendorong kemandirian masyarakat.

“MBG ini produk lokal yang sangat the best untuk anak cucu kita ke depan. Pak Prabowo ini ingin anak Indonesia cerdas, dan Pak Prabowo juga ingin kita berdiri di negara kita dengan kaki kita sendiri,” jelas Grace ditemui terpisah.

Namun sebagai evaluasi secara sistemik dan teknis, Grace mendorong agar MBG difokuskan dengan pemanfaatan sumber daya alam lokal.

Dia mencontohkan ikan koro yang dapat diolah sehingga nilai gizi dan kemandirian masyarakat dapat berjalan serentak.

Dari sisi teknis, Grace mengatakan pelaksanaan MBG perlu lebih mengutamakan pemanfaatan bahan pangan lokal.

“Kami punya produk unggulan. Produk ini dari tanaman pangan Indonesia, ikan koro, yang bisa dijadikan nugget, sosis, dan lain-lain, tapi bukan ultra-processed food. Jadi kami punya solusi,” tutur Grace.

Sementara dari sisi sistem, Grace mendesak Presiden Prabowo mengusut tuntas dugaan praktik korupsi di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN), lembaga yang bertanggung jawab atas pelaksanaan program MBG.

“Kan tidak semua program besar ini langsung jadi benar, pasti akan ada proses. Tapi itu bukan disengaja, itu memang proses yang harus kita hadapi dan harus ada perbaikan,” kata dia.

Baca juga: Desakan Stop Program MBG, Mahasiswa Ungkap Gibran Rasakan Kekacauan: Tidak Ada yang Tunggangi Kami

POLEMIK PROGRAM MBG - Potret emak-emak yang ikut demo mendukung program MBG di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2026). Mereka menilai MBG sangat bermanfaat. (Kolase TribunTrends/Kompas.com)

Bantah Dibayar

Dalam orasinya, massa aksi menegaskan bahwa mereka bukan massa bayaran.

Mereka mengeklaim turun ke jalan menyampaikan aspirasi agar MBG dilanjut sebagai bentuk rasa cinta terhadap negeri.

“Kita bukan makhluk bayaran, tapi kita adalah warga yang cinta dengan program MBG,” teriak orator.

Lebih lanjut, Edi menegaskan tak ada bayaran yang mereka terima terkait demo ini.

“Enggak ada bayaran. Kalau ada yang ngomong bayaran, suruh menghadap ke saya. Siapa yang bayar, gitu?” kata Edi.

Menurut Edi, tudingan massa bayaran ini sengaja dilontarkan orang-orang yang tak suka dengan jalannya program MBG.

“Jadi kalau buat narasi sendiri mah, ya dia kan seneng orang kayak gitu ya. Orang itu seneng ngelihat kita susah, susah ngelihat kita seneng, orang itu ya. Mereka enggak ngerti,” kata dia.

Seorang peserta aksi, Rima (49) juga mempertanyakan kembali tudingan itu. Sebab dia pun merasakan manfaat dari program ini.

“Enggak ada dibayar, siapa yang bayar? Saya ini terbantu dengan adanya MBG yang baru ada di sekolah anak saya tiga bulan,” ungkap Rima ditemui terpisah.

Bagi Rima, program MBG telah membantu dia yang cukup sibuk sehingga sulit menyiapkan sarapan dan bekal untuk anaknya.

“Saya biasa kan lah ibu rumah tangga kan harus beres-beres segala macam. Nah, kebetulan kami harus ada effort untuk Gosend makanannya dia, ternyata di bulan Maret itu sudah mulai ada MBG, ya alhamdulillah gitu,” jelas dia.

Wamensesneg Sambut Perwakilan Massa

Sejumlah perwakilan massa aksi mendatangi Kantor Kemensesneg sekitar pukul 13.45 WIB.

Di sana, mereka menyampaikan dua tuntutan utama agar dapat diteruskan kepada Prabowo.

Mereka meminta program MBG tetap dilanjutkan, karena ada banyak orang yang menggantungkan nasibnya pada program ini.

Namun, supaya bisa berjalan dengan baik, mereka meminta agar dievaluasi lagi.

“Adapun hal yang kurang dari MBG, kami meminta untuk segera direvisi supaya program ini jauh lebih baik,” kata dia.

Terpisah, Juri mengatakan bahwa tuntutan ini sejalan dengan kepentingan pemerintah.

Maka dari itu, tuntutan ini akan disampaikan kepada Presiden Prabowo nantinya.

“Jadi hal-hal yang perlu diperbaiki di dalam program MBG ini mereka tadi sampaikan supaya MBG tetap lanjut dan jalan. Apa yang disampaikan oleh masyarakat ini sejalan dengan apa yang menjadi kepentingan pemerintah,” ujar dia kepada wartawan di Kantor Kemensesneg.

(TribunTrends/Kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.