Sering Mendengkur? Ini 7 Makanan yang Baik untuk Penderita Sleep Apnea agar Tidur Lebih Nyenyak
Amirullah June 18, 2026 12:36 PM

SERAMBINEWS.COM - Pernahkah Anda terbangun tengah malam dengan kondisi kaget seperti tersedak, atau tetap merasa mengantuk berat di siang hari padahal sudah tidur lama? Bisa jadi itu adalah gejala obstructive sleep apnea (OSA) alias gangguan pernapasan saat tidur.

Kondisi ini terjadi karena saluran napas menyempit atau tersumbat berulang kali waktu kita terlelap. Imbasnya, penderita kerap mendengkur keras dan kualitas tidurnya otomatis berantakan.

Selain wajib berkonsultasi dan mengikuti saran medis dari dokter, kunci utama untuk menjinakkan gejala sleep apnea ternyata ada di meja makan. Menjaga berat badan ideal dan memilih asupan yang tepat terbukti ampuh mengurangi peradangan di saluran napas.

Bagi penderita sleep apnea, berikut adalah beberapa jenis makanan ramah tubuh yang bisa membantu mengembalikan kualitas tidur malam Anda:

1. Sayuran Hijau (Bayam, Kale, dan Sawi)

Ilustrasi jus sayuran hijau
Ilustrasi jus sayuran hijau (Freepik.com)

Jangan remehkan semangkuk sayur bening atau tumis sayuran hijau. Bayam, kale, sawi, hingga swiss chard adalah gudangnya antioksidan yang bertugas meredam peradangan di dalam tubuh. Kalau peradangan di area saluran napas terkendali, otomatis gejalanya tidak akan gampang kambuh.

Bonusnya lagi, sayuran hijau kaya akan magnesium yang bikin otot-otot tubuh lebih rileks sebelum tidur, serta tinggi serat yang efektif menjaga timbangan berat badan tetap stabil.

2. Ikan Berlemak yang Kaya Omega-3

ilustrasi ikan salmon, tergolong ikan berlemak
ilustrasi ikan salmon, tergolong ikan berlemak (freepik)

Ikan seperti salmon, sarden, tuna, makarel, dan haring punya senjata rahasia bernama asam lemak omega-3. Nutrisi ini punya sifat antiinflamasi alias antiradang yang kuat, termasuk untuk area jalan napas Anda.

Hebatnya lagi, omega-3 sangat bagus untuk menjaga kesehatan jantung. Ini penting, sebab penderita sleep apnea secara medis punya risiko lebih tinggi terkena gangguan pembuluh darah dan penyakit jantung jika tidak dijaga.

3. Biji-bijian Utuh (Gandum dan Beras Merah)

ilustrasi biji-bijian, salah satu makanan kaya protein yang bagus dikonsumsi penderita diabetes (kompas.com)
ilustrasi biji-bijian, salah satu makanan kaya protein yang bagus dikonsumsi penderita diabetes (kompas.com) ()

Ganti karbohidrat putih Anda dengan sumber karbohidrat kompleks seperti oat, quinoa, beras merah, atau roti gandum utuh. Jenis makanan ini dicerna lebih lambat oleh tubuh, sehingga kadar gula darah tetap stabil dan kenyangnya awet.

Ketika berat badan lebih terkontrol, tekanan lemak pada area sekitar saluran napas saat kita berbaring akan berkurang drastis. Tidur pun jadi terasa lebih plong.

4. Aneka Kacang-kacangan

Kacang-kacangan merupakan sumber protein dan mineral yang terjangkau bagi sebagian besar penduduk pedesaan di dunia.
Kacang-kacangan merupakan sumber protein dan mineral yang terjangkau bagi sebagian besar penduduk pedesaan di dunia. (©️ FAO)

Almond, kenari, hingga pistachio bisa jadi camilan sore yang cerdas. Kombinasi protein, serat, magnesium, dan lemak sehatnya tidak cuma bagus untuk jantung, tapi juga bikin perut tidak gampang keroncongan di malam hari. Menariknya lagi, beberapa jenis kacang secara alami mengandung melatonin—hormon yang memberi sinyal pada tubuh bahwa sudah waktunya untuk tidur.

5. Buah Beri yang Kaya Antioksidan

Kelompok buah beri seperti blueberry, stroberi, raspberry, dan blackberry sangat disarankan karena padat antioksidan. Senyawa ini bertugas melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, yang biasanya meningkat pada penderita gangguan tidur. Rasanya yang segar juga bisa jadi obat penawar keinginan makan makanan manis (sugar craving) yang memicu obesitas.

6. Sumber Protein Rendah Lemak

Ilustrasi beragam makanan sumber protein
Ilustrasi beragam makanan sumber protein (Shutterstock)

Untuk lauk sehari-hari, cobalah beralih ke dada ayam tanpa kulit, telur, tahu, tempe, serta hidangan laut. Bahan-bahan ini kaya akan triptofan, sejenis asam amino yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi hormon melatonin (pengatur siklus tidur). Protein yang cukup juga menjaga massa otot Anda tetap baik sambil menahan nafsu makan berlebih.

7. Produk Susu Rendah Lemak

Gelas penutup malam Anda bisa diisi dengan susu rendah lemak atau yogurt tanpa tambahan gula (plain). Selain menyumbang protein dan kalsium, beberapa riset menunjukkan bahwa konsumsi produk susu rendah lemak berkaitan erat dengan tidur yang lebih nyenyak. Pastikan pilih yang rendah atau tanpa gula agar tidak merusak program diet Anda.

Menata pola makan memang bukan obat instan untuk menyembuhkan sleep apnea, namun langkah kecil dari piring makan ini adalah investasi besar agar Anda bisa terbangun di pagi hari dengan tubuh yang benar-benar segar.

(Serambinews.com/TribunHealth.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.