Bawa Tiga Gending, Duta Kabupaten Badung Pada Wimbakara Gender Wayang PKB XLVIII Optimis Juara
Putu Dewi Adi Damayanthi June 18, 2026 01:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Duta Kabupaten Badung dalam Wimbakara (lomba) gender tampil di Kalangan Ayodya, Art Center, Denpasar, Bali, Senin 15 Juni 2026. 

Dalam penampilannya empat peserta putra dan putri dari Sanggar Batel Giri Sunari, Banjar Busana, Desa Sibang Gede, Kecamatan Abiansemal  membawakan tiga gending.

Di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII 2026 ini, mereka berhadapan dengan pesaing yakni Duta Kabupaten Karangasem. Bahkan dengan persiapan yang dilakukan optimis akan mendapatkan juara.

Pembina Tabuh, I Made Gawi Antara mengatakan, empat anak yang mewakili Badung, sebelum tampil sudah melakukan sejumlah persiapan. Terlebih penampilan dari Sanggar Batel Giri Sunari ini adalah yang pertama kalinya di PKB 2026.

Baca juga: 9 Peserta Badung Ikuti Wimbakara Seni Lukis Wayang Klasik Bali Di PKB, 2 Di Antaranya Wakil Sanggar

“Penampilan ini adalah yang pertama kali dari Sanggar Batel Giri Sunari. Persiapannya sudah dari bulan Januari. Sebelumnya juga ada persiapan untuk mempersiapkan diajang yang bergengsi ini,” ujar Gawi Antara.

Pihaknya menyebutkan, dalam penampilan ini ada tiga gending yang dibawakan, yakni Cangak Merengang, Pemungkah Wayah, dan Mesem. 

Sebelum tampil sanggar binaannya pun mengikuti seleksi yang telah digelar oleh Pemkab Badung. Mengingat saingan dalam lomba gender anak-anak ini lumayan kuat.

“Persaingannya lumayan, karena Gender Wayang ini kan ajang yang bergengsi di PKB. Hampir setiap kabupaten, sudah pasti kalau sudah ke PKB-kan mempersiapkan diri untuk mewakili itu. Pasti ada seleksi. Seleksi yang terbaik, mewakili kabupaten dalam ajang itu,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Gawi Antara berharap, dapat meraih juara dalam lomba gender wayang anak-anak ini. 

Lantaran hal ini pun akan menjadi sebuah kebanggaan bagi peserta, sanggar, maupun Kabupaten Badung.

“Harapannya Jayanti. Kita membawa nama Badung, otomatis, kalau boleh, jangan minta juara lebih-lebih, juara satu lah,” harapnya.

Pembina Tabuh lainnya, I Gede Kristya Dika Santana pun menambahkan, dalam ajang ini sebenarnya adalah untuk pelestarian seni dan budaya Bali. 

Terlebih setiap kabupaten/kota memiliki ciri khasnya tersendiri dalam setiap penampilan.

"Tujuan utamanya yang pasti kan pelestarian. Pelestarian seni, penggalian seni-seni, karena setiap kabupaten memiliki style, memiliki ciri khas atau karakter masing-masing," imbuhnya.

Sementara itu, Staf Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan Badung, Wayan Wiryadi menyatakan, gender wayang adalah sebuah permainan alat musik yang sangat langka dan sulit. 

Namun menjadi progres yang sangat membanggakan ketika mampu tampil dengan memukau.

"Astungkara apa yang terlihat dan disampaikan selama ini, anak-anak kami itu sudah luar biasa untuk penampilan ini, dan semoga pada hari ini mendapatkan hasilnya maksimal," ujar Wiryadi.

Dirinya juga menyatakan, Pemkab Badung telah memberikan pembinaan dan motivasi semaksimal mungkin. Sebelum penampilan ini juga telah dilakukan seleksi selama dua bulan.

“Harapannya adalah dalam proses ini, Badung tetap sempurna, tetap berprestasi," imbuhnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.