Ada yang Ngaku Anak Oxford? PPI Oxford Buka Bantuan Cek Alumni
GH News June 18, 2026 01:09 PM
Jakarta -

Perhimpunan Pelajar Indonesia di Oxford (PPI Oxford) membuka jalur komunikasi bagi yang ingin melakukan verifikasi terhadap individu yang mengaku sebagai mahasiswa atau alumni universitas di Oxford.

"Silakan hubungi kami melalui email atau DM Instagram untuk pertanyaan terkait verifikasi afiliasi Oxford," tulis PPI Oxford melalui akun Instagram @ppi.oxford, dikutip dengan permintaan izin, diakses pada Kamis (18/6/2026).

PPI Oxford menyatakan, inisiatif ini digagas untuk membantu menjaga akurasi informasi dan kredibilitas publik.

"Tahukah Anda bahwa afiliasi akademik sering digunakan sebagai pertimbangan dalam memilih pembicara, narasumber, atau kolaborator? Untuk membantu memastikan informasi yang beredar akurat, PPI Oxford membuka jalur komunikasi bagi pihak yang ingin melakukan verifikasi terhadap individu yang mengaku sebagai mahasiswa atau alumni universitas di Oxford," ujarnya.

Kontak Verifikasi Mahasiswa-Alumni Oxford

Bagi yang hendak menelusuri klaim status mahasiswa atau alumni Oxford dari orang-orang yang hendak dijadikan pembicara, narasumber, atau kolaborator, kontak PPI Oxford dibuka melalui:

  • Email: ppi.oxford@gmail.com
  • Instagram (DM): PPI.Oxford.

Kasus Dugaan Mengaku Afiliasi Oxford

Salah satu kasus dugaan mengaku berafiliasi Oxford mencuat atas nama Rifaldy Fajar, lulusan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang terlibat kasus pemalsuan riset dan bersama tiga alumni UNY lainnya.

Beredar di Threads, Rifaldy menjadi pembicara pada kegiatan mahasiswa tahun 2020 lalu dengan predikat sebagai Researcher di University of Oxford, UK.

Pada poster acara yang beredar, ia juga tertulis sebagai Researcher di King Abdullah University of Science and Technology (KAUS), Saudi Arabia.

Terpisah, pada 2020, Wirda Mansur dituding berbohong soal klaim lulusan Universitas Oxford di akun LinkedIn.

Menjelaskan isu ini, anak pendakwah Yusuf Mansur ini mengaku mengambil program International Baccalaureate (IB) di Oxford, dan tulisan di Linkedin-nya dibuat oleh salah satu staf.

"IB bukan kuliah, setara sama SMA. Programnya juga nggak sampai selesai. Itu hal biasa, -nya gimana, 'Kenapa Linkedin lo University of Oxford?'" tutur Wirda Mansur, dilansir detikhot, Selasa (1/3/2022).

"Sampai di sini, yang bikin Linkedin ini bukan gue sendiri. Jadi itu dibuat oleh salah satu staf, ada miss information menuliskan lulusan Oxford padahal gue sendiri nggak pernah klaim lulusan di mana, di mana. Cuma iya pernah belajar di Oxford, cuma bukan kuliah," ucapnya lagi.

Pada pernyataan tersebut, ia mengaku salah dalam hal tidak mengecek informasi yang ditulis stafnya.

"Gue ditanya sama salah satu staf, 'Mba Wirda sudah punya Linkedin belum?' Gue bilang belum, buat apa juga, gue bukan profesional juga. Dibikinlah pada 2020 katanya biar lebih rapi aja. Cuma emang nggak gue kroscek lagi," jelasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.