SURYA.CO.ID SURABAYA – PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) memperoleh dukungan dari sejumlah investor global untuk rencana pencatatan saham di Bursa Efek Hong Kong (HKEX).
Langkah ini menjadi sinyal kuat kepercayaan pasar internasional terhadap prospek jangka panjang Tambang Emas Pani di Gorontalo yang digadang sebagai salah satu proyek emas besar di Asia.
Dukungan investor global tersebut dinilai mencerminkan keyakinan terhadap kualitas aset, kemampuan eksekusi perusahaan, serta potensi pertumbuhan jangka panjang EMAS di sektor pertambangan emas. Seiring rencana tersebut, perusahaan menegaskan komitmennya untuk memperkuat posisi di pasar global melalui strategi ekspansi yang terukur.
Presiden Direktur Merdeka Gold Resources, Boyke P Abidin, menyebut keterlibatan investor internasional menjadi validasi penting terhadap fundamental perusahaan.
"Komitmen investor global dalam transaksi ini mencerminkan kepercayaan terhadap kualitas Tambang Emas Pani, kemampuan eksekusi Perseroan, serta prospek pertumbuhan jangka panjang yang kami miliki," kata Boyke, Rabu (17/6/2026).
Baca juga: Tambang Emas Pani Masuk Babak Baru, Merdeka Gold Uji Cadangan Emas Lebih Dalam
Tambang Emas Pani sendiri merupakan salah satu aset emas berskala besar yang tengah memasuki fase pertumbuhan produksi. Sejak melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2025, EMAS mencatat sejumlah pencapaian penting, termasuk first gold pour pada Februari 2026 serta penjualan emas perdana pada Maret 2026.
Hingga akhir 2025, Tambang Emas Pani memiliki sumber daya mineral sekitar 7,0 juta ons emas dan cadangan bijih 5,2 juta ons emas. Area mineralisasi tersebut berada pada lahan sekitar 135 hektare di dekat pit utama, dari total konsesi perusahaan yang mencapai 14.670 hektare.
Rencana pencatatan saham di HKEX turut didukung oleh sejumlah lembaga keuangan internasional ternama. UBS dan CITIC Securities bertindak sebagai sponsor utama dalam proses tersebut.
Sementara itu, Morgan Stanley, HSBC, CICC, dan Macquarie ditunjuk sebagai Joint Overall Coordinators, Joint Global Coordinators, dan Joint Bookrunners. Sejumlah institusi lain seperti DBS, Mizuho, OCBC, UOB Kay Hian, Société Générale, Natixis, dan Crédit Agricole juga turut terlibat sebagai Joint Bookrunners dan Lead Managers.
Dukungan juga datang dari sejumlah cornerstone investors bereputasi global, baik dari sektor industri strategis maupun keuangan. Di antaranya Wanguo Gold Group Limited, CNGR (Hong Kong Material Science & Technology) Co. Limited, hingga perusahaan perdagangan komoditas seperti Mercuria, Trafigura, Glencore, dan Intera Mining Investment Limited.
Selain itu, investor keuangan global seperti Ping An Asset Management, GF Fund Management, Eurus Holdings SPC (ORIX), Dymon Asia Multi-Strategy Investment Fund, dan Wind Sabre Fund SPC juga turut ambil bagian.
"Partisipasi para investor tersebut menjadi sinyal kepercayaan yang kuat terhadap kualitas Tambang Emas Pani serta strategi pertumbuhan jangka panjang MGR," ujar Boyke.
Perseroan akan memulai masa penawaran kepada investor institusi internasional melalui proses bookbuilding mulai Rabu hingga 23 Juni 2026. Dalam proses ini, investor cornerstone berkomitmen menyerap hingga 50 persen saham yang ditawarkan dalam penawaran dasar sesuai ketentuan HKEX.
Secara keseluruhan, penawaran global ini mencakup sekitar 7 persen dari modal ditempatkan setelah opsi greenshoe. Seluruh saham yang ditawarkan merupakan saham sekunder dari pemegang saham minoritas, sementara PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) tetap mempertahankan kepemilikan strategisnya.