Pembongkaran 174 Bangunan Liar di Pasirkoja Kota Bandung Berlanjut, Kini Rata dengan Tanah
Kemal Setia Permana June 18, 2026 03:11 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Satpol PP Provinsi Jawa Barat, melanjutkan pembongkaran ratusan bangunan liar (bangli) yang mayoritas kios kayu di sepanjang ruas Jalan Pasirkoja, Kota Bandung, Kamis (18/6/2026).

Berdasarkan pantauan Tribun Jabar, pembongkaran bangli tersebut dilakukan dengan menggunakan alat berat jenis beko. Sehingga, semua kios yang dibongkar langsung runtuh seketika dan rata dengan tanah, bahkan material bangunan berserakan di sekitar lokasi.

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Provinsi Jawa Barat, Gatot Sambas Junaedi mengatakan, pada hari pertama pihaknya sudah melaksanakan pembongkaran sebanyak 75 bangunan liar dari total 174 bangunan.

"Kita akan tuntaskan hari ini, sisanya 99 bangunan liar yang meliputi dua kelurahan, Babakan dengan Kelurahan Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay," ujarnya saat ditemui di lokasi, Kamis (18/6/2026).

Baca juga: PDIP Jabar Kucurkan Bantuan Ketiga untuk Bandung Zoo, Ono Titip 4 Pesan Penting untuk Faunaland

Hingga hari kedua ini, kata dia, total ada 146 bangunan yang sudah dibongkar dan pihaknya mengestimasikan pada pukul 16.00 WIB nanti, seluruh bangunan liar tersebut sudah selesai dilakukan pembongkaran.

Gatot memastikan, warga yang terdampak juga sudah memahami dan mengerti bahwa tujuan dari penertiban ini untuk pedestrian, aksesibilitas jalan, agar pejalan kaki bisa nyaman dan bisa dinikmati semua kalangan masyarakat.

Saat disinggung bangli yang sudah berdiri puluhan tahun itu baru dibongkar sekarang, Gatot menyebut karena pihaknya baru mendapatkan atensi dari Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi yang selama ini konsen pada estetika kota.

"Kemudian kedua, Pak Gubernur juga ingin lokasi ini benar-benar mengembalikan fungsi lahan sebagaimana mestinya karena ini kan trotoar digunakan untuk pejalan kaki," ucapnya.

Baca juga: Kuasa Hukum Sebut LPSK Setujui Justice Collaborator Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu

Sementara untuk ke depan, kata dia, lokasi tersebut akan dibuatkan fasilitas publik yang bisa membuat masyarakat lebih nyaman khususnya untuk pejalan kaki meskipun ada resistensi saat dilakukan pembongkaran.

"Selama 2 hari pembongkaran tentunya resistensi itu ada, tapi Alhamdulillah masyarakat sudah memahami setelah diberikan edukasi dan imbauan bahwa kita akan mengembalikan trotoar sebagaimana mestinya," ujar Gatot. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.