TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Kabar menggembirakan datang dari RSUD Nunukan. Rumah sakit kebanggaan masyarakat perbatasan itu mendapat perhatian langsung dari tim pengampu nasional layanan kanker dari RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.
Kunjungan yang berlangsung beberapa waktu lalu tersebut, menjadi momentum penting dalam pengembangan layanan kanker di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
Tak sekadar melakukan peninjauan, tim pengampu nasional juga mengevaluasi kesiapan sumber daya manusia, fasilitas kesehatan hingga sistem rujukan yang dimiliki RSUD Nunukan.
Yang menarik, Kepala Departemen Onkologi RSUP Dr Sardjito, dr Kartika Widayati, menilai RSUD Nunukan memiliki potensi besar untuk terus berkembang menjadi pusat layanan kanker yang lebih komprehensif di wilayah perbatasan.
Baca juga: KPK Awasi Layanan Publik, RSUD Nunukan Klaim Lebih Transparan dan Akuntabel
"Kami melihat komitmen yang sangat baik dari RSUD Nunukan. Penguatan kapasitas SDM dan pemenuhan sarana-prasarana menjadi faktor penting dalam pengembangan layanan kanker yang berkelanjutan," ujarnya.
Sebelum diskusi berlangsung, tim pengampu melakukan inspeksi langsung ke sejumlah unit pelayanan. Mereka meninjau kesiapan fasilitas yang nantinya akan menjadi tulang punggung pelayanan kanker bagi masyarakat Nunukan dan wilayah perbatasan lainnya.
Program pengampuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menghadirkan layanan kanker yang berkualitas hingga ke daerah terluar Indonesia. Dengan demikian, pasien tidak perlu lagi selalu dirujuk ke kota-kota besar untuk mendapatkan penanganan sesuai standar.
Sementara itu, Kabag Tata Usaha RSUD Nunukan, H Muhammad Saleh, menegaskan bahwa pengembangan layanan kanker menjadi salah satu prioritas rumah sakit.
Menurutnya, berbagai masukan dari tim RSUP Dr Sardjito akan menjadi bekal penting untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan spesialistik di Kabuparen Nunukan.
Baca juga: Direktur RSUD Nunukan Buka-bukaan Soal Utang Rp26 Miliar, Targetkan Lunas Tahun Depan
"Kami berharap kompetensi tenaga kesehatan semakin meningkat, fasilitas semakin lengkap, dan masyarakat dapat memperoleh layanan kanker yang berkualitas tanpa harus melakukan perjalanan jauh ke luar daerah," katanya.
Dengan sinergi antara RSUP Dr Sardjito sebagai rumah sakit pengampu nasional dan RSUD Nunukan sebagai rumah sakit jejaring, masyarakat perbatasan kini memiliki harapan baru untuk mendapatkan layanan kanker yang lebih dekat, cepat, dan berkualitas.
(*)
Penulis: Fatimah Majid