Pelajar di Surabaya Tewas Dibacok Saat Lerai Keributan Konvoi Suporter Persebaya
Dwi Prastika June 18, 2026 03:48 PM

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Luhur Pambudi

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Kasus dugaan pembacokan yang terjadi di tengah konvoi perayaan ulang tahun klub sepak bola Persebaya Surabaya di Jalan Sumatera, Kelurahan Pacar Keling, Kecamatan Tambaksari, Surabaya, Jawa Timur, menewaskan seorang pelajar berusia 17 tahun.

Korban meninggal dunia setelah mengalami luka serius akibat serangan senjata tajam saat berada di lokasi kejadian.

Polrestabes Surabaya kini mengintensifkan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pembacokan yang juga menyebabkan satu korban lainnya mengalami luka berat.

Sejumlah saksi telah dimintai keterangan dan petugas melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mengungkap kronologi insiden tersebut.

Diketahui, konvoi dilakukan pada Rabu (17/6/2026) malam hingga Kamis (18/6/2026) dini hari. 

Informasi yang dihimpun Tribun Madura Network, korban meninggal dunia adalah GAD (17) warga Kecamatan Karang Pilang, Kota Surabaya.

Sedangkan korban luka, berinisial BO, kini sedang menjalani perawatan medis di RSI Jemursari Surabaya. 

Menurut kakak korban GAD, Sonya Cantika Dandel, adiknya itu memang mendatangi dan turut dalam konvoi perayaan tersebut ditemani kakak ketiga; DN, dan seorang temannya BO. 

Baca juga: Sakit Hati Cinta Ditolak hingga Ditinggal Nikah, Remaja 17 Tahun di Nganjuk Tega Bacok Wanita Muda

Kemudian, saat berada di kerumunan konvoi kawasan jalan tersebut, sang adik diduga berusaha melerai adanya aksi pengeroyokan terhadap seorang terduga perusuh. 

Setelah berhasil menyelamatkan si terduga perusuh dalam pengeroyokan tersebut, ternyata sosok si terduga perusuh membawa senjata tajam.

Terduga perusuh tersebut berusaha menyabetkan senjata tajam yang sedang digenggamnya secara membabi buta ke segala arah. 

Nahas, sang adik dan temannya, BO, terkena sabetan senjata tajam yang diayun-ayunkan ke segala arah itu. 

Akibatnya sang adik mengalami luka parah pada bagian tangan kiri.

Sedangkan, temannya BO mengalami luka parah pada bagian punggung sisi kiri 

Baca juga: Kronologi Pria di Surabaya Bacok 2 Teman yang Pesta Miras, Bermula Tak Sengaja Tabrak Kaki

Berdasarkan informasi yang diketahuinya, Sonya menduga sang adik kehilangan banyak darah akibat luka serius pada bagian tangan kiri, hingga kondisi kesehatannya kian menurun. 

Sang adik akhirnya dikabarkan mengembuskan napas terakhir, meskipun sudah mendapatkan penanganan medis di IGD RS Ubaya Surabaya. 

"Katanya ada yang bikin onar, terus jatuh yang bikin onar. Kemudian adik saya maunya itu melerai, membela, tapi malah yang bikin onar itu, malah bawa senjata tajam, terus adik saya kena sasaran," ujar kakak kedua korban GAD, saat ditemui Tribun Madura Network di RS Bhayangkara Surabaya, pada Kamis siang.

Sonya menambahkan, adiknya dinyatakan meninggal dunia di RS Ubaya Surabaya, pada Kamis (18/6/2026) dini hari.

Ia menduga kondisi sang adik terus menurun akibat kehilangan banyak darah karena luka bacok pada tangan kiri. 

Kemudian, jenazah sang adik menjalani proses visum dan autopsi demi kepentingan penyelidikan kasus oleh Tim Inafis Polrestabes Surabaya di Kamar Mayat RS Bhayangkara Surabaya, sekitar pukul 09.18 WIB. 

"Adik saya sempat dirawat di RS Ubaya Panjang Jiwo. Saya kurang tahu, lukanya kayaknya di tangannya, karena mungkin keluar banyak darah. BO kemungkinan luka di punggung," jelasnya. 

Baca juga: Nasib Mahasiswi Tusuk Pacar di Kos Surabaya Gara-gara Selingkuh, Polisi Beber Asal Pisau

Sepanjang menunggu di kursi bersandar tepat depan gedung kompartemen Kamar Mayat RS Bhayangkara Surabaya, Sonya tak henti-hentinya menyebut nama sang adik, seraya sesenggukan menahan tangis. 

Pupil matanya memerah, Sonya juga tak henti-henti menyeka air mata yang terus berjatuhan menuruni pipi.

Ia berharap besar pihak kepolisian segera menangkap pelaku yang menganiaya sang adik hingga meninggal dunia. 

Apalagi, sang adik masih berstatus pelajar kelas dua SMA sebuah sekolah swasta yang berlokasi di Kecamatan Sepanjang, Kabupaten Sidoarjo. 

"Saya enggak tahu, pokoknya saya pasrahkan ke polisi pasti. Dan berharap dihukum setimpal," katanya. 

Saat ditanyai mengenai keterlibatan sang adik menjadi suporter sepak bola, setahu Sonya, sang adik tidak terlalu berlebihan dalam melibatkan diri sebagai suporter. 

Baca juga: Sempat Salat Berjamaah Bersama, Kakek 71 Tahun Tiba-tiba Bacok Pria di Sampang

Mungkin sang adik pernah menonton pertandingan sepak bola di Surabaya.

Seingat perempuan berambut panjang itu, sang adik cuma satu kali menonton di dalam stadion. 

"Dia enggak terlalu ikuti. Ya pernah nonton di GBT (Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya) satu kali mungkin. Tapi bukan yang terlalu begitu," pungkasnya. 

Polisi Lakukan Penyelidikan

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto, mengatakan, personelnya sudah disebar untuk melakukan penyelidikan atas insiden tersebut. 

Bahkan beberapa personelnya sedang menggali beberapa keterangan saksi dan melakukan olah TKP di sekitar lokasi kejadian. 

"Benar, sekarang sedang kami lakukan upaya penyelidikan untuk ungkap pelakunya," ujar mantan Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Jatim saat dihubungi awak media.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.