TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK – Sepekan bergulir sejak pembukaan Piala Dunia 2026 pada Kamis (11/6/2026), Kabupaten Fakfak, Papua Barat, benar-benar dilanda euforia sepak bola.
Pantauan Tribunpapuabarat.com, di berbagai sudut kota menunjukkan hiruk pikuk masyarakat yang larut dalam semarak pesta olahraga empat tahunan itu.
Sekelompok muda-mudi Chozlet Thumburuni menyulap tembok terminal Thumburuni yang sebelumnya kusam menjadi mural berwarna-warni bergambar bendera, logo tim nasional, hingga wajah bintang sepak bola dunia.
Tak kalah meriah, konvoi kendaraan fans tim peserta Piala Dunia turut menghiasi jalanan kota.
Dimulai dari pendukung Argentina, Brasil, Jerman, Prancis, hingga Portugal, masyarakat tumpah ruah di pinggir jalan menyuarakan dukungan bagi tim favorit masing-masing.
Baca juga: Momen Piala Dunia 2026, Fans Der Panzer Jerman Konvoi Keliling Kota Fakfak Papua Barat
Euforia juga terasa lewat aksi nonton bareng (nobar) di berbagai lokasi.
Fans Brasil menggelar nobar di Gedung Olahraga Krapangit Gewab Fakfak Utara, sementara pendukung Argentina memilih sebuah resto sebagai basis mereka.
Bahkan warga di Wagom rela menonton dari emperan jalan, memanfaatkan layar yang dipasang di mobil.
Sejak jauh hari, warga memburu atribut tim jagoan di pusat perbelanjaan.
Di Kawasan Bisnis dan Ekonomi Fakfak, Jalan Dr Salasa Namudat, fans hilir mudik mencari jersey dan bendera negara peserta.
Seorang pedagang mengaku jersey impor Timnas Argentina seharga jutaan rupiah ludes diborong fans.
Baca juga: Pemuda Chozlet Kreatif Thumburuni Sulap Dinding Terminal Jadi Mural Piala Dunia 2026
Penjualan jersey negara favorit seperti Argentina, Brasil, Inggris, Prancis, dan Portugal meningkat tajam, disusul bendera negara yang dipasang di rumah, kendaraan, hingga dibawa saat nobar dan konvoi.
Antusiasme warga memberi dampak positif bagi pedagang perlengkapan olahraga. Penjualan melonjak signifikan dibanding hari biasa.
Samaun Hegemur, warga Fakfak, menilai Piala Dunia bukan sekadar tontonan, melainkan momentum kebersamaan sekaligus penggerak ekonomi lokal.
“Dengan Piala Dunia 2026, pedagang bendera, jersey, dan perlengkapan fans jadi laris sehingga meningkatkan pendapatan. Ini luar biasa,” ujarnya.
Baca juga: Jersey Player Issue Argentina di Fakfak Tembus Rp600 Ribu Jelang Laga Kontra Aljazair
Namun ia mengingatkan agar perayaan tetap dilakukan secara tertib.
“Konvoi biarlah berjalan aman dan tidak berlebihan,” tambahnya.
Fenomena mural, nobar, konvoi, hingga berburu atribut menunjukkan tingginya kecintaan masyarakat Fakfak terhadap sepak bola internasional.
Bagi warga, Piala Dunia adalah jiwa sekaligus ruang kebersamaan yang menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang.