Banyak Titik Rawan Karhutla di Siak, Manggala Agni Petakan Kawasan
Firmauli Sihaloho June 18, 2026 05:19 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM - Tim Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak menemukan sejumlah kawasan lahan gambut dengan tingkat kerawanan kebakaran sedang hingga tinggi. Hal tersebut langsung dipetakan saat melakukan patroli rutin pencegahan Karhutla. 

“Meski belum ditemukan titik api maupun hotspot, kami mencatat kondisi vegetasi yang mulai mengering di sejumlah lokasi,” ujar Kepala Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak, Ihsan Abdillah, Kamis (18/6/2026).

Ia mengatakan, titik rawan terutama berada di Kecamatan Sungai Apit dan Dayun. Lokasi itu perlu diwaspadai saat memasuki musim kemarau. Pihaknya juga secara intensif melakukan patroli di wilayah itu, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Ya, menang, di beberapa lokasi kami menemukan kondisi bahan bakar permukaan sudah mulai kering dengan potensi kebakaran kategori sedang hingga tinggi, terutama di lahan gambut,” kata Ihsan. 

Di Kampung Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, tim patroli menyusuri jalur sepanjang 71,38 kilometer. Petugas menemukan dua lokasi lahan gambut dengan kedalaman mencapai tiga meter yang memiliki potensi kebakaran tinggi.

Vegetasi di lokasi tersebut didominasi oleh pakis, sawit, karet, dan semak belukar dengan kondisi bahan bakar permukaan yang kering. Ketinggian muka air gambut tercatat berkisar antara 35 hingga 40 sentimeter.

Baca juga: Kapal Gratis Mulai Berlayar ke Teluk Lanus, Warga Merasa Sangat Terbantu

Baca juga: Ditikam Pakai Gunting dan Obeng hingga Dipukul Kipas Angin, Aksi Perampokan Sadis di Pelalawan

“Wilayah Mengkapan menjadi salah satu area yang mendapat perhatian khusus karena potensi kebakarannya cukup tinggi. Meski demikian, sampai saat ini belum ditemukan kejadian Karhutla maupun hotspot,” ujarnya.

Sementara itu, patroli terpadu di Dayun yang menjangkau wilayah Benteng Hulu sepanjang 20 kilometer juga menemukan kondisi serupa. Bahan bakar permukaan di dua titik pemantauan tampak kering dengan kedalaman gambut mencapai tiga hingga empat meter.

Tim gabungan yang terdiri dari personel Manggala Agni, TNI, Polri dan Masyarakat Peduli Api (MPA) juga melakukan sosialisasi dari rumah ke rumah kepada warga.  

“Supaya lebih waspada terhadap potensi kebakaran selama cuaca panas,” katanya. 

Selain Dayun dan Mengkapan, patroli juga dilakukan di kampung Kota Ringin, Kecamatan Mempura. Di wilayah ini, petugas menyusuri jalur sepanjang 5,23 kilometer dan mendapati kondisi gambut masih relatif lembap dengan potensi kebakaran kategori sedang.

Ketinggian muka air di lokasi tersebut berkisar 35 hingga 40 sentimeter. Vegetasi yang mendominasi berupa sawit, karet dan pakis.

Patroli serupa turut dilakukan di wilayah Kembung Luar, Kabupaten Bengkalis yang menjadi area kerja Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak. Tim menemukan kondisi bahan bakar kering pada lahan gambut berkedalaman dua hingga tiga meter dengan potensi kebakaran sedang.

Ihsan mengatakan selain patroli darat, petugas terus menggencarkan pendekatan persuasif kepada masyarakat. Warga diingatkan untuk tidak membakar saat membersihkan lahan atau kebun karena api sangat mudah merambat pada kawasan gambut.

“Kami terus mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan pembakaran saat membuka atau membersihkan lahan. Pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk menghindari terjadinya Karhutla,” katanya.

Menurut Ihsan, keberadaan sarana pendukung seperti sekat kanal, embung dan sumur bor di sejumlah lokasi patroli turut membantu upaya pencegahan dan penanggulangan apabila terjadi kebakaran.

“Hingga saat ini seluruh wilayah patroli yang kami pantau masih dalam kondisi aman dan terkendali. Namun kewaspadaan tetap harus ditingkatkan karena sebagian area gambut sudah menunjukkan kondisi yang cukup rentan terbakar,” tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.