Ingin Mulai Lari? Gatot Sudarsono Ingatkan Pemula Hindari Obsesi Kecepatan
Willem Jonata June 18, 2026 05:20 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Semangat memulai olahraga lari sering kali tinggi di awal. Namun tidak sedikit orang yang berhenti setelah beberapa minggu.

Alasannya beragam, mulai dari merasa terlalu lelah, cedera ringan, hingga merasa tidak mampu mengikuti pelari lain yang lebih berpengalaman.

CEO Indonesia Muda Road Runner sekaligus Pemegang Rekor Marathon Nasional 1987 Gatot Sudarsono, mengatakan masalah terbesar pemula sebenarnya bukan kemampuan fisik. Melainkan ketakutan untuk memulai.

"Orang yang belum bisa lari, pengen lari, tapi takut," kata Gatot ditemui usai acara Press Conference BrookFarm Almond Run 2026 "Banyak Benefit, Untuk Gaya Hidup Fit" di Jakarta, Kamis (18/6/2026). 

Menurut Gatot, banyak orang berpikir lari harus langsung jauh atau cepat.

Baca juga: 45.000 Pelari dari 55 Negara Ramaikan BTN Jakarta Marathon 2026

Padahal yang terpenting adalah memulai terlebih dahulu. Ia menilai niat menjadi modal pertama yang harus dimiliki seseorang sebelum mulai berlari.

Setelah itu, bergabung dengan komunitas dapat membantu membangun motivasi dan kebiasaan baru.

Dengan lingkungan yang suportif, pemula akan lebih percaya diri untuk terus berlatih.

Jangan Terobsesi Kecepatan

Kesalahan lain yang sering dilakukan pemula adalah terlalu fokus pada kecepatan dan jarak tempuh. Padahal menurut Gatot, ukuran keberhasilan dalam berlari tidak hanya dilihat dari catatan waktu.

"Lari itu yang paling penting adalah bukan seberapa cepat, seberapa jauh, tapi seberapa sehat," ujarnya.

Karena itu pemula sebaiknya fokus membangun kebiasaan dan menjaga kesehatan tubuh terlebih dahulu. Kecepatan dan jarak akan meningkat seiring waktu.

Menurut Gatot, event lari dapat menjadi sarana yang baik bagi pemula untuk memulai perjalanan olahraga mereka.


Dalam Brook Farm Almond Run 2026 misalnya, tersedia kategori 5 kilometer bagi peserta yang baru mulai berlari dan kategori 10 kilometer bagi mereka yang ingin meningkatkan kemampuan.


Model seperti ini memberi ruang bagi peserta dengan berbagai tingkat kemampuan.

Dari Event ke Event, Kemampuan Akan Berkembang

Gatot meyakini perkembangan seorang pelari tidak terjadi dalam semalam.

Namun dengan mengikuti berbagai kegiatan lari secara konsisten, kemampuan akan meningkat secara bertahap. Baik dari sisi daya tahan, kecepatan maupun jarak tempuh.

Yang paling penting, menurutnya, adalah menjaga tubuh tetap sehat selama proses tersebut.

Karena tujuan akhir olahraga bukan sekadar menyentuh garis finis, melainkan menjalani hidup yang lebih sehat dan berkualitas.

(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.